Perusahaan Terdakwa Kebakaran Hutan Diijinkan Lagi Beroperasi

Adhitya Himawan

Selasa, 09 Februari 2016 | 13:18 WIB
Perusahaan Terdakwa Kebakaran Hutan Diijinkan Lagi Beroperasi
Kebakaran hutan di kawasan Tulung Selapan, Kabupaten OKI (Ogan Komering Ilir), Sumatera Selatan, Senin (27/07). [Antara]

Suara.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Riau mengungkapkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mencabut pembekuan izin lingkungan untuk perusahaan terduga dalam kasus kebakaran lahan PT Langgam Inti Hibrindo di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Dengan begitu, perusahaan kelapa sawit tersebut bisa kembali beroperasi setelah sekitar empat bulan lamanya izinnya dibekukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

"Dengan pencabutan tersebut, maka secara otomatis LIH bisa beroperasi. Itu, memungkinan bagi ribuan petani mitra dan karyawan kembali bekerja," papar Pelaksana tugas Ketua GAPKI Riau, Saut Sihombing di Pekanbaru, Selasa (9/2/2016).

Ia menyambut positif langkah Kementerian LHK terhadap pencabutan pembekuan izin lingkungan PT Langgam Inti Hibrindo (LIH) yang diduga mengakibatkan kebakaran lahan di area konsesinya seluas 500 hektare pada tahun lalu.

Selain itu, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau tentu bisa mendapat banyak manfaat di sektor tenaga kerja karena LIH mempekerjaan ribuan pekerja tempatan khususnya perekonomian.

Seperti diketahui, pada 25 Januari 2016, Menteri LHK Siti Nurbaya melalui Surat Keputusan (SK) No.SK39/2016. SK tersebut menyebutkan izin lingkungan PT Langgam Inti Hibrindo dinyatakan berlaku kembali.

Izin lingkungan LIH sempat dicabut setelah peristiwa kebakaran di lahan perkebunan yang berlokasi di Desa Gondai, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau seluas kurang lebih 500 hektare (ha).

LIH saat ini, merupakan anak usaha dari perusahaan terbuka PT Provident Agro Tbk memiliki total area seluas 8.716 ha dengan luas lahan yang tertanam capai 7.155 ha. Secara total PALM memiliki luas lahan tertaman mencapai 33.700 ha dengan umur tanaman rata-rata tujuh tahun, sehingga telah bawa dampak positif terhadap masyarakat lokal.

"Pemerintah mestinya bisa memahami bahwa industri sawit ikut berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Banyak lapangan kerja yang terserap dari industri ini," terangnya.

Saut menyatakan, pencabutan pembekuan izin lingkungan LIH oleh menteri LHK menjadi bukti bahwa perusahaan sudah mengantisipasi bencana asap terutama akibat kebakaran lahan dan hutan.

"Kami yang tergabung dalam Gapki sudah sepakat untuk menerapkan 'zero burning' di lahan perkebunan sawit. Ini jadi pertimbangan pemerintah untuk cabut pembekuan izin lingkungan LIH," jelas dia.

Senior Community Development Officer LIH, Lagiman mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresasi dan menghormati keputusan pemerintah agar dapat kembali beroperasi dan menjalankan aktivitas usaha.

Sebagai perusahaan nasional, lanjut dia, PT LIH selalu taat dan patuh terhadap setiap ketentuan hukum yang berlaku. LIH berkomitmen selalu jalankan kegiatan usaha sesuai standar lingkungan dan keamanan sebagaimana telah diatur pemerintah.

"Kami telah laksanakan kebijakan zero burning (tanpa bakar) demi pastikan produk LIH sesuai syarat dan standar yang ditetapkan oleh konsumen global," ujarnya.

Dalam kegiatan operasional, beber Kehitaman, LIH bekerjasama lebih dari 1.000 mitra petani sawit di wilayah Pabrik Kelola Sawit (PKS). Untuk tenaga kerja yang diserap LIH dalam perawatan dan pengelolaan sawit di Pelalawan mencapai lebih dari 1.300 orang karyawan.

"Setelah empat bulan berhenti operasi, PKS milik LIH kini sudah bisa beroperasi lagi. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada pemangku kepentingan terutama pemerintah karena membuat karyawan dan mitra petani dapat bekerja lagi," kata Lagiman.

Sebagaimana diketahui, menurut data Bank Dunia, kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2015 telah sangat masif dan menghambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Laporan Bank Dunia menyebutkan, karena dampak asap dan kebakaran hutan, pembentukan Produk Domestik Bruto Pulau Kalimantan turun hingga 1,2 persen di triwulan ketiga. Sedangkan, wilayah paling timur Indonesia, Papua, juga mengalami penurunan pertumbuhan menjadi 0,6 persen (yoy), di antaranya karena dampak kebakaran hutan di wilayah tersebut.

Bank Dunia menyatakan kebakaran hutan tersebut berdampak sebagian besar terhadap delapan provinsi di Indonesia, yaitu Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Papua.

Kerugian terbesar pada sektor pertanian sebesar Rp66,5 triliun karena kerusakan lahan dan tanaman pangan. Sektor kedua yang paling menderita adalah lingkungan hidup dengan nilai kerugian Rp58,4 triliun. Selain pertanian dan lingkungan sektor industri manufaktur dan perdagangan, pariwisata, serta program sosial seperti pendidikan dan kesehatan juga sangat terdampak, dengan akumulasi nilai kerugian sebesar sekitar Rp40 triliun.

Secara keseluruhan nilai kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 sebesar Rp221 triliun, atau 1,9 persen dari Produk Domestik Bruto. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Muhammadiyah Kutip Surah Al Baqarah dan Al Araf: Jangan Normalisasi Kebakaran Hutan Bencana Tahunan

Muhammadiyah Kutip Surah Al Baqarah dan Al Araf: Jangan Normalisasi Kebakaran Hutan Bencana Tahunan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Eks Mendag RI Kecam Usulan Politisi Malaysia Serukan Indonesia Dikucilkan karena Kebakaran Hutan

Eks Mendag RI Kecam Usulan Politisi Malaysia Serukan Indonesia Dikucilkan karena Kebakaran Hutan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kata-kata Kesal Bupati Siak Protes Video Tanam Pohon di Bekas Kebakaran Hutan Dihapus TikTok

Kata-kata Kesal Bupati Siak Protes Video Tanam Pohon di Bekas Kebakaran Hutan Dihapus TikTok

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Karhutla Tak Hanya di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Catat 465 Hektare di Provinsi Lain Belum Padam

Karhutla Tak Hanya di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Catat 465 Hektare di Provinsi Lain Belum Padam

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Singapura Tak Main-main! Perusahaan Kertas Indonesia Dijatuhi Sanksi Berat Terkait Karhutla

Singapura Tak Main-main! Perusahaan Kertas Indonesia Dijatuhi Sanksi Berat Terkait Karhutla

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:58 WIB

BNPB: 50 Persen Karhutla Ada di Kalteng, Intip Koleksi Mobil Mewah Gubernur Agustiar Sabran

BNPB: 50 Persen Karhutla Ada di Kalteng, Intip Koleksi Mobil Mewah Gubernur Agustiar Sabran

Otomotif | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:44 WIB

Warga Malaysia Diteror Telepon Nomor Indonesia Usai Kritik Prabowo

Warga Malaysia Diteror Telepon Nomor Indonesia Usai Kritik Prabowo

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Poster GreenPeace: Kebakaran Hutan dan Rezim Prabowo adalah Bencana Nasional

Poster GreenPeace: Kebakaran Hutan dan Rezim Prabowo adalah Bencana Nasional

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Ditegur Singapura, Milik Siapa 7 Perusahaan Indonesia yang Diduga Biang Kerok Karhutla?

Ditegur Singapura, Milik Siapa 7 Perusahaan Indonesia yang Diduga Biang Kerok Karhutla?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Viral Pelari Singapura Jogging di Mall Imbas Udara Buruk karena Kebakaran Hutan Indonesia

Viral Pelari Singapura Jogging di Mall Imbas Udara Buruk karena Kebakaran Hutan Indonesia

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:29 WIB

Terkini

Bukan Cuma HT Karhutla, KPK Bongkar Tenda Pengungsi hingga Perahu Karet BNPB Diduga Ikut Dikorupsi

Bukan Cuma HT Karhutla, KPK Bongkar Tenda Pengungsi hingga Perahu Karet BNPB Diduga Ikut Dikorupsi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Membangun Talenta Digital, Menjemput Peluang Kerja dari Penjuru Negeri Menuju Indonesia Emas 2045

Membangun Talenta Digital, Menjemput Peluang Kerja dari Penjuru Negeri Menuju Indonesia Emas 2045

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Sembunyi-sembunyi? MAKI Sebut Nusron Wahid Sudah Ngantor di ATR/BPN tapi Mobil Parkir di Belakang

Sembunyi-sembunyi? MAKI Sebut Nusron Wahid Sudah Ngantor di ATR/BPN tapi Mobil Parkir di Belakang

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

The Uprising dan Percikan Api Pemberontakan Rakyat

The Uprising dan Percikan Api Pemberontakan Rakyat

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Buat Agensi Baru, Jihyo TWICE Tinggalkan JYP Entertainment Setelah 21 Tahun

Buat Agensi Baru, Jihyo TWICE Tinggalkan JYP Entertainment Setelah 21 Tahun

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG hingga Danantara Dominasi 12,2 Juta Percakapan Digital

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG hingga Danantara Dominasi 12,2 Juta Percakapan Digital

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Gaji Boleh Imut, tapi Gaya Harus Berkelas: Review Buku Secrets of Six-Figure Women

Gaji Boleh Imut, tapi Gaya Harus Berkelas: Review Buku Secrets of Six-Figure Women

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Body Lotion Natur-E Hijau untuk Apa? Cek Manfaat dan Kandungannya

Body Lotion Natur-E Hijau untuk Apa? Cek Manfaat dan Kandungannya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:55 WIB

Zodiak Scorpio Elemen Apa? Kenali Karakter Aslinya dan 5 Zodiak yang Bisa Menaklukkan Hatinya

Zodiak Scorpio Elemen Apa? Kenali Karakter Aslinya dan 5 Zodiak yang Bisa Menaklukkan Hatinya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:55 WIB

XL Ultra 5G+ Hadir di Yogyakarta dan Solo, Tawarkan Kuota hingga 800GB dan Paket Unlimited

XL Ultra 5G+ Hadir di Yogyakarta dan Solo, Tawarkan Kuota hingga 800GB dan Paket Unlimited

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:54 WIB

×