Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Jadi Mata Uang Dunia, Yuan Terus Menguat

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 04 Desember 2015 | 10:07 WIB
Jadi Mata Uang Dunia, Yuan Terus Menguat
Ilustrasi Yuan Tiongkok. (Shutterstock)

Suara.com - Tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang Cina, yuan terus menguat sejak resmi menjadi mata uang dunia. Hari ini saja yuan menguat 130 basis poin menjadi 6,3851 terhadap dolar AS.

Xinhua melansir, Jumat (4/12/2015), di pasar spot valuta asing Cina, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja.

Sebelumnya, Dewan eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF), Senin (30/11/2015) menyetujui masuknya mata uang Cina, yuan atau renminbi (RMB) dalam keranjang Special Drawing Rights (SDR)-nya sebagai mata uang cadangan internasional.

Dewan IMF, yang mewakili 188 negara anggota, memutuskan bahwa RMB "memenuhi seluruh kriteria yang ada." Keputusan ini diambil setelah dilakukan kajian rutin lima tahunan keranjang SDR.

RMB akan dimasukkan dalam keranjang SDR sebagai mata uang kelima, bersama dengan dolar AS, euro, yen Jepang dan pound Inggris, mulai 1 Oktober 2016, demikian pernyataan resmi IMF .

Christine Lagarde, direktur pelaksana IMF, mengatakan, keputusan dewan adalah "tonggak penting dalam integrasi ekonomi Cina ke dalam sistem keuangan global.

"Ini juga merupakan pengakuan atas kemajuan bahwa pemerintah Cina dalam beberapa tahun terakhir telah banyak berbuat dalam mereformasi sistem moneter dan keuangan Cina," katanya.

Kelanjutan dan pendalaman upaya-upaya ini,menurut Lagarde, akan membawa sistem moneter dan keuangan internasional lebih kuat, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan dan stabilitas Cina serta ekonomi global. RMB akan memiliki bobot 10,92 persen dalam keranjang SDR baru, sedangkan bobot masing-masing mata uang lainnya dalam keranjang adalah 41,73 persen untuk dolar AS, 30,93 persen untuk euro, 8,33 persen untuk yen Jepang dan 8,09 persen untuk pound Inggris, menurut IMF.

"Peluncuran keranjang SDR baru pada 1 Oktober 2016 akan memberikan 'lead time' yang cukup bagi IMF, anggota dan pengguna lain SDR untuk menyesuaikan diri dengan perubahan ini," kata pemberi pinjaman internasional yang berbasis di Washington itu.

IMF mengkaji mata uang dalam keranjang SDR setiap lima tahun, dan penambahan RMB ke keranjang SDR merupakan isu besar untuk penilaian tahun ini.

Dimasukkannya RMB ke dalam SDR adalah bagian penting dari reformasi keuangan Cina yang sedang berlangsung.

Untuk memenuhi kriteria IMF, pemerintah Tiongkok telah melakukan serangkaian reformasi dalam beberapa bulan terakhir, seperti meningkatkan sistem pembentukan nilai tukar asing, membuka pasar obligasi dan valas antar bank-nya, serta meningkatkan transparansi data dengan berlangganan Special Data Dissemination Standard (SDDS) IMF.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di "People's Daily" pekan lalu, Gubernur Bank Sentral Cina (PBoC) Zhou Xiaochuan nerkomitmen dirinya untuk membuat RMB sepenuhnya "convertible" dan dapat digunakan secara bebas dalam waktu lima tahun.

Pada saat itu, Zhou mengatakan ia berharap lebih dari sepertiga dari perdagangan internasional di dunia dilakukan melalui RMB. (Antara/Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Stimulus ECB Tak Sesuai Harapan Pasar, Kurs Dolar Jatuh

Stimulus ECB Tak Sesuai Harapan Pasar, Kurs Dolar Jatuh

Bisnis | Jum'at, 04 Desember 2015 | 07:25 WIB

Kurs Rupiah Kamis Sore Ini Ditutup Melemah 62 Poin

Kurs Rupiah Kamis Sore Ini Ditutup Melemah 62 Poin

Bisnis | Kamis, 03 Desember 2015 | 17:20 WIB

Kurs Rupiah Rabu Sore Ini Melemah Tipis Jadi Rp13.785

Kurs Rupiah Rabu Sore Ini Melemah Tipis Jadi Rp13.785

Bisnis | Rabu, 02 Desember 2015 | 17:58 WIB

Apindo Yakin Pengusaha Nasional Beralih Gunakan Yuan

Apindo Yakin Pengusaha Nasional Beralih Gunakan Yuan

Bisnis | Rabu, 02 Desember 2015 | 15:55 WIB

Kurs Rupiah Rabu Pagi Ini Menguat Jadi Rp13.775

Kurs Rupiah Rabu Pagi Ini Menguat Jadi Rp13.775

Bisnis | Rabu, 02 Desember 2015 | 10:34 WIB

Rupiah Selasa Sore Ini Ditutup Menguat Jadi  Rp13.802

Rupiah Selasa Sore Ini Ditutup Menguat Jadi Rp13.802

Bisnis | Selasa, 01 Desember 2015 | 17:48 WIB

Kurs Rupiah Selasa Pagi ini Dibuka Menguat 40 Poin

Kurs Rupiah Selasa Pagi ini Dibuka Menguat 40 Poin

Bisnis | Selasa, 01 Desember 2015 | 10:47 WIB

Yuan Masuk Keranjang SDR, Beijing Akan Lebih Membuka Diri

Yuan Masuk Keranjang SDR, Beijing Akan Lebih Membuka Diri

Bisnis | Selasa, 01 Desember 2015 | 09:24 WIB

Rupiah Akhir Pekan Ini Dibuka Menguat Tipis

Rupiah Akhir Pekan Ini Dibuka Menguat Tipis

Bisnis | Jum'at, 27 November 2015 | 11:07 WIB

Yuan Mau Jadi Mata Uang Internasional, Ini Kata Bank Indonesia

Yuan Mau Jadi Mata Uang Internasional, Ini Kata Bank Indonesia

Bisnis | Kamis, 26 November 2015 | 11:38 WIB

Terkini

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 23:31 WIB

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:07 WIB

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:39 WIB

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:24 WIB

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:59 WIB

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:34 WIB

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:54 WIB

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:06 WIB

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:46 WIB

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:19 WIB

×