Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Kebijakan Ekonomi Pemerintah Terkesan Tidak Sinkron

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 11 April 2016 | 20:46 WIB
Kebijakan Ekonomi Pemerintah Terkesan Tidak Sinkron
Konsumsi listrik oleh lampu penerangan di kawasan Tugu Monas, Jakarta Pusat, Selasa (12/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Direktur Riset dan Ekonom Senior Kenta Institute Eric Sugandi menyatakan bahwa kebijakan pemerintah mencabut subsidi listrik dengan penaikan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) memang terkesan tidak sinkron. Kondisi ini karena pemerintah tidak mempunyai banyak pilihan ditengah pilihan kebijakan ekonomi yang begitu terbatas.

"Memang kesannya tidak sinkron. Walaupun kalau dibilang bertentangan tidak juga," kata Eric saat dihubungi Suara.com, Senin (11/4/2016).

Eric memahami keputusan Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro menaikkan batas atas PTKP. Tujuannya memang untuk memacu daya beli, gairah dunia usaha hingga pertumbuhan ekonomi. "Pilian ini merupakan konsekuensi terlalu tingginya target penerimaan pajak kita pada tahun ini yang tidak realistis dengan situasi ekonomi global maupun nasional," ujar Eric.

Disisi lain, ia melihat belanja subsidi energi, termasuk listrik masih cukup besar. Padahal target penerimaan pajak tahun ini cukup besar peluangnya untuk tidak mencapai target. Akibatnya banyak pemangkasan pengeluaran negara yang harus ditempuh pemerintah. "Saya kira ini salah satu latar belakang mengapa penghapusan subsidi listrik untuk golongan rumah tangga 900 VA terpaksa dilakukan tahun ini. Tapi saya yakin kebijakan ini tak akan memukul terlalu jatuh daya beli masyarakat saat ini," tutup Eric.

Sebagaimana diketahui, mulai 1 Juni atau 1 Juli 2016, pemerintah bakal mencabut subsidi listrik untuk golongan pelanggan 900 VA. Menurut data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, jumlah pelanggan golongan ini mencapai 22 juta pelanggan. Dari jumlah tersebut, yang berhak menerima subsidi listrik hanyalah 4 juta pelanggan. Artinya ada 18 juta pelanggan yang tak berhak menerima subsidi listrik. Kondisi inilah yang mendorong pemerintah mencabut subsidi listrik.

Mengacu data Kementerian Keuangan, subsidi listrik yang dialokasikan pemerintah memang terus menurun dalam 3 tahun terakhir. Pada tahun 2014, subsidi energi yang dialokasikan mencapai Rp101,82 triliun dimana 42,42 persen diantaranya adalah subsidi listrik. Memasuki tahun 2015,  subsidi energi yang dialokasikan mencapai Rp73,15 triliun dimana 53,07 persen diantaranya adalah subsidi listrik. Selanjutnya pada tahun ini,  subsidi energi yang dialokasikan hanya mencapai Rp38,39 triliun dimana 37,61 persen diantaranya adalah subsidi listrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BYD Berhasil Jadi Raja Mobil Listrik Baru Geser Dominasi Tesla dan BMW

BYD Berhasil Jadi Raja Mobil Listrik Baru Geser Dominasi Tesla dan BMW

Otomotif | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:58 WIB

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:30 WIB

Serbuan Merek China Sukses Buat Penjualan Mobil Listrik Indomobil Lampaui Target 50 Persen

Serbuan Merek China Sukses Buat Penjualan Mobil Listrik Indomobil Lampaui Target 50 Persen

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kurangi Subsidi BBM Alasan Menkeu Purbaya Sepakat Berikan Insentif Kendaraan Listrik Mulai Juni

Kurangi Subsidi BBM Alasan Menkeu Purbaya Sepakat Berikan Insentif Kendaraan Listrik Mulai Juni

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:30 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!

Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:45 WIB

Mobil Listrik Geely Termurah Mulai Harga Berapa? Ini Daftar Lengkapnya di Indonesia

Mobil Listrik Geely Termurah Mulai Harga Berapa? Ini Daftar Lengkapnya di Indonesia

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:50 WIB

Purbaya Restui Subsidi 200 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik, Berlaku Juni 2026

Purbaya Restui Subsidi 200 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik, Berlaku Juni 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:42 WIB

Indomobil Gelar Pameran Khusus Mobil Listrik Demi Genjot Penjualan

Indomobil Gelar Pameran Khusus Mobil Listrik Demi Genjot Penjualan

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:31 WIB

Geely Bertekad Menjadi Toyota Versi China di Tengah Sengitnya Persaingan Industri Otomotif

Geely Bertekad Menjadi Toyota Versi China di Tengah Sengitnya Persaingan Industri Otomotif

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:53 WIB

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:37 WIB

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:31 WIB

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:30 WIB

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:13 WIB

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:02 WIB

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:52 WIB

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:36 WIB

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:18 WIB

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB