Asosiasi Hotel Akui Ada Peningkatan Tamu Berkat Promosi Wisata

Adhitya Himawan Suara.Com
Selasa, 26 Januari 2016 | 15:29 WIB
Asosiasi Hotel Akui Ada Peningkatan Tamu Berkat Promosi Wisata
Ilustrasi hotel [Shutterstock]

Suara.com - Gencarnya promosi pariwisata pemerintah mendapat acungan jempol dari kalangan industri perhotelan yang berkaitan dengan pariwisata. “Saya melihat sepanjang sejarah Republik Indonesia, baru kali inilah pemerintah sangat serius dan sungguh-sungguh membenahi sektor pariwisata Indonesia,” kata Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) saat dihubungi Suara.com, Senin (25/1/2016).

Salah satu indikatornya, menurut Hariyadi adalah alokasi anggaran untuk promosi wisata dalam APBN 2016 yang mencapai Rp 5,3 triliun. Menurutnya, jumlah ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Malaysia saja tahun ini hanya mengalokasikan 280 juta Dolar AS. Sementara Thailan hanya mengalokasikan Rp 250 juta Dolar AS. “Itu bukti keseriusan rezim yang sekarang terhadap pengembangan pariwisata,” tambah pria yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tersebut.

Menyangkut tingkat hunian hotel, menurutnya juga ada peningkatan. Hanya saja tingkatannya masih rendah. “Tetapi ini bukan karena tidak ada peningkatan wisatawan yang datang ke Indonesia. Ini problem sejak lama dimana jumlah kamar hotel yang tersedia memang jauh lebih besar dibanding tingkat permintaan kamar,” ujar Hariyadi.

Kondisi ini disebabkan banyak pengusaha tanpa perhitungan matang membangun hotel tanpa didahului studi kelayakan berdasarkan tingkat permintaan di wilayah tersebut. Padahal cara ini bisa dipelajari untuk dilakukan sebelum memutuskan membangun hotel. “Pasalnya banyak pengusaha hotel itu berangkat dari mengandalkan kunjungan orang yang bepergian dalam rangka bisnis komoditi dan pertambangan. Saat bisnis ini lagi lesu, otomatis industri perhotelan juga terkena imbasnya,” tambah Hariyadi.

Oleh sebab itu, jalan keluarnya bukan dengan menutup hotel-hotel yang sudah kebanyakan jumlahnya. Melainkan dengan menggenjot pariwisata agar kedatangan turis asing melonjak dan permintan jasa kamar hotel semakin meningkat. “Jadi harus kita balik cara berpikirnya,” tutup Hariyadi.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2015, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada November 2015 mencapai rata-rata 56,08 persen atau naik 1,63 poin dibandingkan dengan TPK November 2014 yang tercatat sebesar 54,45 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK Oktober 2015, TPK hotel berbintang pada November 2015 turun 0,52 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama November 2015 tercatat sebesar 1,75 hari, terjadi penurunan 0,21 poin jika dibandingkan keadaan November 2014.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI