Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Harga Emas Naik Didorong Pelemahan Pasar Ekuitas AS

Tomi Tresnady | Suara.com

Kamis, 03 Maret 2016 | 06:58 WIB
Harga Emas Naik Didorong Pelemahan Pasar Ekuitas AS
Ilustrasi emas batang [Shutterstock]

Suara.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (2/3/2016) atauKamis pagi WIB, didorong oleh pasar ekuitas AS yang sedikit menurun.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik 11 dolar AS atau 0,89 persen, menjadi menetap di 1.241,80 dolar AS per ounce.

Emas mendapat dukungan ketika indeks Dow Jones Industrial Average AS turun 14 poin atau 0,08 persen pada pukul 17.30 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.

Logam mulia terganjal dari kenaikan lebih lanjut karena laporan ketenagakerjaan AS oleh Automated Data Processing (ADP) menunjukkan angka lebih baik dari perkiraan, yang naik ke tingkat 214.000 menjelang laporan ketenagakerjaan besar pada Jumat.

Menurut para analis penguatan data ketenagakerjaan biasanya akan meningkatkan pasar ekuitas dan memberikan tekanan yang luas pada emas, namun pelemahan dalam minyak telah meletakkan tekanan pada pasar pada Rabu.

Emas mendapat dukungan lebih lanjut karena Indeks Dolar AS turun 0,03 persen menjadi 98,31 pada pukul 17.30 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Para pedagang sedang menunggu data klaim pengangguran mingguan yang akan dirilis pada Kamis, bersama dengan laporan perdagangan internasional dan pekerjaan besar yang akan dirilis pada Jumat.

Meskipun terjadi gejolak di pasar akibat harga minyak yang lemah, analis mencatat bahwa data terakhir telah positif dan berpotensi menandai titik balik bagi perekonomian AS setelah kuartal pertama lemah.

Analis percaya bahwa penundaan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS tetap tak terelakkan, karena ketidakstabilan ekonomi. Sebelum pidato Ketua Fed Janet Yellen kepada Kongres AS pada 10 Februari, bank sentral mengisyaratkan bahwa masih bisa menaikkan suku pada Maret.

Namun, Yellen kemudian bersaksi kepada Kongres bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan secara bertahap, banyak analis percaya bahwa kenaikan suku bunga berikutnya, dari tingkat 0,50 persen ke tingkat 0,75 persen akan terjadi masih jauh lama lagi pada tahun ini.

Para pedagang berspekulasi, di awal, The Fed akan menaikkan suku 0,50 persen ke 0,75 persen selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) April. Menurut alat pemantau The Fed atau Fedwatch dari CMEGroup, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 persen ke 0,75 persen adalah 22 persen pada pertemuan April 2016.

Perak untuk pengiriman Mei naik 26,6 sen, atau 1,8 persen, menjadi ditutup pada 15,022 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 0,5 dolar AS, atau 0,05 persen, menjadi ditutup pada 936,20 dolar AS per ounce. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Emas Turun Tertekan Penguatan Ekuitas dan Dolar AS

Emas Turun Tertekan Penguatan Ekuitas dan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 02 Maret 2016 | 07:21 WIB

Emas Naik Didorong Hasil Mengecewakan Pertemuan G20

Emas Naik Didorong Hasil Mengecewakan Pertemuan G20

Bisnis | Selasa, 01 Maret 2016 | 07:44 WIB

'Wanita Emas' Berharap Ada Parpol yang Mengusungnyadi Pilgub DKI

'Wanita Emas' Berharap Ada Parpol yang Mengusungnyadi Pilgub DKI

News | Minggu, 28 Februari 2016 | 14:57 WIB

Harga Emas Melemah Akibat Penguatan Kurs Dolar AS

Harga Emas Melemah Akibat Penguatan Kurs Dolar AS

Bisnis | Sabtu, 27 Februari 2016 | 11:32 WIB

Harga Emas yang Diperdagangkan Pagi Ini Tidak Berubah

Harga Emas yang Diperdagangkan Pagi Ini Tidak Berubah

Bisnis | Jum'at, 26 Februari 2016 | 11:12 WIB

Harga Emas Berakhir Naik Akibat Pelemahan Dolar AS

Harga Emas Berakhir Naik Akibat Pelemahan Dolar AS

Bisnis | Sabtu, 20 Februari 2016 | 06:17 WIB

Pasar Ekuitas AS Jatuh Lagi, Harga Emas Naik

Pasar Ekuitas AS Jatuh Lagi, Harga Emas Naik

Bisnis | Jum'at, 19 Februari 2016 | 06:03 WIB

Haga Emas Naik Akibar Kurs Dolar AS Lebih Lemah

Haga Emas Naik Akibar Kurs Dolar AS Lebih Lemah

Bisnis | Kamis, 18 Februari 2016 | 06:32 WIB

Kenaikan Ekuitas AS Bikin Harga Emas Jatuh Pagi Ini

Kenaikan Ekuitas AS Bikin Harga Emas Jatuh Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 17 Februari 2016 | 06:41 WIB

Harga Emas Naik Dipicu Pelemahan Dolar AS

Harga Emas Naik Dipicu Pelemahan Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 05 Februari 2016 | 05:03 WIB

Terkini

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB