Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BI Nilai Inflasi DKI Jakarta Masih Rendah

Arsito Hidayatullah

Sabtu, 02 April 2016 | 02:50 WIB
BI Nilai Inflasi DKI Jakarta Masih Rendah
Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menilai inflasi di wilayah DKI Jakarta masih rendah, walaupun perkembangan harga-harga pada Maret 2016 kembali mengalami inflasi sebesar 0,15 persen (bulanan).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Doni P Joewono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat menyebutkan angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan rata-ratanya dalam empat tahun terakhir, yaitu sebesar 0,25 persen (bulanan).

Dengan perkembangan itu, inflasi sejak awal tahun hanya tercatat sebesar 0,32 persen (tahunan), jauh lebih rendah dibandingkan dengan historisnya dan juga lebih rendah dari capaian inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,62 persen.

Rendahnya inflasi sampai dengan bulan Maret dipengaruhi oleh relatif terkendalinya perkembangan harga bahan makanan serta adanya penurunan harga minyak dunia dan penguatan nilai tukar rupiah, yang kemudian diikuti dengan penyesuaian harga BBM dan tarif listrik.

Pada periode ini peningkatan harga pada kelompok bahan makanan tercatat lebih rendah dari historisnya terutama disebabkan oleh terkendalinya harga beras dan adanya koreksi harga pada komoditas daging dan telur ayam yang sempat meningkat tinggi di akhir tahun 2015.

Sementara itu, dorongan inflasi yang terjadi pada bulan Maret 2016 terutama bersumber dari kelompok sandang yang didorong oleh naiknya harga emas perhiasan serta meningkatnya harga bahan makanan, terutama pada subkelompok bumbu akibat pasokan yang berkurang.

Berdasarkan disagregasinya, inflasi kelompok inti pada Maret 2016 terutama berasal dari kelompok sandang yang mengalami inflasi sebesar 0.93 persen (bulanan), didorong oleh kenaikan indeks harga emas perhiasan yang masih cukup signifikan 3,31 persen (bulanan).

Kenaikan harga emas perhiasan tersebut mengikuti tren kenaikan harga emas dunia yang mulai meningkat dalam tiga bulan terakhir. Walau demikian, inflasi inti dari Januari hingga Maret 2016 relatif masih terjaga.

Nilai tukar yang cenderung menguat serta daya beli masyarakat yang masih rendah menjadi faktor pendukung stabilnya kelompok inti.

Setelah mengalami deflasi pada bulan sebelumnya, kelompok volatile food kembali mengalami inflasi pada Maret 2016. Bahan makanan tercatat mengalami inflasi sebesar 0.74% (mtm), dengan pendorong terbesar berasal dari subkelompok bumbu-bumbuan yang tercatat inflasi sebesar 16.38 persen (bulanan).

Komoditas yang terpantau naik signifikan adalah bawang merah, cabai rawit dan cabai merah, masing-masing sebesar 32,49 persen (bulanan), 31,03 persen (bulanan) dan 17,68 persen (bulanan).

Walau demikian, kenaikan kelompok volatile food tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditas utama lainnya seperti beras karena sudah mendekati musim panen raya sehingga pedagang cenderung menurunkan harga jualnya serta komoditas daging-dagingan akibat stok yang berlimpah, terutama daging ayam ras.

Sebagai penyumbang rendahnya inflasi awal tahun 2016 ini, perkembangan harga kelompok administered price kembali tercatat deflasi. Penerapan kebijakan pemerintah dalam menurunkan Tarif Tenaga Listrik (TTL) pada 12 golongan non subsidi per 1 Maret 2016 serta penurunan harga BBM non subsidi yang dilakukan dua kali pada 1 Maret dan 15 Maret 2016 menjadi pendorong utama deflasi pada kelompok ini.

Kebijakan pemerintah ini berdampak pada deflasi kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan (0,45 persen bulanan) serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,07 bulanan).

Selain itu, tarif angkutan udara juga mengalami deflasi sebesar 5,74 persen (bulanAn) seiring tingkat permintaan yang menurun serta tarif yang lebih murah sebagai dampak lanjutan dari penurunan BBM.

Memerhatikan kebijakan pemerintah terkait harga-harga komoditas energi serta pola perkembangan harga-harga dan pantauan terhadap beberapa komoditas di pasar-pasar di Jakarta, inflasi pada April 2016 diprakirakan akan tetap rendah dengan kecenderungan deflasi.

Kebijakan pemerintah dalam menurunkan harga BBM yaitu premium dan solar sebesar Rp500 per liter pada 1 April 2016 akan berdampak cukup signifikan terhadap pergerakan laju inflasi secara keseluruhan di bulan April 2016.

Penurunan harga BBM ini juga akan berdampak ke sektor lainnya, terutama sektor transportasi. Penurunan tarif angkutan umum sebesar � 3 persen mengikuti penurunan harga BBM pada angkutan penyeberangan laut dan sungai, angkutan kereta dan angkutan transportasi darat lainnya akan turut menahan laju inflasi.

Dari sisi kelompok volatile food, komoditas pangan terutama bumbu-bumbuan diindikasikan akan mengalami penurunan seiring dengan perkiraan pasokan yang lebih stabil.

Hal itu terpantau dari perkembangan harga komoditas tersebut pada minggu kelima Maret 2016 yang sudah menunjukkan tren menurun terutama cabai merah. Beras juga masih akan mengalami penurunan harga karena memasuki masa panen raya.

Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI serta BUMD yang bergerak di bidang pangan melalui TPID sangat diperlukan untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi tahun 2016.

Kerjasama dalam pemenuhan stok pangan DKI dengan daerah lain perlu terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Berbagai program TPID harus diharmonisasikan dengan berbagai kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah melalui program-program kerja di masing-masing SKPD, terutama yang menyangkut ketahanan pangan dan kelancaran distribusi pangan serta kebijakan lainnya.

Berbagai program yang ada harus didukung dengan komitmen yang kuat dari berbagai pihak agar tercapai kestabilan harga yang sangat dibutuhkan untuk mendorong pembangunan ekonomi Jakarta secara keseluruhan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Kuartal II 2016 Capai 12-14 Persen

BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Kuartal II 2016 Capai 12-14 Persen

Bisnis | Jum'at, 01 April 2016 | 16:59 WIB

Bahan Pangan Penyumbang Inflasi Paling Besar Maret 2016

Bahan Pangan Penyumbang Inflasi Paling Besar Maret 2016

Bisnis | Jum'at, 01 April 2016 | 11:22 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×