KPPU: Soal Taksi Online, Indonesia Contohlah Singapura

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 23 Maret 2016 | 14:13 WIB
KPPU: Soal Taksi Online, Indonesia Contohlah Singapura
Sopir taksi mogok di Jakarta pada 14 Maret lalu (Antara/Dean Wibowo).

Suara.com - Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha Syarkawi Ra'uf meminta pemerintah secepatnya memutuskan apa solusi atas polemik antara taksi konvensional dan taksi berbasis online, Uber dan Grab. Syarkawi menyarankan pemerintah melihat bagaimana Singapura sukses menerapkan layanan transportasi umum berbasis online tanpa merugikan taksi konvensional.

"Kalau kita melihat Singapura, mereka bisa menerapkan transportasi online itu tanpa mengganggu taksi konvensional. Kita bisa mencontoh Singapura dalam melegalkan taksi online dengan membawa aturan transportasi," kata Syarkawi saat ditemui di kantornya, Rabu (23/3/2016).

Syarkawi mengimbau pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan stakeholder agar cepat ketemu solusinya.

"Pak Jonan (Menteri Perhubungan) dan Pak Rudiantara (Menteri Komunikasi dna Informatika) kan sudah memberi statement, tidak mungkin melakukan pelarangan aplikasi online itu. Jadi tinggal dibuat regulasi, yang sama antara konvensional dan berbasis online," katanya.

Syarkawi menjamin keberadaan transportasi online tidak akan menghambat roda perekonomian, sebaliknya memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.

"Ekonomi tetap akan berjalan dengan baik. Karena ini kan sebuah inovasi bisnis sangat menarik yang harus dilindungi dan didukung oleh pemerintah. Jadi sesuaikan aja regulasinya agar online antara konvensional dan online," katanya.

Komisi Transportasi DPR menyatakan siap merevisi UU tentang angkutan umum kalau dibutuhkan untuk mengakomodir kehadiran teknologi transportasi online.

Buntut penolakan kehadiran Uber dan Grab, ribuan sopir taksi konvensional demonstrasi di sejumlah tempat di Jakarta. Isu yang mereka angkat, antara lain produk tersebut tak sesuai dengan UU dan kehadiran mereka mengurangi pendapatan perusahaan taksi konvensional.

Saat ini, Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Kementerian Komunikasi dna Informatika, dan Kementerian Perhubungan sedang berkoordinasi untuk menyelesaikan polemik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Sindir Taksi Tak Ubah Tarif saat BBM Turun Harga

Ahok Sindir Taksi Tak Ubah Tarif saat BBM Turun Harga

News | Rabu, 23 Maret 2016 | 13:46 WIB

KPPU Dukung Adanya Transportasi Berbasis Online

KPPU Dukung Adanya Transportasi Berbasis Online

News | Rabu, 23 Maret 2016 | 13:19 WIB

Ribut-ribut Taksi Online, Kemenhub, Uber, Grab, Organda Kumpul

Ribut-ribut Taksi Online, Kemenhub, Uber, Grab, Organda Kumpul

News | Rabu, 23 Maret 2016 | 13:19 WIB

Ruhut Curiga Ada Aktor Intelektual di Balik Demo Taksi

Ruhut Curiga Ada Aktor Intelektual di Balik Demo Taksi

News | Rabu, 23 Maret 2016 | 13:03 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×