Panin Terbitkan Produk Baru 2016 Untuk Diversifikasi

Ririn Indriani

Rabu, 18 November 2015 | 09:42 WIB
Panin Terbitkan Produk Baru 2016 Untuk Diversifikasi
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Panin Asset Management akan menerbitkan produk reksadana pendapatan tetap jenis baru pada 2016 untuk menyeragamkan produk (diversifikasi) yang selama ini hampir 90 persennya didominasi reksadana berbasis saham.

"Kita merencanakan meluncurkan produk reksadana pendapatan tetap pada tahun 2016 agar ada penyeragaman produk dari yang selama ini didominasi jenis berbasis saham," kata Direktur Panin Asset Management Ridwan Soetedja di Jakarta, Selasa (17/11/2015).

Ia mengatakan perusahaan pengelola reksadana tersebut akan mengajukan perizinan produk baru itu kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam waktu dekat.

Ridwan yakin produk baru tersebut nantinya akan diminati para investor, karena kelebihan yang dimiliki reksadana pendapatan tetap yaitu memberikan pendapatan stabil setiap bulannya.

"Ini juga jenis yang memiliki risiko kecil, sehingga bisa menjadi alternatif produk," ujar dia.

Di lokasi yang sama, Kepala Operasional dan Pengembangan Bisnis Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan nantinya alokasi portofolio reksa dana baru ini terdiri atas surat utang korporasi 20- 30 persen, obligasi pemerintah sebesar 40-60 persen dan sisanya deposito sebesar 20-30 persen.

"Dengan keunggulannya seperti memungkinkan pemodal untuk mendapatkan dividen setiap bulan, akan meningkatkan jumlah investor kami di masa mendatang," katanya.

Rudi mengatakan Panin Asset Management memiliki nasabah baru pada 2015 sebanyak 9.000 dengan pertumbuhan investor baru 800-1.000 nasabah setiap bulannya.

"Total hingga saat ini ada sekitar 52.000 yang 4.800 nasabah di antaranya merupakan investor reksadana syariah," katanya.

Terkait dana kelolaan atau 'asset under management (AUM) perusahaannya, Rudi menjelaskan terjadi penurunan sebesar 15 persen pada 2015, dimana saat ini tercatat Rp10,8 triliun.

"Penurunan ini dipicu pelemahan valuasi pada portofolio perseroan, yang hampir dengan pelemahan IHSG tahun ini karena 80 -90 persen AUM kami ada di saham karenanya fluktuasi saham ada pengaruhnya meski tidak langsung," kata dia.

Meski ada penuurunan, lanjut Rudi, reksadana saham diproyeksi mulai membaik pada 2016, karena adanya tren perbaikan ekonomi dan berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

"Apabila pertumbuhan ekonomi melambat, pasar saham juga melambat, jika pertumbuhan ekonomi cepat, pasar saham akan merespon sama," tuturnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IHSG Selasa Pagi Ini Dibuka Menguat 32 Poin

IHSG Selasa Pagi Ini Dibuka Menguat 32 Poin

Bisnis | Selasa, 17 November 2015 | 10:39 WIB

IHSG Dibuka Turun 34,15 Poin

IHSG Dibuka Turun 34,15 Poin

Bisnis | Senin, 16 November 2015 | 10:50 WIB

Mobilitas Fuso Tinggi di Jalur Pantura, KTB Resmikan Truck Center

Mobilitas Fuso Tinggi di Jalur Pantura, KTB Resmikan Truck Center

Otomotif | Sabtu, 14 November 2015 | 06:38 WIB

Australia Tertarik Investasi 12 Juta Dolar AS Untuk Kapal

Australia Tertarik Investasi 12 Juta Dolar AS Untuk Kapal

Bisnis | Jum'at, 13 November 2015 | 15:02 WIB

Terkini

Viral Bayi 24 Hari Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Medisnya

Viral Bayi 24 Hari Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Medisnya

Health | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar

Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar

Jogja | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:33 WIB

Tolak Hapus Video, Wartawan TV One Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Tolak Hapus Video, Wartawan TV One Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Sulsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Dugaan Pelanggaran HAM dalam Program MBG, Apa Saja Masalahnya?

Dugaan Pelanggaran HAM dalam Program MBG, Apa Saja Masalahnya?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Listrik Jateng Surplus 2.800 MW, WALHI Pertanyakan Urgensi PLTP Gunung Ungaran

Listrik Jateng Surplus 2.800 MW, WALHI Pertanyakan Urgensi PLTP Gunung Ungaran

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Survei CELIOS: 75 Persen Masyarakat Stres akibat Kebijakan Pemerintah, 67 Persen Soroti Prabowo

Survei CELIOS: 75 Persen Masyarakat Stres akibat Kebijakan Pemerintah, 67 Persen Soroti Prabowo

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029

Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Hiromu Tanaka Tampil Beringas Saat Lumpuhkan PSM Makassar

Hiromu Tanaka Tampil Beringas Saat Lumpuhkan PSM Makassar

Sulsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:11 WIB

Makan Telur Mentah Apakah Aman untuk Kesehatan? Ini Faktanya

Makan Telur Mentah Apakah Aman untuk Kesehatan? Ini Faktanya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 06:57 WIB

Sassuolo Tahan AC Milan 1-1, Jay Idzes Masih Absen karena Cedera

Sassuolo Tahan AC Milan 1-1, Jay Idzes Masih Absen karena Cedera

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 06:37 WIB

×