Indonesia Ajak G-20 Bersinergi Bangun Infrastruktur

Adhitya Himawan Suara.Com
Sabtu, 23 April 2016 | 06:20 WIB
Indonesia Ajak G-20 Bersinergi Bangun Infrastruktur
Gedung Kementerian Keuangan, di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengajak negara-negara G20 untuk bersinergi dalam melaksanakan inisiatif pembangunan infrastrukturnya.

Hal tersebut dikatakan Ketua Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara dalam diskusi dengan wartawan di Jakarta, Jumat (22/4/2016), terkait dengan hasil rangkaian kegiatan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro pada pertemuan musim semi Bank Dunia-Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC, AS, 12-18 April lalu.

"Indonesia menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak bisa dianggap hanya sebagai kepentingan suatu negara secara individual tetapi juga merupakan isu yang penting secara regional dan global," katanya.

Oleh karena itu, Indonesia mengajak negara-negara G20 untuk bekerja sama dalam melaksanakan inisiatif pembangunan infrastrukturnya.

"Sehingga kerja sama tersebut akan diwujudkan dalam suatu bentuk 'global infrastructure connectivity alliance'," ucap Suahasil.

Ia menjelaskan dalam pertemuan negara-negara G20 terdapat pembahasan tentang investasi dan infrastruktur.

Terdapat tiga isu penting yang dibahas, antara lain mendorong peran bank-bank pembangunan multilateral untuk mendanai investasi di bidang infrastruktur.

Selain itu, katanya, peningkatan konektifitas infrastruktur secara global dan pendekatan alternatif pembiayaan lainnya dengan mengembangkan peranan sektor swasta dalam pembiayaan infrastruktur.

"Dalam hal ini, Indonesia sebagai 'lead discussion' untuk isu konektifitas menyampaikan bahwa isu ini sangat penting agar setiap lapisan masyarakat dapat menikmati hasil dari pembangunan ekonomi, melalui pembangunan infrastruktur sosial, seperti sekolah dan rumah sakit serta pembangunan fisik lainnya seperti pelabuhan dan tol," ujarnya.

Di samping itu, konektifitas juga membantu setiap negara di dunia untuk mendapatkan akses informasi dan transparansi atas tata kelola yang baik.

"Sehingga pembangunan konektifitas juga akan mendorong peran swasta dalam pembangunan, tenaga kerja, dan perdagangan, dan pada akhirnya akan mengurangi 'vulnerabilitas'," ucap Suahasil. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI