Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

OJK Kumpulkan Pengusaha Keuangan, Cari Solusi untuk Bunga Kredit

Arsito Hidayatullah | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 15 Maret 2016 | 14:51 WIB
OJK Kumpulkan Pengusaha Keuangan, Cari Solusi untuk Bunga Kredit
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini mengumpulkan para pengusaha yang bergerak di sektor jasa keuangan, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini dilakukan untuk melahirkan inovasi-inovasi baru guna menjawab berbagai tantangan di industri perbankan, termasuk tingkat suku bunga kredit yang tinggi.

"Seperti kita tahu, permasalahan yang tengah melanda industri keuangan mikro itu kan suku bunga yang masih tinggi. Jadi kami di sini berkumpul untuk mencari solusi yang tepat soal itu," kata Muliaman D Hadad, saat ditemui di Hotel Grand Sahid, Jakarta Selatan, Selasa (15/3/2016).

 
Selain itu, lanjut Muliaman, pertemuan ini juga untuk mensosialisasikan program baru OJK yang diberi nama OJK Proksi atau OJK International Center for Micro Finance and Financial Inclusion.

"Jadi, dengan adanya program ini, maka inklusi keuangan di Indonesia bisa terus meningkat dan menghasilkan terobosan-terobosan terbaru untuk para pelaku usaha mikro," katanya.

Muliaman meyakini, Indonesia dapat menghadapi berbagai tantangan, terutama soal keuangan. Pasalnya menurutnya, Indonesia memiliki pengalaman panjang di bidang keuangan mikro ini.

"Indonesia memiliki reputasi sebagai pelopor pusat pengembangan industri keuangan mikro terbesar di dunia. Kita telah memiliki sejarah keuangan mikro Indonesia yang dimulai sejak lebih dari 100 tahun yang lalu," ujarnya.

"Dimulai dari Bank Rakyat, Bank Desa, dan Lumbung Desa yang dibentuk pada tahun 1901 sebagai bagian dari Politik Etis oleh pemerintah Hindia Belanda, menjadi cikal bakal keuangan mikro. Hal tersebut diikuti oleh kesuksesan layanan keuangan mikro komersial oleh pihak swasta, yang dimulai sejak tahun 1890-an pada saat Bank Rakyat Indonesia (BRI) memulai layanan keuangan mikro yang kemudian menjadi acuan banyak negara untuk dikembangkan, antara lain yaitu Grameen Bank," sambungnya memaparkan.

Oleh sebab itu, lanjut Muliaman, dengan bekal pengalaman tersebut, semestinya dapat disinergikan guna menciptakan pengalaman yang baru dan lebih baik lagi.

"Kita sinergikan dengan pengalaman-pengalaman dari berbagai negara lain, untuk dapat menghasilkan berbagai terobosan pemikiran untuk lebih mengembangkan keuangan mikro, tidak hanya dalam lingkup nasional, tetapi juga dapat menjadi pembelajaran bagi komunitas internasional," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kembangkan Keuangan Mikro, OJK Luncurkan OJK-Proksi

Kembangkan Keuangan Mikro, OJK Luncurkan OJK-Proksi

Bisnis | Selasa, 15 Maret 2016 | 13:03 WIB

Pertumbuhan Kredit Perbankan Indonesia di 2015 Merosot

Pertumbuhan Kredit Perbankan Indonesia di 2015 Merosot

Bisnis | Sabtu, 12 Maret 2016 | 03:00 WIB

OJK Luncurkan Paket Insentif Efisiensi Perbankan Akhir Maret 2016

OJK Luncurkan Paket Insentif Efisiensi Perbankan Akhir Maret 2016

Bisnis | Kamis, 10 Maret 2016 | 14:37 WIB

Panin Bank Siap Turunkan Bunga Jadi "Single Digit"

Panin Bank Siap Turunkan Bunga Jadi "Single Digit"

Bisnis | Selasa, 01 Maret 2016 | 14:32 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB