Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

Bank NTT Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun di 2016

Adhitya Himawan

Rabu, 06 Januari 2016 | 23:15 WIB
Bank NTT Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun di 2016
Bank NTT [bpdntt.co.id]

Suara.com - Direktur Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo mengatakan dalam tahun 2016 bank milik rakyat dan pemerintah daerah setempat masuk pasar modal dengan target menerbitkan obligasi atau surat utang berkisar antara Rp1 triliun hingga Rp2 triliun.

"Bank NTT siap masuk Pasar Modal dengan target awal menerbitkan Obligasi Rp1-2 triliun sebagai ekspansi bisnis untuk menghimpun dana dari luar masuk ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena Bank tidak mungkin bertahan dengan dana dari pihak ketiga (DPK) untuk pengembangan bisnis," katanya di Kupang, Rabu (6/1/2016).

Ia mengatakan hal itu terkait harapan Otoritas Jaa Keuangan (OJK) akan program obligasi daerah dapat diluncurkan dalam tahun ini (2016) setelah membahanya bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negari dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Meskipun katanya tahun ini (2015) total DPK seluruh bank di NTT sekira Rp23 triliun. Dan Bank NTT sendiri memiliki DPK mencapai Rp7,54 triliun atau mengalami kenaikan 20,29 persen dibanding tahun 2014 yakni Rp6,27 persen.

Namun kata dia pihaknya tidak bisa terus bergantung pada dana tersebut untuk pengembangan bisnis bank ke depan.

"Harus ada terobosan baru yakni dengan cara membawanya dari pasar modal. Ini sangat efektif untuk percepat pertumbuhan ekonomi di NTT," katanya.

Ia mengatakan harusnya pada 2015, Bank NTT sudah masuk pasar modal namun kondisi ekonomi belum memungkinkan.

"Baru tahun ini (2016) sudah sangat siap. SDM kita sudah siap untuk masuk ke pasar modal. Pemegang saham menyerahkan kepada manajemen untuk melaksanakan rencana bisnis ini," katanya.

Dia mengatakan, kredit mencapai Rp6,6 triliun, Selisih antara DPK dan kredit tidak mencapai Rp1 triliun sehingga menurut tidak cukup untuk rencana bisnis Bank NTT ke depan. Karena itu masuk ke pasar modal menjadi pilihan tepat untuk menghimpun dana.

Dirinya optimistis, masuknya Bank NTT di pasar modal tahun ini akan menghimpun dana yang cukup besar guna mendukung rencana bisnis Bank NTT.

Beberapa program strategis Bank NTT tahun depan antara lain branchlessbanking/Lakupandai sebanyak 300 agen, menguatkan permodalan Bank NTT lewat perubahan modal dasar menjadi Rp2 triliun dan membangun sinergi untuk pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi lewat migrasi core banking.

Pada kesempatan itu, Tagu Dedo juga menjelaskan mengenai kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) milik Pemerintah Provinsi NTT hingga akhir 2015 menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik.

Aset mengalami pertumbuhan sebesar 44,03 persen yaitu dari Rp8,2 triliun pada akhir Desember 2014 naik menjadi Rp11,9 triliun. Dana pihak ketiga mengalami pertumbuhan 20,29 persen yaitu dari Rp6,27 triliun menjadi Rp7,54 triliun. Kredit juga mengalami pertumbuhan sebesar 20,29 persen yakni dari Rp 5m5 triliun pada Desember 2014 menjadi Rp6,61 triliun.

"Laba kita prediksi sampai akhir Desember 2015 mencapai Rp380 miliar. Tahun lalu laba Bank NTT mencapai Rp244 miliar atau mengalami kenaikan lebih dari 34 persen. Sementara itu modal inti mencapai Rp1,23 triliun yang menjadikan Bank NTT sebagai bank buku dua.

Modal inti ini terdiri dari modal disetor mencapai Rp973 miliar dan cadangan sebesar Rp257 miliar.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Lansia Nasional 2026: Pemerintah Hadirkan Layanan Gratis untuk Lansia

Hari Lansia Nasional 2026: Pemerintah Hadirkan Layanan Gratis untuk Lansia

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 09:05 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB

Rupiah Lemah, Purbaya Akui 'Terpaksa' Turun Tangan lewat Pasar Obligasi

Rupiah Lemah, Purbaya Akui 'Terpaksa' Turun Tangan lewat Pasar Obligasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:48 WIB

Jakarta Mau Jual Obligasi Daerah, Warga Kini Bisa Ikut Bangun Ibu Kota

Jakarta Mau Jual Obligasi Daerah, Warga Kini Bisa Ikut Bangun Ibu Kota

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:17 WIB

Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:52 WIB

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:08 WIB

Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500

Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:34 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:13 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Terkini

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB

Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi

Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:54 WIB

Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?

Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:50 WIB

Antam Tebar Dividen Rp5 Triliun, Tiap Pemegang Saham Dapat Jatah Jumbo!

Antam Tebar Dividen Rp5 Triliun, Tiap Pemegang Saham Dapat Jatah Jumbo!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:54 WIB

Harga Pertamax Naik, Waspada Potensi Antrean Panjang di SPBU

Harga Pertamax Naik, Waspada Potensi Antrean Panjang di SPBU

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:41 WIB