Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 6.997,214
LQ45 708,256
Srikehati 341,255
JII 476,806
USD/IDR 17.010

BI Nilai Inflasi DKI Jakarta Masih Rendah

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Sabtu, 02 April 2016 | 02:50 WIB
BI Nilai Inflasi DKI Jakarta Masih Rendah
Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menilai inflasi di wilayah DKI Jakarta masih rendah, walaupun perkembangan harga-harga pada Maret 2016 kembali mengalami inflasi sebesar 0,15 persen (bulanan).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Doni P Joewono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat menyebutkan angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan rata-ratanya dalam empat tahun terakhir, yaitu sebesar 0,25 persen (bulanan).

Dengan perkembangan itu, inflasi sejak awal tahun hanya tercatat sebesar 0,32 persen (tahunan), jauh lebih rendah dibandingkan dengan historisnya dan juga lebih rendah dari capaian inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,62 persen.

Rendahnya inflasi sampai dengan bulan Maret dipengaruhi oleh relatif terkendalinya perkembangan harga bahan makanan serta adanya penurunan harga minyak dunia dan penguatan nilai tukar rupiah, yang kemudian diikuti dengan penyesuaian harga BBM dan tarif listrik.

Pada periode ini peningkatan harga pada kelompok bahan makanan tercatat lebih rendah dari historisnya terutama disebabkan oleh terkendalinya harga beras dan adanya koreksi harga pada komoditas daging dan telur ayam yang sempat meningkat tinggi di akhir tahun 2015.

Sementara itu, dorongan inflasi yang terjadi pada bulan Maret 2016 terutama bersumber dari kelompok sandang yang didorong oleh naiknya harga emas perhiasan serta meningkatnya harga bahan makanan, terutama pada subkelompok bumbu akibat pasokan yang berkurang.

Berdasarkan disagregasinya, inflasi kelompok inti pada Maret 2016 terutama berasal dari kelompok sandang yang mengalami inflasi sebesar 0.93 persen (bulanan), didorong oleh kenaikan indeks harga emas perhiasan yang masih cukup signifikan 3,31 persen (bulanan).

Kenaikan harga emas perhiasan tersebut mengikuti tren kenaikan harga emas dunia yang mulai meningkat dalam tiga bulan terakhir. Walau demikian, inflasi inti dari Januari hingga Maret 2016 relatif masih terjaga.

Nilai tukar yang cenderung menguat serta daya beli masyarakat yang masih rendah menjadi faktor pendukung stabilnya kelompok inti.

Setelah mengalami deflasi pada bulan sebelumnya, kelompok volatile food kembali mengalami inflasi pada Maret 2016. Bahan makanan tercatat mengalami inflasi sebesar 0.74% (mtm), dengan pendorong terbesar berasal dari subkelompok bumbu-bumbuan yang tercatat inflasi sebesar 16.38 persen (bulanan).

Komoditas yang terpantau naik signifikan adalah bawang merah, cabai rawit dan cabai merah, masing-masing sebesar 32,49 persen (bulanan), 31,03 persen (bulanan) dan 17,68 persen (bulanan).

Walau demikian, kenaikan kelompok volatile food tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditas utama lainnya seperti beras karena sudah mendekati musim panen raya sehingga pedagang cenderung menurunkan harga jualnya serta komoditas daging-dagingan akibat stok yang berlimpah, terutama daging ayam ras.

Sebagai penyumbang rendahnya inflasi awal tahun 2016 ini, perkembangan harga kelompok administered price kembali tercatat deflasi. Penerapan kebijakan pemerintah dalam menurunkan Tarif Tenaga Listrik (TTL) pada 12 golongan non subsidi per 1 Maret 2016 serta penurunan harga BBM non subsidi yang dilakukan dua kali pada 1 Maret dan 15 Maret 2016 menjadi pendorong utama deflasi pada kelompok ini.

Kebijakan pemerintah ini berdampak pada deflasi kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan (0,45 persen bulanan) serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,07 bulanan).

