- COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengubah fokus bisnis Danareksa menjadi operator kawasan industri terintegrasi pada tahun 2026.
- Konsolidasi di Jakarta melibatkan dua belas kawasan industri BUMN guna menyederhanakan struktur usaha dan membentuk model bisnis baru.
- Transformasi ini bertujuan menarik investasi asing, mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, serta membuka banyak lapangan pekerjaan baru.
Suara.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, merubah bisnis Danareksa dari manajer investasi, menjadi operator kawasan industri terintegrasi.
Perubahan bisnis Danareksa ini merupakan bagian dari konsolidasi dan penyederhanaan struktur usaha (streamlining) BUMN yang dilakukan sepanjang 2026.
Melalui langkah tersebut, Danareksa akan difokuskan sebagai operator kawasan industri yang tidak hanya menyediakan fasilitas bagi pelaku usaha, tetapi juga mengembangkan ekosistem terintegrasi untuk mendukung aktivitas industri dan pertumbuhan ekonomi.
“Hanya akan fokus menjadi operator kawasan industri. Yang diharapkan itu KEK, kawasan industrial estate itu benar-benar menjadi kota, nanti kan kita ada smart city di dalamnya,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
![Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/26/47339-dony-oskaria-danantara-wamen-bumn.jpg)
Konsolidasi mencakup 12 kawasan industri dalam portofolio BUMN, dengan lima kawasan siap memasuki tahapan transaksi.
Penataan ini menjadi fondasi bagi Danareksa untuk menyusun model bisnis baru, mengidentifikasi sumber pendapatan, serta merumuskan arah pengembangan kawasan industri secara lebih terarah.
Dony menekankan, proses konsolidasi dan streamlining perlu dituntaskan pada 2026 agar penataan model bisnis dapat dimulai pada 2027.
Untuk itu, Danareksa didorong segera merampungkan roadmap pengembangan kawasan industri sebagai acuan dalam menentukan strategi dan prioritas pengembangan ke depan.
"Karena kawasan industri ini akan menjadi salah satu enabler untuk menarik investor masuk ke Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan, sehingga pengembangan ini harus dilakukan secara masif," beber Dony.
Selain berorientasi pada pertumbuhan bisnis, transformasi Danareksa juga membawa mandat strategis untuk mendukung kepentingan nasional. Kawasan industri diharapkan menjadi penggerak masuknya investasi, mempercepat pertumbuhan industri dalam negeri, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
"Karena kawasan industri ini, ingat, kita tidak sama seperti kawasan industri swasta. Kita ada tugas negara juga yang harus kita jalankan, yaitu mengundang sebanyak mungkin investasi masuk ke Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan," pungkas Dony.