Penerapan Pajak Sawit Prancis akan Hambat Kinerja Perdagangan RI

Adhitya Himawan

Rabu, 03 Februari 2016 | 02:08 WIB
Penerapan Pajak Sawit Prancis akan Hambat Kinerja Perdagangan RI
Tanaman kelapa sawit di Ketapang, Kaliamantan Barat [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) menilai rencana Prancis menerapkan pajak progresif untuk produk minyak kelapa sawit dan turunannya yang masuk ke negara tersebut akan menghambat kinerja perdagangan Indonesia.

Ketua Umum DMSI Derom Bangun di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Selasa (2/2/2016), mengatakan rencana penerapan pajak tersebut tidak bisa diterima karena bersifat diskriminatif terhadap komoditas utama Tanah Air.

"Kalau dibebankan begitu, nanti minyak sawit kita akan jauh lebih mahal saat masuk Prancis. Bisa lebih mahal dari minyak kedelai, biji bunga matahari atau kanola (rapa). Ini jelas akan menghambat perdagangan kita," katanya.

Menurut dia, saat ini produk minyak kelapa sawit sudah dikenakan bea masuk impor ke Prancis sekitar 98 euro per ton hingga 100 euro per ton.

Dengan tambahan pajak progresif yang ditetapkan mulai 300 euro per ton pada 2017, Derom yakin harganya akan lebih mahal daripada minyak nabati produksi Prancis lainnya yang tidak dikenakan pajak tersebut.

"Pasaran minyak kedelai itu sekitar 150 dolar AS per ton. (Sekarang harganya) di atas minyak kelapa sawit. Tapi begitu ini diberlakukan, ya jelas harga sawit akan jauh lebih mahal," katanya.

Derom menjelaskan, dengan isu negatif soal minyak kelapa sawit yang disebut-sebut tak baik untuk kesehatan dan merusak lingkungan, masyarakat di luar negeri tidak akan mau membeli atau mengonsumsi produk minyak kelapa sawit dan turunannya.

Terlebih, harganya akan lebih mahal dari minyak kedelai yang dianggap lebih menyehatkan.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk membendung rencana penerapan pajak sawit tersebut.

"Kami mengharapkan Kementerian Perdagangan melakukan pendekatan kepada Prancis supaya hal ini bisa dibendung dan tidak jadi terlaksana," imbuhnya.

Derom juga menilai, rencana Prancis menerapkan pajak sawit dan mengalokasikan dananya untuk biaya sosial di negara tersebut tidak tepat.

"Itu artinya produsen sawit yang mengekspor, termasuk petani Indonesia akan dikenakan pajak dan membiayai biaya sosial masyarakat Prancis. Ini tidak tepat," pungkasnya.

Sebagaiman diketahui sebelumnya, senat Prancis memutuskan adanya rancangan undang-undang baru tentang keanekaragaman hayati yang di dalamnya disebutkan tentang adanya pengenaan pajak untuk semua produk minyak kelapa sawit.

Rencana penerapan pajak untuk produksi sawit itu akan mulai berlaku pada 2017 dengan rincian 300 euro per ton untuk 2017, 500 euro per ton untuk 2018, 700 euro per ton untuk 2019 dan 900 euro per ton pada 2020.

Khusus untuk minyak kelapa sawit yang digunakan untuk produk makanan, RUU tersebut menetapkan adanya tambahan bea masuk sebesar 3,8 persen. Sedangkan untuk minyak kernel yang digunakan untuk produk makanan akan dikenakan bea masuk 4,6 persen.

Setelah 2020, pajak tersebut akan dinaikkan secara tahunan yang ditentukan oleh Kementerian Keuangan Prancis.

Anehnya, pajak itu tidak ditetapkan pada biji rapa, bunga matahari dan kedelai atau minyak nabati yang diproduksi di Prancis.

Indonesia, bersama Malaysia dalam Dewan Negara-Negara Penghasil Sawit (CPOPC) akan melakukan upaya diplomasi untuk membatalkan rencana kebijakan tersebut.

