Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ekonom: Pemerintah Sulit Mainkan Celah Proteksi di Era MEA

Adhitya Himawan

Selasa, 26 Januari 2016 | 15:43 WIB
Ekonom: Pemerintah Sulit Mainkan Celah Proteksi di Era MEA
Sertifikasi Pekerja Hadapi MEA [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Sejak Kamis (31/1/2016,) Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC)) mulai secara resmi berlaku di seluruh kawasan ASEAN.

Sayangnya, banyak masyarakat Indonesia terlambat untuk menyadari keberadaan MEA. “Gaung pemberitaan terkait MEA saja di Indonesia baru muncul setahun yang lalu. Padahal sudah sejak lama negara tetangga kita melakukan persiapan panjang untuk menghadapi MEA,” kata David Sumual, Ekonom Bank Central Asia (BCA) saat dihubungi oleh Suara.com, Senin (25/1/2016).

David menjelaskan beberapa jenis profesi seperti akuntan, insinyur, surveyor akan terbuka untuk Tenaga Kerja Asing. “Indonesia harus hati-hati terhadap soal ini. Tapi kita tidak bisa menghindarinya lagi karena faktanya sekarang MEA sudah berlaku,” ujar David.

David mengakui kelemahan utama Indonesia saat ini adalah Pemerintah tak punya planning yang jelas mengenai apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan Indonesia. Padahal negara lain sudah melakukan pemetaan terhadap kekuatan ekonomi negara mereka dan sudah menyiapkan strategi untuk menunjangnya.

“Saya kira daya saing usaha Indonesia memang harus ditingkatkan. Salah satunya dengan pembangunan infrastruktur besar-besaran yang dilakukan Indonesia saat ini. Tapi pemerintah harus hati-hati, karena saya dengar ada beberapa proyek yang mendapatkan pinjaman dari kreditur asing, namun mensyaratkan penggunaan bahan baku serta tenaga kerja asing. “Padahal kita harus berdayakan sumber daya dan tenaga kerja kita,” tambah David.

Khusus untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), David meminta pemerintah meningkatkan kecapakan pelaku UMKM dalam memberikan kemasan produk yang menarik. Sebab banyak produk UMKM dari negara tetangga bisa memberikan produk dengan brand dan kemasan yang menarik.

David menegaskan pemberlakuan MEA membuat pemerintah tak bisa lagi berbuat banyak untuk melindungi industri dalam negeri. Hambatan tarif tak bisa lagi digunakan. Sedikit peluang yang dimanfaatkan hanya standar keselamatan konsumsi atau penggunaan atau biasa disebut Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diperketat. “Proteksi tariff atau pajak sudah tidak memungkinkan lagi,” tutup David.

MEA sendiri adalah sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antarnegara-negara ASEAN. Seluruh negara anggota ASEN telah menyepakati perjanjian ini. MEA dirancang untuk mewujudkan Wawasan ASEAN 2020. 

Dengan berlakunya MEA, barang dan jasa dari semua negara anggota ASEAN akan lebih bebas untuk masuk ke Indonesia. Begitu juga sebaliknya, ekspor barang dan jasa Indonesia ke negara-negara tersebut lebih bebas. Nantinya, kawasan perdagangan bebas ini akan diperluas ke Cina, Jepang, dan Korea Selatan.

Kementerian Tenaga Kerja telah meminta kepada masyarakat Indonesia untuk melakukan penerapan terhadap standar kompetensi pekerja nasional dan kerangka kualifikasi nasional dalam menghadapi  Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Terdapat 12 sektor jasa yang diliberalisasi dalam kerangka MEA yakni pariwisata, konstruksi, transportasi, keuangan, komunikasi, distribusi, bisnis, pendidikan, kesehatan, rekreasi, olahraga, budaya, dan jasa lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tips Menjaga Kacamata Tetap Aman di Tengah Aktivitas Padat dan Mobilitas Tinggi

Tips Menjaga Kacamata Tetap Aman di Tengah Aktivitas Padat dan Mobilitas Tinggi

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:46 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini

Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:19 WIB

BRI Life Siapkan Proteksi Khusus Momen Mudik Lebaran 2026

BRI Life Siapkan Proteksi Khusus Momen Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:58 WIB

Penetrasi Masih di Bawah 1 Persen, Inklusi Produk Proteksi Halal Minim

Penetrasi Masih di Bawah 1 Persen, Inklusi Produk Proteksi Halal Minim

Bisnis | Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:05 WIB

4 Tinted Sunscreen SPF 50 untuk Proteksi Maksimal dan Kulit Glowing Sehat

4 Tinted Sunscreen SPF 50 untuk Proteksi Maksimal dan Kulit Glowing Sehat

Your Say | Kamis, 05 Februari 2026 | 17:15 WIB

Bukan Sekadar Hoki, Begini Cara Kita Ciptakan Keberuntungan Setiap Hari

Bukan Sekadar Hoki, Begini Cara Kita Ciptakan Keberuntungan Setiap Hari

Lifestyle | Rabu, 20 Agustus 2025 | 13:04 WIB

4 Tinted Sunscreen Proteksi Kulit dan Bantu Pudarkan Noda, Cuma Rp40 Ribuan

4 Tinted Sunscreen Proteksi Kulit dan Bantu Pudarkan Noda, Cuma Rp40 Ribuan

Your Say | Senin, 04 Agustus 2025 | 06:25 WIB

Fungsi dan Pemilihan MCB, ELCB, dan Grounding untuk Proteksi Optimal

Fungsi dan Pemilihan MCB, ELCB, dan Grounding untuk Proteksi Optimal

Lifestyle | Selasa, 08 Juli 2025 | 15:13 WIB

Gerakan Listrik Aman Schneider Electric, Cegah Risiko Tersetrum di Rumah dengan GPAS

Gerakan Listrik Aman Schneider Electric, Cegah Risiko Tersetrum di Rumah dengan GPAS

News | Jum'at, 06 Juni 2025 | 10:22 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×