Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Jokowi Sindir Banyak Proyek Infrastruktur Diwarnai Kegaduhan

Adhitya Himawan | Erick Tanjung | Suara.com

Rabu, 30 Maret 2016 | 12:01 WIB
Jokowi Sindir Banyak Proyek Infrastruktur Diwarnai Kegaduhan
‎Presiden Joko Widodo menghadiri dialog publik bertajuk Membangun Ekonomi Indonesia Yang Berdaya Saing di Balai Kartini, Jakarta , Rabu (30/3/2016). [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Presiden Joko Widodo kembali mengulangi pentingnya efisiensi regulasi dan pembangunan infrastruktur untuk mendongkrak produktivitas Indonesia. Di era keterbukaan ekonomi, kecepatan dalam persaingan adalah hal yang sangat krusial.

"Kita tahu memang jalan yang kita lalui tidak semulus dan seenak yang kita inginkan. Dan memang jalan itu tidak selamanya landai, terang benderang, tapi yang ini juga menjadi tantangan kita semua. Jalan itu akan gelap, berkelok, curam, dan yang kita rasakan juga bisa kadang pahit. Ya itulah yang mau tidak mau harus kita hadapi tantangan seperti itu," kata Presiden Jokowi ‎saat membuka dialog publik bertajuk 'Membangun Ekonomi Indonesia Yang Berdaya Saing' di Balai Kartini, Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Rabu (30/3/2016). Dialog publik bersama Presiden RI ini diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).

Agar pembangunan infrastruktur bisa berjalan cepat, Jokowi mengaku telah memintan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengerjakan proyek tersebut agar tidak memberlakukan jam kerja dua shift, melainkan 3 shift.

Ia juga menjelaskan telah mengecek secara langsung pembangunan Trans Sumatera sebanyak 6 kali. "Kadang-kadang mungkin ada yang mbatin saya, ini Presiden kurang urusan. Ngecek tol sampai 6 kali. Saya ingin beri semangat dan kontrol terhadap apa yang sudah ditargetkan berjalan. Kalau kita kebawah, kita mengerti problemnya apa. Tol Tran Sumatera itu pernah dilakukan Groundbreaking 35 tahun yang lalu, tetapi selama ini tidak pernah dibangun," jelas Jokowi.

Jokowi menegaskan berbagai proyek infrastruktur strategis ia monitor dan ia pastikan terus berjalan. Mulai dari Pelabuhan Kuala tanjung, Makassar New Port semua jalan. "Termasuk pembangunan kereta api di pelabuhan," tambah Jokowi. 

Ia menyayangkan pelaksanaan proyek infrastruktur kadang terlalu banyak diwarnai polemik yang terlalu dini. Sewaktu dirinya masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia melakukan peresmian proyek pembangunan transportasi massal Mass Rapid Transi (MRT). "Di depan saya berbondong-bondok, spanduk yang berisi penolakan. Belum digali sudah ditolak. Kalau kita nggak mulai ya, nggak akan pernah dimulai," tutur Jokowi.

Padahal masalah kemacetan di Ibukota Jakarta sudah dalam kondisi darurat. Kemacetan di Jakarta, menurutnya telah membuat Indonesia kehilangan Rp28 triliun setiap  tahun, sementara di Bandung Rp7 triliun setiap tahun. Ini yang mendesak untuk dibangun segera MRT dan Light Rail Transit (LRT) di jabodetabek. "Terus sambungannya apa? Ya kereta cepat. Karen itung-itunganan negara loh ya. Saya nggak urusan teknis kereta cepatnya. Tp kalkulasi makro negaranya. Kalau nggak dibangun, Indonesia akan terus kehilangan akibat kerugian macet," jelas Jokowi.

Jokowi mengakui pembangunan infrastruktur di Indonesia sudah jauh tertinggal. Sebagai perbandingan, Cina selama 8 tahun sanggup membangun 16 ribu km jalur kereta cepat atau  2 ribu km setiap tahun. "Kita baru mau bangun 150 km, ramenya sudah kayak gini. Cina setiap tahun bangun 2ribu km," urai Jokowi.