Masih ada waktu sebelum Maret 2016, di mana senat Prancis akan mengajukan rancangan undang-undang tersebut disetujui oleh parlemen setempat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit, Indonesia Ternyata Rajin Ekspor Produknya ke Israel

Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit, Indonesia Ternyata Rajin Ekspor Produknya ke Israel

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura

Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Terlanjur Beli Tiket Liburan ke Prancis? Perhatikan Aturan Ini Pasca Kerusuhan Besar di Paris

Terlanjur Beli Tiket Liburan ke Prancis? Perhatikan Aturan Ini Pasca Kerusuhan Besar di Paris

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Habis Kebakaran, Terbitlah Sawit: Skema Busuk Legalisasi Perusakan Alam

Habis Kebakaran, Terbitlah Sawit: Skema Busuk Legalisasi Perusakan Alam

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Kata "Bismillah" Populer di Demo Prancis Hingga ke Belgia dan Italia, Apa Artinya?

Kata "Bismillah" Populer di Demo Prancis Hingga ke Belgia dan Italia, Apa Artinya?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Pelajaran dari Demonstrasi Prancis, saat Masalah Rakyat Membuka Mata Negara

Pelajaran dari Demonstrasi Prancis, saat Masalah Rakyat Membuka Mata Negara

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Mirip Indonesia, Bendera One Piece Jadi Simbol Perlawanan Anak Muda Prancis Lawan Rezim

Mirip Indonesia, Bendera One Piece Jadi Simbol Perlawanan Anak Muda Prancis Lawan Rezim

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:14 WIB

Prancis Mencekam Usai Kerusuhan, Jam Malam Diberlakukan Mahasiswa Ancam Gelar Demo Baru

Prancis Mencekam Usai Kerusuhan, Jam Malam Diberlakukan Mahasiswa Ancam Gelar Demo Baru

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Soal Kondisi WNI di Prancis, Menlu Terus Pantau Situasi Eropa

Soal Kondisi WNI di Prancis, Menlu Terus Pantau Situasi Eropa

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Waspada! Ada Penipuan Investasi Aset Kripto, Begini Modusnya

Waspada! Ada Penipuan Investasi Aset Kripto, Begini Modusnya

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Harga Pembelian Saham Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Ini Penjelasan BYAN

Harga Pembelian Saham Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Ini Penjelasan BYAN

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Cuma Kalah dari JDT dan Buriram United, Persib Bandung Masuk 3 Besar Klub Terbaik ASEAN

Cuma Kalah dari JDT dan Buriram United, Persib Bandung Masuk 3 Besar Klub Terbaik ASEAN

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Ekonom Kritik Pernyataan Prabowo soal MSCI, Dampaknya Bisa Sampai ke Masyarakat Kecil

Ekonom Kritik Pernyataan Prabowo soal MSCI, Dampaknya Bisa Sampai ke Masyarakat Kecil

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Bulog Percepat Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Tinjau Langsung Pemuatan di Kapal

Bulog Percepat Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Tinjau Langsung Pemuatan di Kapal

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:28 WIB

Ngaku Polisi dan Pura-Pura Cari Kos, Komplotan Curanmor Gasak Motor Penghuni

Ngaku Polisi dan Pura-Pura Cari Kos, Komplotan Curanmor Gasak Motor Penghuni

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Apakah Bedak Tabur Marcks Mengandung Salicylic Acid? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Apakah Bedak Tabur Marcks Mengandung Salicylic Acid? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Mengapa Bahan Stainless Steel 316 Lebih Direkomendasikan untuk Botol Tumbler?

Mengapa Bahan Stainless Steel 316 Lebih Direkomendasikan untuk Botol Tumbler?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Unilever Soroti Peran Media Lokal, Pesan Perusahaan Harus Lebih Membumi

Unilever Soroti Peran Media Lokal, Pesan Perusahaan Harus Lebih Membumi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:18 WIB

6 Serum Pencerah Wajah untuk Flek Hitam, Semuanya di Bawah Rp50 Ribu!

6 Serum Pencerah Wajah untuk Flek Hitam, Semuanya di Bawah Rp50 Ribu!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:15 WIB

×