Kembangkan Amunisi, Pindad Gandeng Junghans Defence

Adhitya Himawan

Sabtu, 23 April 2016 | 14:58 WIB
Kembangkan Amunisi, Pindad Gandeng Junghans Defence
Satgas Kizi TNI Terima Ranpur Anoa dari PT Pindad. [Puspen TNI]

Suara.com - PT Pindad (Persero) menggandeng perusahaan suplier "fuze" amunisi asal Jerman, Junghans Defence untuk melakukan sinergi pada bidang sistem fuze beberapa produk amunisi yakni mortar, artileri, tank, roket dan amunisi angkatan laut.

"Pindad dan Junghans Defence telah sepakat melakukan sinergi bidang sistem fuze untuk mortar, artileri, tank roket dan amunisi angkatan laut yang akan dimulai tahun 2016 dengan investasi awal 5 juta dolar AS, dan di masa depan bisa mencapao 20 juta dolar AS," kata Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim dalam keterangan resmi, di Bandung, Sabtu (23/4/2016).

Penandatanganan nota kesepahaman itu menjadi bagian dari agenda kegiatan Presiden Joko Widodo pada acara Forum Bisnis Indonesia-Jerman d Berlin, 18 April lalu.

Menurut Silmy, penandatanganan Nota Kesepahaman itu sebagai salah satu bentuk komitmen Pindad untuk melakukan ekspansi pemasaran ke luar Indonesia.

Ia menjelaskan beberapa tahapan kerja sama awal telah direncanakan bersama dengan Junghans Defence antara lain persiapan alih teknologi, mekanikal mortar fuze, menyiapkan lini produksi dan perakitan di Pindad.

Selain itu, pemberian hak ekspor pemasaran kepada Pindad dengan fokus Pasar di luar Indonesia khususnya di Asia Pasific.

"Ke depan Pindad dapat memasarkan fuze yang diproduksi sendiri ke pasar di luar Indonesia, terutama negara-negara di Asia Pasific," katanya.

Fuze merupakan suatu perangkat yang menginisiasi proses peledakan pada amunisi dalam suatu kondisi tertentu.

Menurut Silmy, Pindad menghabiskan biaya yang cukup besar untuk pengadaan fuze sehingga pentingnya kemampuan untuk dapat memproduksi fuze secara mandiri.

Melalui terobosan kerja sama itu, kemampuan industri pertahanan dan keamanan dalam negeri meningkat dan total devisa yang dikeluarkan negara untuk pengadaan fuze dapat dihemat.

"Dalam setahun, Pindad mengeluarkan biaya sekitar 4 juta dolar AS untuk pengadaan fuze. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mendukung Pindad untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan dan keamanan, tapi juga dapat menghemat devisa yang dikeluarkan negara," kata Silmy.

Penandatanganan nota kesepahaman merupakan salah satu agenda acara dalam Forum Bisnis Indonesia-Jerman, suatu kegiatan yang mempertemkan investor dan pemerintah kedua negara untuk membicarakan investasi jangka panjang dengan fokus utama pada bida ekonomi.

Selain Pindad, beberapa perusahaan yang ikut menandatangani kesepakatan kerja sama yakni PT Aneka Tambang dengan Ferrostal dan PLN yang dengan Siemens AG.

Melalui kegiatan itu, Pindad menambah panjang daftar kerja sama dengan perusahaan Jerman.

Sebelumnya, perusahaan BUMN Strategis itu menjalin kerja sama dengan perusahaan besar dunia asal Jerman yakni Dimler AS, MAN Diesel & Turbo serta Rheinmetall Landsysteme.

"Kerja sama strategis dengan banyak perusahaan dunia merupakan salah satu komitmen Pindad untuk mencapai visi perusahaan menjadi perusahaan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) di Asia pada 2023," kata Dirut PT Pindad Persero menambahkan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:34 WIB

Transformasi Holding BUMN Asuransi Tak Hanya Fokus Bisnis

Transformasi Holding BUMN Asuransi Tak Hanya Fokus Bisnis

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:48 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Bos BEI Tertarik BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara Bisa Melantai di Bursa

Bos BEI Tertarik BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara Bisa Melantai di Bursa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Bisnis Danareksa Berubah, Jadi Pengelola Kawasan Industri

Bisnis Danareksa Berubah, Jadi Pengelola Kawasan Industri

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:46 WIB

Dalih INKA KRL Buatannya Selalu Bermasalah

Dalih INKA KRL Buatannya Selalu Bermasalah

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:32 WIB

750 BUMN Ditutup Pada Era Prabowo, Puluhan Ribu Pekerja Terancam PHK?

750 BUMN Ditutup Pada Era Prabowo, Puluhan Ribu Pekerja Terancam PHK?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Para Bos BUMN Kini Dilarang Lihatkan Gaya Hidup Mewah dan Pakai Patwal Tot Tot Wuk Wuk

Para Bos BUMN Kini Dilarang Lihatkan Gaya Hidup Mewah dan Pakai Patwal Tot Tot Wuk Wuk

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:16 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Terkini

Terbukti Terima Suap Kasus Nikel Rp 4,8 Miliar, Mantan Ketua Ombudsman Divonis 5 Tahun

Terbukti Terima Suap Kasus Nikel Rp 4,8 Miliar, Mantan Ketua Ombudsman Divonis 5 Tahun

News | Kamis, 05 November 2026 | 13:07 WIB

62 Saham Kena Suspensi, Ini Penyebabnya

62 Saham Kena Suspensi, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 13:05 WIB

Resep Gado-Gado dengan Saus Kacang Gurih, Segar dan Mengenyangkan

Resep Gado-Gado dengan Saus Kacang Gurih, Segar dan Mengenyangkan

Sumut | Kamis, 05 November 2026 | 13:05 WIB

Perkuat Industri Otomotif Nasional, Lima Mobil Listrik Wuling Resmi Kantongi TKDN 60 Persen

Perkuat Industri Otomotif Nasional, Lima Mobil Listrik Wuling Resmi Kantongi TKDN 60 Persen

Otomotif | Kamis, 05 November 2026 | 13:05 WIB

Cara Motul Dekatkan Diri dengan Pecinta Otomotif dan Kuliner

Cara Motul Dekatkan Diri dengan Pecinta Otomotif dan Kuliner

Otomotif | Kamis, 05 November 2026 | 13:04 WIB

Lewat Sanggar Belajar, UPNVJ Dampingi Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

Lewat Sanggar Belajar, UPNVJ Dampingi Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 13:01 WIB

Spanduk Anomali di Sidang Roy Suryo Cs, Pendukung PSI: Kami Akan Lawan Terus Jokowi

Spanduk Anomali di Sidang Roy Suryo Cs, Pendukung PSI: Kami Akan Lawan Terus Jokowi

News | Kamis, 05 November 2026 | 13:00 WIB

Ulasan Novel Para Priyayi, Menjadi Terhormat Bukan Sekadar soal Jabatan

Ulasan Novel Para Priyayi, Menjadi Terhormat Bukan Sekadar soal Jabatan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 13:00 WIB

Dua Pejabat KPK Pindah ke BGN, Ditugaskan Awasi Potensi Korupsi Program MBG

Dua Pejabat KPK Pindah ke BGN, Ditugaskan Awasi Potensi Korupsi Program MBG

News | Kamis, 05 November 2026 | 12:57 WIB

Jokowi Hadiri Sidang Ijazah Palsu Pakai Batik Parang, Ternyata Maknanya Sakral!

Jokowi Hadiri Sidang Ijazah Palsu Pakai Batik Parang, Ternyata Maknanya Sakral!

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 12:54 WIB

×