Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Hendy Setiono, Berkat Kebab Kini Jadi Miliuner

Adhitya Himawan

Jum'at, 06 Mei 2016 | 18:13 WIB
Hendy Setiono, Berkat Kebab Kini Jadi Miliuner
Pemilik sekaligus Presiden Direktur PT. Baba Rafi Indonesia Hendy Setiono. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Siapa kini yang tak kenal dengan kebab? Makanan dari Timur Tengah ini kini semakin digemari dan mudah dijumpai di berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan di ibukota Jakarta, kios atau outlet penjual kebab sangat mudah dijumpai dipinggir jalan.

Namun siapa sangka bahwa berjualan kebab jika dikelola dengan profesional bisa berkembang menjadi bisnis beromzet miliaran? Hendy Setiono, pemilik, pendiri sekaligus Presiden Direktur PT. Baba Rafi Indonesia telah membuktikannya. Kini produk kebab dengan merek Kebab Turki Baba Rafi telah berkembang pesat di seluruh Indonesia.

“Saat ini kami sudah memiliki lebih dari 1200 outlet penjualan diseluruh Indonesia. Kami sudah hadir di berbagai wilayah luar Jawa meskipun belum total 34 provinsi. Outlet kami yang di Jabodetabek sendiri ada 200 outlet dan yang diseluruh Pulau Jawa ada sekitar 60 persen dari total outlet kami,” kata Hendy saat diwawancarai Suara.com di Kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (6/5/2016).

Cerita Hendy menekuni bisnis kebab cukup panjang. Awalnya pada tahun 2003, Hendy mengunjungi negeri Qatar, salah satu negara di kawasan Asia Barat atau Timur Tengah. Kunjungan Hendy untuk menengok sang ayah yang memang bekerja di salah satu perusahaan minyak di Qatar. Saat di Qatar inilah, Hendy berwisata kuliner dan langsung jatuh cinta dengan makanan kebab.

Kala itu makanan kebab belum banyak diperjual belikan di Indonesia. Ia langung terpikir untuk membuka bisnis jualan makanan kebab di Indonesia. Sepulang dari Indonesia, Hendy akhirnya memutuskan tak melanjutkan studinya di Institut Teknik Surabaya (ITS). Keputusan ini sempat ditentang kedua orangtuanya yang ingin dirinya menjadi sarjana.

Namun tekad sudah bulat, Hendy lantas meminjam modal Rp4 juta dari sang adik. Bersama istrinya, Nilam Sari dan rekannya Hasan Baraja, ia memulai membuka geroba perdana di kawasan Nginden Semolo, Surabaya, Jawa Timur. Awal bisnis dilalui dengan banyak cobaan berat. Mulai dari kondisi gerobak yang tak layak serta bunga kredit bank yang sangat mahal hingga 18 persen.

Berbagai rintangan berat tak membuat Hendy menyerah. Ia punya resep agar bisnisnya bisa berkembang dan mampu melalui berbagai rintangan. Resep tersebut dikenal sebagai LETAM. Maksdunya adalah L-Lihat, E-Evaluasi Peluang, T-Tirukan cara yang mungkin dapat diadopsi, A-Amati caranya dan lakukan, M-Modifikasi cara yang telah dipilih itu.

Terobosan segar yang dilakukan pengusaha muda kelahiran Surabaya tahun 1983 ini ialah memodifikasi rasa dan ukuran agar sesuai lidah orang Indonesia. Di Timur Tengah, aroma cengkeh dan lada-nya terlalu pekat bagi banyak orang Indonesia serta ukuran produk kebabnya terlalu besar. Usaha Hendy tak sia-sia, lambat laun produk kebab Hendy mulai diterima oleh warga Surabaya.

Tahun 2005, Hendy dan sang istri mulai mengembangkan bisnis dengan konsep franchise (waralaba), dengan merek Kebab Turki Baba Rafi. Saat itu Hendy baru saja sukses mengembangkan 29 outlet. Pada tahun itu pula Hendy memindahkan kantor pusat dari Surabaya ke kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Di lokasi seluas 2000 m2, Hendy menyulapnya juga menjadi pusat produksi untuk menyuplai berbagai outletnya diseluruh Indonesia. “Satu lagi sentra produksi bahan baku kami juga punyai di Surabaya. Dari dua inilah bahan baku kebab kami dikirim ke seluruh Indonesia,” jelas Hendy.