Selain itu, tarif angkutan udara juga mengalami deflasi sebesar 5,74 persen (bulanAn) seiring tingkat permintaan yang menurun serta tarif yang lebih murah sebagai dampak lanjutan dari penurunan BBM.

Memerhatikan kebijakan pemerintah terkait harga-harga komoditas energi serta pola perkembangan harga-harga dan pantauan terhadap beberapa komoditas di pasar-pasar di Jakarta, inflasi pada April 2016 diprakirakan akan tetap rendah dengan kecenderungan deflasi.

Kebijakan pemerintah dalam menurunkan harga BBM yaitu premium dan solar sebesar Rp500 per liter pada 1 April 2016 akan berdampak cukup signifikan terhadap pergerakan laju inflasi secara keseluruhan di bulan April 2016.

Penurunan harga BBM ini juga akan berdampak ke sektor lainnya, terutama sektor transportasi. Penurunan tarif angkutan umum sebesar � 3 persen mengikuti penurunan harga BBM pada angkutan penyeberangan laut dan sungai, angkutan kereta dan angkutan transportasi darat lainnya akan turut menahan laju inflasi.

Dari sisi kelompok volatile food, komoditas pangan terutama bumbu-bumbuan diindikasikan akan mengalami penurunan seiring dengan perkiraan pasokan yang lebih stabil.

Hal itu terpantau dari perkembangan harga komoditas tersebut pada minggu kelima Maret 2016 yang sudah menunjukkan tren menurun terutama cabai merah. Beras juga masih akan mengalami penurunan harga karena memasuki masa panen raya.

Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI serta BUMD yang bergerak di bidang pangan melalui TPID sangat diperlukan untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi tahun 2016.

Kerjasama dalam pemenuhan stok pangan DKI dengan daerah lain perlu terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Berbagai program TPID harus diharmonisasikan dengan berbagai kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah melalui program-program kerja di masing-masing SKPD, terutama yang menyangkut ketahanan pangan dan kelancaran distribusi pangan serta kebijakan lainnya.

Berbagai program yang ada harus didukung dengan komitmen yang kuat dari berbagai pihak agar tercapai kestabilan harga yang sangat dibutuhkan untuk mendorong pembangunan ekonomi Jakarta secara keseluruhan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Kuartal II 2016 Capai 12-14 Persen

BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Kuartal II 2016 Capai 12-14 Persen

Bisnis | Jum'at, 01 April 2016 | 16:59 WIB

Bahan Pangan Penyumbang Inflasi Paling Besar Maret 2016

Bahan Pangan Penyumbang Inflasi Paling Besar Maret 2016

Bisnis | Jum'at, 01 April 2016 | 11:22 WIB

Terkini

Ordal Kemenkeu Sebut APBN Hanya Kuat 2 Minggu, Purbaya Tertawa

Ordal Kemenkeu Sebut APBN Hanya Kuat 2 Minggu, Purbaya Tertawa

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:19 WIB

Bank Mandiri Raih Kinerja Moncer, Ekonom Nilai Buah Hasil Ekspansi

Bank Mandiri Raih Kinerja Moncer, Ekonom Nilai Buah Hasil Ekspansi

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:14 WIB

Harga Avtur RI Meroket, Bahlil Anggap Masih Murah Dibanding Negara Tetangga

Harga Avtur RI Meroket, Bahlil Anggap Masih Murah Dibanding Negara Tetangga

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:05 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik atau Tidak? Bahlil Buka Suara

Harga BBM Nonsubsidi Naik atau Tidak? Bahlil Buka Suara

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 14:56 WIB

AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global

AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 14:39 WIB

Masyarakat Indonesia Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp100,69 Triliun

Masyarakat Indonesia Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp100,69 Triliun

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 13:54 WIB

Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan

Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 13:49 WIB

Bursa Saham RI Merah pada Sesi I, Betah di Level 6.900

Bursa Saham RI Merah pada Sesi I, Betah di Level 6.900

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 12:39 WIB

Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!

Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 12:34 WIB

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rekor Rp100 Triliun, Mulai Banyak yang Gadai Barang

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rekor Rp100 Triliun, Mulai Banyak yang Gadai Barang

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 12:16 WIB