Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

Kualitas Infrastruktur Indonesia Tidak Mendukung Investasi

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 23 November 2015 | 11:58 WIB
Kualitas Infrastruktur Indonesia Tidak Mendukung Investasi
Pembangunan Tol Cinere-Jagorawi Seksi II yang melintang antara Jalan Raya Bogor-Kukusan terus dikebut, dimana Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menargetkan pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) seksi kedua selesai Februari 2015

Suara.com - Kualitas infrastruktur di Indonesia dinilai kurang mendukung pengembangan dunia investasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan per kapita masyarakat.

"Pola kebijakan kita berbeda dengan China (Tiongkok) yang sangat diminati investor internasional," kata ekonom dari Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Aryo Pratomo di Medan, Senin (23/11/2015).

Menurut Wahyu, kondisi Tiongkok tidak jauh berbeda dengan Indonesia sekitar 40 tahun lalu, karena sama-sama mengalami kemiskinan dan pengangguran.

Namun, pemimpin Tiongkok Deng Xiao Ping memiliki pemikiran maju sehingga membuat kebijakan untuk memperbaiki infrastruktur guna menarik minta investor.

"Mereka berpikir, tidak ada yang bisa merubah kesejahteraan di China kecuali investasi. Lalu mereka berpikir, bagaimana orang-orang yang berduit itu datang ke China," ucapnya.

Atas dasar pemikiran itu, pembuat kebijakan di Tiongkok mengambil keputusan dengan berutang untuk membangun seluruh infrastruktur yan dibutuhkan, mulai dari jalan, tol, kereta api, dermaga, dan fasilitas lainnya.

Namun, pemerintah Tiongkok memiliki kebijakan yang konsisten dalam menjaga pembangunan infrasruktur tersebut, sehingga negara itu mengalami kemajuan pesat.

"Kita terlebih dulu memiliki jalan tol dari China, tetapi China sekarang sudah memiliki jalan tol 30 ribu km lebih yang menghubungkan utara hingga selatan," tuturnya.

Kondisi terkini, kata dia meski utang Tiongkok cukup banyak, tetapi penduduknya mengalami kesejahteraan karena pendapatan per kapitanya tinggi.

Kebijakan yang diterapkan pemerintah Tiongkok juga coba dilakukan Indonesia pada masa orde baru dengan banyak mengambil utang ke lembaga keuangan dunia.

Konsep dan desain pembangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan perekonomian juga sudah disiapkan ekonom-ekonom Indonesia seperti Prof Widjojo Nitisastro.

Namun, Indonesia tidak memiliki konsistensi dalam menjaga pembangunan infrastruktur tersebut sehingga anggarannya banyak yang "bocor".

Kondisi itu diperparah dengan tidak adanya sanksi yang tegas bagi koruptor yang merusak rencana pembangunan nasional tersebut.

"Itu sudah dibuat Orde Baru, masalahnya kebocorannya tinggi. China memiliki sistem yang tegas, beda dengan kita. Di China, koruptor itu dihukum mati," tegas Wahyu.

Ia mengatakan, ketertarikan investasi sejalan dengan kondisi infrastruktur yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan usaha yang dijalankan.

Namun, Indonesia diuntungkan dengan sumber daya alam yang ada sehingga investor masih tertarik meski dengan kondisi infrastruktur yang "pas-pasan".

Tidak sedikit investor yang mau membangun sendiri infrastruktur pendukung seperti pembangunan jalan menuju lokasi industri dan penyediaan energi listrik.

Namun sayangnya, kelebihan sumber daya tersebut tidak didukung dengan sikap dan kebijakan yang memberikan kemudahan dalam investasi.

"Infrastruktur kita jelek begini saja banyak yang mau investasi. Namun terkendala UU, swasta tidak diizinkan membangun listrik, mesti PLN yang membangunannya," kata Dosen Fakultas Ekonomi USU itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jangan Tebak Harga, Ini Strategi yang Tepat Investasi Kripto di Tengah Pasar Sideway

Jangan Tebak Harga, Ini Strategi yang Tepat Investasi Kripto di Tengah Pasar Sideway

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:20 WIB

Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk

Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:35 WIB

Bukan Cuma Tempat Tinggal, Hunian di Indonesia Kini Jadi Incaran Investasi

Bukan Cuma Tempat Tinggal, Hunian di Indonesia Kini Jadi Incaran Investasi

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 20:55 WIB

Tragedi Bekasi: Saat Nyawa Penumpang Kereta Dipertaruhkan di Atas Rel

Tragedi Bekasi: Saat Nyawa Penumpang Kereta Dipertaruhkan di Atas Rel

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 18:24 WIB

Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan

Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:01 WIB

Dari Aplikasi ke Tangan: Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Nabung Emas Digital

Dari Aplikasi ke Tangan: Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Nabung Emas Digital

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 07:56 WIB

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Kolaborasi Strategis Hadirkan Akses Reksa Dana Lebih Luas bagi Investor

Kolaborasi Strategis Hadirkan Akses Reksa Dana Lebih Luas bagi Investor

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 17:05 WIB

Rencana 100 Gudang Pangan Disorot, Salah Lokasi Bisa Jadi Mubazir

Rencana 100 Gudang Pangan Disorot, Salah Lokasi Bisa Jadi Mubazir

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:28 WIB

Tren Investasi Emas Digital Semakin Diminati di Indonesia

Tren Investasi Emas Digital Semakin Diminati di Indonesia

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 14:57 WIB

Terkini

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:00 WIB

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:18 WIB

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:10 WIB

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:09 WIB

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:05 WIB

Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi

Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:57 WIB

Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau

Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:22 WIB

Ancaman PHK Massal di Balik Rencana 'Karpet Merah' Rokok Ilegal

Ancaman PHK Massal di Balik Rencana 'Karpet Merah' Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:17 WIB

BSI Jadi Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi ISO 56001:2024

BSI Jadi Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi ISO 56001:2024

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:12 WIB