Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Pasar Siaga Hadapi Sejumlah Rapat Bank Sentral

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 27 April 2016 | 09:48 WIB
Pasar Siaga Hadapi Sejumlah Rapat Bank Sentral
Ilustrasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). [Antara]

Suara.com - Pasar saham secara konsisten melemah pada perdagangan pekan lalu setelah peningkatan harga minyak terlihat mendekati titik jenuh dan ketidakpastian ekonomi global terus membebani sentimen pasar.

Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM mengatakan bahwa pasar Eropa tertekan, karena trader mempertimbangkan komentar dari Mario Draghi tentang kebijakan stimulus lebih lanjut dari ECB.

Kekhawatiran ini menular ke Amerika di sesi hari Jumat. Walaupun pasar Asia terangkat oleh ekspektasi yang semakin besar bahwa BoJ mungkin akan meluncurkan langkah stimulus lagi pada rapat BoJ mendatang, kegelisahan seputar penurunan harga minyak dan ketidakpastian ekonomi dapat memperkuat Yen dan memukul pasar Asia.

Saham global, lanjut dia, mungkin akan bergerak pekan ini mengingat sejumlah bank sentral utama akan menggelar rapat untuk menentukan langkah besar berikutnya demi mencapai stabilitas nasional dan mengatasi masalah ekonomi global.

"Fed diperkirakan tidak akan mengambil tindakan di bulan April. Perhatian sepertinya akan terpusat pada Bank of Japan yang selalu mengejutkan pasar finansial dengan kebijakan moneter agresif yang tak biasa," terang Lukman dalam siaran pers yang diterima suara.com, Rabu (27/4/2016)

Ia mengatakan investor harus menyadari bahwa penurunan harga minyak, ketidakpastian keadaan ekonomi global, dan kewaspadaan bank sentral berkontribusi pada melemahnya pasar saham. "Mengingat faktor-faktor tersebut tidak berubah dan bahkan semakin memburuk, pasar saham dapat semakin melemah. Peningkatan harga dapat dilihat sebagai relief rally semata menuju penurunan lebih lanjut," jelas Lukman.

Yen Melemah
Bank of Japan mengguncang pasar finansial pada perdagangan hari Jumat. Yen merosot tajam dengan adanya spekulasi bahwa bank sentral ini dapat menetapkan suku bunga negatif guna meningkatkan permohonan kredit.

Walaupun ide mendapatkan bayaran dengan meminjam uang terdengar menyenangkan, langkah berbahaya ini menjadi sinyal bahwa keefektifan kebijakan moneter semakin berkurang dan keputusasaan mulai terasa karena bank sentral hampir kehabisan amunisi.  
Jepang berada dalam situasi sulit. Kekhawatiran resesi teknikal terus meningkat, sedangkan negara ini sedang berusaha mengatasi tekanan deflasi dari Yen yang terus terapresiasi.

Ekspektasi bahwa bank sentral Jepang akan mengeluarkan kebijakan moneter lebih lanjut di rapat mendatang semakin meningkat. Namun demikian, tindakan jangka pendek ini mungkin hanya akan membantu Yen bulls untuk kembali mendominasi.

Pound sterling Menguat
GBP menguat pekan lalu karena kampanye Brexit sangat menurun dan komentar Obama yang tak mendukung Inggris keluar dari Uni Eropa membangun optimisme bahwa voter akan memilih untuk menolak keluar dari Uni Eropa. Apresiasi GBP masuk akal, namun pergerakan ini terasa berlebihan dan GBP mungkin akan kembali melemah setelah euforia mulai menipis.

Ketidakpastian seputar Brexit tetap menghantui ketertarikan investor terhadap GBP. Data ekonomi Inggris yang konsisten lemah tidak memberi insentif bagi Bank of England untuk meningkatkan suku bunga Inggris dalam waktu dekat.

Sentimen terhadap GBP tetap agak bearish. Walaupun GBPUSD secara teknikal harus ditutup di atas 1.4500 agar pembeli tertarik untuk semakin memperkuat pasangan ini, investor bearish dapat memanfaatkan dinding resistance ini untuk kembali menuju 1.4200.

Harga Minyak Melemah Karena Masalah Output
Gejolak harga Minyak Mentah WTI masih berlanjut. Harga minyak berkisar di $43.50 setelah muncul berita tentang kemungkinan ekspansi lapangan minyak Arab Saudi yang dapat meningkatkan produksi dan memperburuk situasi di pasar yang sudah mengalami oversuplai besar-besaran.

Sepertinya peningkatan harga minyak jangka pendek karena pemogokan di Kuwait telah berakhir. Kegelisahan tentang ketidakmampuan OPEC untuk bekerja sama mengatur produksi dapat membuat harga semakin merosot menuju $40.

Dari sudut pandang teknikal, walaupun peningkatan harga pekan lalu cukup mengesankan, komoditas ini gagal ditutup di atas level yang dianggap sebagai level teknikal kritis yaitu $44 dan dapat mengalami aksi profit taking.

Sorotan Mata Uang - EURUSD
EUR bears muncul dengan dramatis pada perdagangan pekan lalu. EURUSD merosot di bawah 1.1250 karena ketidakpastian apakah ECB akan meluncurkan stimulus lebih lanjut di masa mendatang.

Pasangan mata uang ini mendadak bearish pada rentang waktu harian dan bears dapat terus mengendalikan selama harga berada di bawah 1.1250.

Ada kemungkinan level support sebelumnya 1.1250 dapat berubah menjadi level resistance dinamis yang mendorong penurunan lebih lanjut menuju 1.1150. Dari sudut pandang teknikal, harga berada di bawah 20 SMA harian namun MACD masih melintas ke bawah. Pergerakan bullish di atas 1.1350 menyiratkan bears melemah dan mematahkan situasi bearish harian ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditopang Bursa Regional, IHSG Dibuka Menguat 28,87 Poin

Ditopang Bursa Regional, IHSG Dibuka Menguat 28,87 Poin

Bisnis | Rabu, 02 Maret 2016 | 10:40 WIB

Harga Emas Turun Tertekan Kenaikan Pasar Saham Global

Harga Emas Turun Tertekan Kenaikan Pasar Saham Global

Bisnis | Rabu, 20 Januari 2016 | 06:07 WIB

Saham Wall Street Kembali Bangkit Pagi Ini

Saham Wall Street Kembali Bangkit Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 06 Januari 2016 | 06:06 WIB

Bursa Saham Eropa Dibuka Stabil Hari Ini

Bursa Saham Eropa Dibuka Stabil Hari Ini

Bisnis | Selasa, 29 Desember 2015 | 16:19 WIB

Terkini

Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:18 WIB

Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah

Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:06 WIB

Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan

Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:03 WIB

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:55 WIB

Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya

Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:36 WIB

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:18 WIB

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB