Aktivis Malaysia Demo KBRI KL, Tuntut Indonesia Buka Data Perusahaan Sawit Biang Kebakaran Hutan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 04 September 2026 | 13:54 WIB
Aktivis Malaysia Demo KBRI KL, Tuntut Indonesia Buka Data Perusahaan Sawit Biang Kebakaran Hutan
Aktivis lingkungan Malaysia mendesak pemerintah Indonesia membuka data perusahaan sawit pemicu kabut asap karhutla.(greenpeace)

Suara.com - Aktivis lingkungan asal Malaysia menggelar aksi protes tajam di depan KBRI Kuala Lumpur untuk menuntut pembukaan data pemegang konsesi lahan kebakaran hutan. Langkah agresif ini diambil demi membongkar keterlibatan korporasi multinasional yang menyumbang polusi asap di kawasan Asia Tenggara.

Penyebaran kabut asap beracun dari Sumatra dan Kalimantan kini telah melumpuhkan aktivitas warga di Filipina, Singapura, hingga Malaysia. Indeks kualitas udara yang menembus level sangat tidak sehat memicu kemarahan publik internasional terhadap penanganan kebakaran hutan di Indonesia.

Greenpeace Malaysia bersama Himpunan Advokasi Rakyat (HARAM) menegaskan bahwa janji diplomasi tidak lagi cukup tanpa adanya transparansi data konkret dari Jakarta. Publik menuntut kejelasan hukum atas bisnis perkebunan yang mengorbankan kesehatan jutaan nyawa setiap tahunnya.

Aktivis lingkungan Malaysia mendesak pemerintah Indonesia membuka data perusahaan sawit pemicu kabut asap karhutla. (greenpeace)
Aktivis lingkungan Malaysia mendesak pemerintah Indonesia membuka data perusahaan sawit pemicu kabut asap karhutla. (greenpeace)

"Kami menyampaikan seruan ini atas nama jutaan warga Malaysia yang kesehatan, mata pencaharian, dan kehidupan sehari-harinya terdampak setiap tahun oleh polusi asap lintas batas yang berasal dari kebakaran lahan dan hutan di Indonesia," tulis Greenpeace Malaysia yang diterima BBC Indonesia, Jumat (4/9/2026).

Kelompok sipil ini mendesak Jakarta menunjukkan bukti keterlibatan modal asing dalam bencana ekologi tahunan tersebut.

"Kami menyambut pengakuan tersebut sebagai titik awal menuju akuntabilitas lintas batas yang sesungguhnya," ujar campaign manager Greenpeace Malaysia, Heng Kiah Chun dan chairman Himpunan Advokasi Rakyat Malaysia (HARAM), Brendon Gan, dalam keterangan tertulisnya.

Mengapa Publik Malaysia Menuntut Bukti Keterlibatan Korporasi?

Pengakuan sepihak tanpa transparansi dokumen formal dinilai hanya menjadi retorika politik yang tidak menyelesaikan akar masalah. Masyarakat di kedua negara berhak memegang data valid untuk menyeret pelaku perusakan lingkungan ke meja hijau.

Mekanisme Perjanjian ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas (AATHP) dan jalur bilateral resmi harus dimaksimalkan untuk saling berbagi bukti hukum. Langkah ini jauh lebih efektif dibanding sekadar melontarkan tuduhan lewat media massa.

baca juga

"Alih-alih hanya menyampaikannya melalui tuduhan publik dan pernyataan kepada media," ujar mereka.

Dampak buruk penderitaan fisik dan kerugian ekonomi warga selama ini terabaikan tanpa adanya ganti rugi yang adil.

"Sementara itu, masyarakat yang menanggung risiko kesehatan, beban ekonomi, dan ancaman terhadap kesejahteraan mereka tetap tidak memperoleh pemulihan yang memadai," ujar Heng Kiah Chun dan Brendon Gan.

Keterbukaan data dari pemerintah Indonesia akan menjadi kunci bagi Parlemen dan penegak hukum Malaysia untuk memproses entitas bisnis yang melanggar hukum di wilayah mereka.

Demonstrasi di depan KBRI Kuala Lumpur ini menjadi puncak kegusaran warga tetangga atas berulangnya krisis udara buruk saban tahun. Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan di pulau Sumatra dan Kalimantan kerap memicu ketegangan diplomatik antarnegara ASEAN akibat belum optimalnya penegakan hukum terhadap pemilik konsesi lahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Terus Berulang, Bagaimana Nasib Target FOLU Net Sink 2030?

Karhutla Terus Berulang, Bagaimana Nasib Target FOLU Net Sink 2030?

News | Jum'at, 04 September 2026 | 12:26 WIB

Tragedi Orang Utan Sempurna Mati Terpapar Asap, Anggota DPR Tagih Komitmen Kemenhut Atasi Karhutla

Tragedi Orang Utan Sempurna Mati Terpapar Asap, Anggota DPR Tagih Komitmen Kemenhut Atasi Karhutla

News | Jum'at, 04 September 2026 | 11:20 WIB

Dear Prabowo, Ini Suara Jeritan Warga Asia Tenggara Tersiksa Kebakaran Hutan Kalimantan

Dear Prabowo, Ini Suara Jeritan Warga Asia Tenggara Tersiksa Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 09:45 WIB

Terkini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:39 WIB

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:38 WIB

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

News | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

News | Senin, 14 September 2026 | 10:28 WIB

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:25 WIB

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Senin, 14 September 2026 | 10:24 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

×