Adapun jalan tol di Cina sudah mencapai 60 ribu km. Sementara Indonesia 70 tahun merdeka sampai saat ini baru bisa membangun jalan tol 840 km. Ini membuat Indonesia harus segera mengejar ketertinggalan. "Saya beri target 5 tahun harus bangun  1.100 km saja sudah banyak yang nggak percaya. Banyak yang mengeluh kepada saya, sulit pak," kata Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PT SMI Salurkan Pembiayaan Rp 275 T ke Proyek Infrastruktur, Serap 10,9 Juta Tenaga Kerja

PT SMI Salurkan Pembiayaan Rp 275 T ke Proyek Infrastruktur, Serap 10,9 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 16:31 WIB

Menteri Dody: Yakin Proyek Sekolah Rakyat akan Siap untuk Tahun Ajaran Baru 2026

Menteri Dody: Yakin Proyek Sekolah Rakyat akan Siap untuk Tahun Ajaran Baru 2026

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 16:00 WIB

Beton Precast Jadi Solusi Efektif Percepatan Pembangunan Infrastruktur Nasional

Beton Precast Jadi Solusi Efektif Percepatan Pembangunan Infrastruktur Nasional

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 19:00 WIB

Mahfud MD Desak Penegakan Hukum Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh

Mahfud MD Desak Penegakan Hukum Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh

News | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 13:01 WIB

Solusi Investor "Get Lost", AHY Buka Kantor Fasilitasi Proyek Infrastruktur (IPFO)

Solusi Investor "Get Lost", AHY Buka Kantor Fasilitasi Proyek Infrastruktur (IPFO)

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 08:17 WIB

BMKG Peringatkan Krisis Pangan Akibat Cuaca Ekstrem, Desak Pembangunan Infrastruktur Tahan Bencana

BMKG Peringatkan Krisis Pangan Akibat Cuaca Ekstrem, Desak Pembangunan Infrastruktur Tahan Bencana

News | Minggu, 28 September 2025 | 10:51 WIB

Bongkar Penampakan Ijazah Gibran dengan Alumni MDIS Singapura, Apakah Sama?

Bongkar Penampakan Ijazah Gibran dengan Alumni MDIS Singapura, Apakah Sama?

Lifestyle | Kamis, 25 September 2025 | 19:23 WIB

Riwayat Pendidikan Gibran di Orchid Park Secondary School Disorot, Ini Fakta dan Profil Sekolahnya

Riwayat Pendidikan Gibran di Orchid Park Secondary School Disorot, Ini Fakta dan Profil Sekolahnya

Lifestyle | Senin, 22 September 2025 | 17:43 WIB

Di Balik Kontroversi Ijazah Gibran Rakabuming Raka, Ini Profil Kampus MDIS Singapura

Di Balik Kontroversi Ijazah Gibran Rakabuming Raka, Ini Profil Kampus MDIS Singapura

Lifestyle | Kamis, 18 September 2025 | 20:02 WIB

Pemerataan Pembangunan Infrastruktur hingga ke Wilayah Timur Indonesia

Pemerataan Pembangunan Infrastruktur hingga ke Wilayah Timur Indonesia

Bisnis | Senin, 15 September 2025 | 18:36 WIB

Terkini

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Anjlok, Kenapa Bawang Merah Masih Mahal?

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Anjlok, Kenapa Bawang Merah Masih Mahal?

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:53 WIB

Cara Cek Kelayakan KPR Online agar Pengajuan Aman, Praktis Tanpa Harus ke Bank

Cara Cek Kelayakan KPR Online agar Pengajuan Aman, Praktis Tanpa Harus ke Bank

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:11 WIB

Cegah Pialang Bodong, OJK Luncurkan QR Code untuk Verifikasi STTD Asuransi

Cegah Pialang Bodong, OJK Luncurkan QR Code untuk Verifikasi STTD Asuransi

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:54 WIB

Apa Itu Inflasi, Deflasi, dan Stagflasi? Kenali Perbedaan serta Dampaknya

Apa Itu Inflasi, Deflasi, dan Stagflasi? Kenali Perbedaan serta Dampaknya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:40 WIB

Kurs Rupiah Anjlok ke Rp17.409, Investor Pantau Data Pertumbuhan Ekonomi Q1

Kurs Rupiah Anjlok ke Rp17.409, Investor Pantau Data Pertumbuhan Ekonomi Q1

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:37 WIB

Apa Saja Jenis Pinjaman yang Tercatat dalam BI Checking? Ini Daftar Lengkapnya

Apa Saja Jenis Pinjaman yang Tercatat dalam BI Checking? Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:35 WIB

IHSG Masih Betah di Zona Merah Selasa Pagi Ini, Kembali ke Level 6.900

IHSG Masih Betah di Zona Merah Selasa Pagi Ini, Kembali ke Level 6.900

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:17 WIB

Emas Antam Semakin Terjangkau, Harganya Kini Rp 2,76 Juta/Gram

Emas Antam Semakin Terjangkau, Harganya Kini Rp 2,76 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:06 WIB

Usai Afrika, Kini Semen RI Tembus Pasar Prancis

Usai Afrika, Kini Semen RI Tembus Pasar Prancis

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:33 WIB

IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini

IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:25 WIB