Kedepan, Hendy ingin memperkenalkan Indonesia pada dunia melalui Kebab Turki Baba Rafi. Saat ini produknya sudah hadir di 9 negara. Selain Indonesia, Kebab Turki Baba Rafi telah hadir di Malaysia, Singapura, Fillipina, Brunei Darussalam, Sri Lanka, Cina, Belanda, dan Bangladesh.

“Mimpi saya bisa menjadikan produk kami sebagai produk kebab asal Indonesia yang mendunia. Dalam lima tahun kedepan saya menargetkan bisa hadir di 20 negara. Selama ini usaha kebab dari Timur Tengah belum dikelola dengan konsep jaringan usaha atau franchise,” tutur Hendy.

Pesatnya perkembangan bisnis digital tak luput dari pengamatan Hendy. Kini Kebab Turki Baba Rafi juga bisa anda order melalui Bukalapak.com, Lazada serta Tokopedia. Menurutnya, bisnis offline dan online kini tak bisa lagi dipisahkan dengan kaku. “Sekarang konsumen kami tak harus mendatangi outlet kami untuk menikmati produk kami,” tambah Hendy.

 Hendy menargetkan dalam lima tahun lagi Kebab Turki Baba Rafi sudah memiliki 3000 outlet di seluruh Indonesia. “Sejak awal bisnis kami adalah bisnis UKM alias usaha kecil melarat. Syukurlah, sekarang masih UKM tetapi usaha kecil miliaran,” pungkas Hendy sambal tertawa lepas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Dari Kios Sederhana ke Kairo: Kisah Ayah di Makassar Kuliahkan Anak ke Mesir Lewat Usaha Warung

Dari Kios Sederhana ke Kairo: Kisah Ayah di Makassar Kuliahkan Anak ke Mesir Lewat Usaha Warung

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:40 WIB

Tak Kenal Menyerah, Ibu Anastasya Buktikan Setiap Perjuangan Layak Ditemani

Tak Kenal Menyerah, Ibu Anastasya Buktikan Setiap Perjuangan Layak Ditemani

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:00 WIB

Dari 2.000 Meter ke 30 Hektare: Kisah Rosita dan Hutan Organik yang Tumbuh dari Keteguhan

Dari 2.000 Meter ke 30 Hektare: Kisah Rosita dan Hutan Organik yang Tumbuh dari Keteguhan

Lifestyle | Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:46 WIB

Cerita Perempuan di Dunia Riset, Membuktikan Karier dan Keluarga Bisa Sejalan

Cerita Perempuan di Dunia Riset, Membuktikan Karier dan Keluarga Bisa Sejalan

Lifestyle | Jum'at, 23 Januari 2026 | 19:30 WIB

Warren Buffett: Anak Ajaib dari Omaha yang Mengubah Dunia Investasi

Warren Buffett: Anak Ajaib dari Omaha yang Mengubah Dunia Investasi

Your Say | Sabtu, 27 Desember 2025 | 07:35 WIB

Ketika Mimpi Tak Punya Batas: Kisah Inspiratif dari Para Siswa dan Alumni SLB N Cilacap

Ketika Mimpi Tak Punya Batas: Kisah Inspiratif dari Para Siswa dan Alumni SLB N Cilacap

Lifestyle | Kamis, 04 Desember 2025 | 20:37 WIB

Perjalanan Inspiratif Samuel Christ: Bikin Finansial Jadi Mudah Dipahami Anak Muda

Perjalanan Inspiratif Samuel Christ: Bikin Finansial Jadi Mudah Dipahami Anak Muda

Lifestyle | Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Dari Tugas Kuliah Jadi Bisnis Nyata, Begini Cara Es Jeruk Naik Kelas Jadi Minuman Premium

Dari Tugas Kuliah Jadi Bisnis Nyata, Begini Cara Es Jeruk Naik Kelas Jadi Minuman Premium

Lifestyle | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 14:59 WIB

Kisah Inspiratif Wook Lee, Pemimpin Visioner di Balik Tokenisasi Global

Kisah Inspiratif Wook Lee, Pemimpin Visioner di Balik Tokenisasi Global

Lifestyle | Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:57 WIB

Terkini

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB