Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harus Ada Mitigasi Risiko Dalam Pengembangan Blok Masela

Adhitya Himawan

Sabtu, 26 Maret 2016 | 19:16 WIB
Harus Ada Mitigasi Risiko Dalam Pengembangan Blok Masela
Blok Masela. [maritim.go.id]

Suara.com - Pakar teknik kelautan Institut Teknologi Surabaya (ITS) Mukhtasor mengatakan perlu adanya mitigasi risiko dampak bencana kelautan untuk meminimalisir potensi bencana di lapangan minyak dan gas Blok Masela di Maluku.

"Pemerintah dan investor harus memberi perhatian utama pada mitigasi bencana kelautan dalam tindak lanjut pembangunan sistem perpipaan ke darat," Kata Mukhtasor dalam siaran pers yang diterma di Jakarta, Sabtu (26/3/2016).

Catatan mengenai gempa, kondisi dinamika lingkungan laut, keadaan sedimen dasar laut dan topografi dasar laut merupakan faktor yang penting dalam hal keselamatan operasi sistem perpipaan, katanya.

"Jarak angkut gas dengan pipa 90 km itu cukup panjang. Beroperasi di lingkungan palung yang dalam. Di Blok Masela dapat mencapai order seribu meter lebih," katanya.

Kalau pipa bertemu daerah batimetri dasar laut yang curam dapat mempengaruhi kestabilan pipa. Sementara arus yang cukup kekuatannya dapat menyebabkan scouring (gerusan) yang dapat berakibat pada tergerusnya dudukan pipa, lama-lama pipa akan terbentang dan bergetar lalu menurunkan kekuatannya, katanya.

"Ini akan berbeda jika pipa ada di daratan, kondisi tanah lebih stabil. Catatan gempa yang lebih dari 2000 kali sejak tahun 1900 itu juga perlu menjadi perhatian" ujar Guru Besar Teknik Kelautan ITS.

Ia menjelaskan keadaan sedimen dasar laut menggambarkan keadaan tanah dan batuan tempat dudukan pipa.

Apabila kondisinya lembek maka kekuatan menahan pipa lemah dapat menimbulkan bahaya sehingga perlu perhatian khusus dalam keamanan pipa, katanya.

"Jika tanahnya lembek akan berpengaruh pada dudukan pipa, sementara ketika arus kencang dan batuannya licin maka akan sulit membuat pipa stabil. Pada jenis dan keadaan sedimen tertentu ada yang bisa runtuh," ujar Mukhtasor.

Kondisi oseanografi inilah yang diharapkan mendapat perhatian lebih ketika merealisasikan proyek Blok Masela terutama dalam hal keamanan pipa karena ada potensi bencana lingkungan laut yang perlu diwaspadai.

Maka, analisis dampak lingkungan harus dilaksanakan secara benar dan bukan sebagai seremonial legalitas. Disamping itu, harus ada revisi POD (Plan Of Development) lapangan abadi Blok Masela.

Revisi ini tidak mudah karena ruang lingkup pekerjaan akan sangat berbeda, ujarnya.

Ia mengatakan investor juga harus investasi untuk meningkatkan level detil-nya uji batimetri dan oseanografi dan mendesain perpipaan dari kepala sumur ke daratan yang disesuaikan dengan zonasi lingkungan laut yang aman.

Pro-kontra pilihan laut atau darat untuk LNG Masela yang sempat mengemuka berakhir dengan keputusan Presiden yang menyatakan untuk membangunnya di darat.

Keputusan ini diumumkan Presiden pada hari Rabu (23/3) dalam kunjungan kerja ke Etikong, di Bandara Internasional Supadio, Kalimantan Barat.

Menurut Mukhtasor, sudah menjadi hal yang mutlak bagi semua pihak untuk dapat melaksanakannya dengan baik.

"Semua pihak mesti saling dukung untuk dapat merealisasikan proyek ratusan triliun ini agar bermanfaat besar bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Mukhtasor.

Lapangan Abadi Blok Masela merupakan salah satu cadangan gas terbesar di dunia dengan cadangan yang terbukti mencapai 10,73 triliun kaki kubik. Cadangan tersebut adalah cadangan terakhir yang ditemukan sejak 15 tahun yang lalu. Gas di Blok Masela ditemukan oleh Inpex, perusahaan migas asal Jepang pada tahun 1998. 

Menurut Kajian Forum Tujuh Tiga yang dipakai sebagai rujukan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. Pembangunan kilang darat Blok Masela diperkirakan membutuhkan lahan 600-800 hektare dengan biaya investasi 16 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). Kandungan lokal dalam pembangunan kilang diperkirakan 35 persen atau sekitar 5,6 miliar Dolar AS.  Kapasitas produksi sebesar 7,5 juta ton LNG setiap tahun. Masa produksi diperkirakan 2024 hingga 2048. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Blok Masela Bernilai Rp352 Triliun, Pertamina Didorong Perbesar TKDN dan Industri Lokal

Blok Masela Bernilai Rp352 Triliun, Pertamina Didorong Perbesar TKDN dan Industri Lokal

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 12:38 WIB

Proyek LNG Masela Prioritaskan 30 Persen Lapangan Kerja untuk Warga Lokal

Proyek LNG Masela Prioritaskan 30 Persen Lapangan Kerja untuk Warga Lokal

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:01 WIB

Proyek LNG Abadi Blok Masela Resmi Prioritaskan Pasar Domestik, Ini Strategi Pemerintah

Proyek LNG Abadi Blok Masela Resmi Prioritaskan Pasar Domestik, Ini Strategi Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:04 WIB

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:02 WIB

Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela

Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:53 WIB

Proyek Gas Masela Mandek, Bahlil Minta INPEX Segera Putuskan Investasi

Proyek Gas Masela Mandek, Bahlil Minta INPEX Segera Putuskan Investasi

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 15:08 WIB

Disposable Pod VEEV NOW ULTRA: Cari Tahu 5 Perbedaan dan Teknologi Terbarunya di Sini!

Disposable Pod VEEV NOW ULTRA: Cari Tahu 5 Perbedaan dan Teknologi Terbarunya di Sini!

Lifestyle | Kamis, 28 Agustus 2025 | 15:00 WIB

Bandit Negara Dilarang Kenyang Dalam Program Makan Bergizi Gratis

Bandit Negara Dilarang Kenyang Dalam Program Makan Bergizi Gratis

Bisnis | Selasa, 07 Januari 2025 | 14:54 WIB

Bisnis Aman, Begini Strategi Jitu Mitigasi Risiko Pengangkutan Barang

Bisnis Aman, Begini Strategi Jitu Mitigasi Risiko Pengangkutan Barang

Bisnis | Rabu, 16 Oktober 2024 | 09:04 WIB

Potret Lula Lahfah, Diteriaki Haram saat Umroh di Tanah Suci Gegara Bawa Barang Ini

Potret Lula Lahfah, Diteriaki Haram saat Umroh di Tanah Suci Gegara Bawa Barang Ini

Lifestyle | Rabu, 07 Agustus 2024 | 07:51 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×