Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Menperin: Investasi Jerman di Indonesia Rp325 Miliar di Q1 2016

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 19 Mei 2016 | 10:58 WIB
Menperin: Investasi Jerman di Indonesia Rp325 Miliar di Q1 2016
Gedung Kementerian Perindustrian, di Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Sabtu (14/5/2016). [Suaracom/Adhitya Himawan]

Hubungan diplomatik dan kerja sama ekonomi Indonesia-Jerman semakin erat dengan membangun peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) industri khususnya pada pendidikan vokasi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin usai melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Ekonomi dan Energi Republik Federasi Jerman, Uwe Beckmeyer bersama Delegasi Bisnis Jerman di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu, (18/5/2016).

“Kita tentunya sama-sama berharap bahwa hubungan bilateral yang telah berjalan baik selama lebih dari 60 tahun ini dapat terus berlanjut. Upaya kerjasama ini sebagai tindak lanjut kunjungan Kenegaraan Presiden Jokowi ke Berlin pada tanggal 18 April 2016,” ujar Saleh dalam keterangan resmi, Rabu (18/5/2016).

Dalam pelaksanaannya, kerja sama pendidikan vokasi antara Kementerian Perindustrian dengan Pemerintah Jerman dipayungi dalam kerangka kerja sama Sustainable Economic Development through Technical and Vocational Education and Training (SED-TVET) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia dan tingkat serapan lulusan pada sektor industri.

“Selama tahun 2010 – 2015, program SED-TVET di Indonesia di koordinasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, aktivitas utama dalam kerangka kerja sama SED-TVET antara Kemenperin RI dengan GIZ Jerman adalah pengembangan kelembagaan pendidikan vokasi industri dari aspek manajemen, pengembangan SDM dan dukungan sarana prasarana,” papar Saleh.

Adapun institusi pendidikan Kemenperin yang mendapat dukungan melalui kerja sama tersebut, meliputi 4 Perguruan Tinggi Vokasi (Politeknik STTT Bandung, Politeknik AKA Bogor, Politeknik ATK Yogyakarta, dan Politeknik ATI Makassar) serta 4 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK-SMAK Bogor, SMK-SMTI Pontianak, SMK-SMAK Makassar, dan SMK-SMTI Makassar).

Implementasi program SED-TVET di Kemenperin, antara lain penyusunan School Development Plan (SDP) sebagai instrumen perencanaan dan monitoring pengembangan lembaga pendidikan vokasi yang efektif dan efisien, pelaksanaan Teaching Factory sebagai konsep pembelajaran yang efektif dan efisien sebagai persiapan percepatan transisi ke dunia kerja, serta fasilitasi dalam penyusunan aspek hukum implementasi pengelolaan Teaching Factory pada Lembaga Pendidikan.

Selanjutnya, penyediaan tenaga ahli (expert) dari Jerman untuk membantu pengembangan pendidikan vokasi Kemenperin seperti penempatan satu orang expert di Politeknik AKA Bogor, yang dilaksanakan pada awal tahun 2016. Selain itu, pengadaan peralatan pendidikan industri dalam bentuk pinjaman untuk pengembangan Teaching Factory pada lembaga pendidikan vokasi senilai Rp. 75 miliar.

Wakil Menteri Ekonomi dan Energi Jerman, Uwe Beckmeyer mengatakan pihaknya ingin meningkatkan kerja sama ekonomi yang sudah erat selama ini. Apalagi perusahaan-perusahaan Jerman dikenal fokus pada pengembangan riset, selain itu juga didukung aktivitas pendidikan sains dan teknologi.

“Dalam pengembangan vokasi, melalui kerja sama kami berharap semakin banyak sekolah dan tenaga pendidik vokasi dengan mengirim pengajar vokasi Indonesia ke Jerman atau mengundang tenaga ahli vokasi dari Jerman,” ujarnya.

Investasi Jerman di Indonesia Terus Meningkat

Selama tiga tahun terakhir, proyek investasi Jerman ke Indonesia terus meningkat. Pada tahun 2013 sebanyak 105 proyek dengan nilai investasi mencapai 53,3 juta Dolar Amerika Serikat (AS), tahun 2014 sebanyak 144 proyek senilai 50,1 juta Dolar AS, dan tahun 2015 tercatat 169 proyek senilai 57 juta Dolar AS atau setara Rp 750 miliar dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS Rp 13.200.

“Pada triwulan I tahun 2016, sebanyak 29 proyek dengan nilai investasi sebesar 24,6 juta Dolar AS. Ini sekitar Rp 325 miliar,” sebut pria yang juga Politisi Hanura tersebut.

Aliran investasi Jerman di Indonesia untuk sektor industri meliputi Industri Alat Angkutan dan Transportasi; Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik; Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi; Industri Tekstil; Industri Makanan; Industri Kulit, Barang dari kulit dan Sepatu; Industri Karet, Barang dari karet dan Plastik; Industri Mineral Non Logam; serta industri lainnya.

“Beberapa tahun terakhir, perusahaan Jerman yang aktif dalam berinvestasi di Indonesia adalah Heidelberg Cement, Fresenius, Airbus dan Rheinmetall,” ujar Saleh seraya mengatakan Indonesia merupakan mitra dagang ke-43 Jerman. Di samping itu, Siemens berencana berinvestasi di bidang lokomotif kereta api dengan teknologi AC/AC yang memiliki keunggulan mesin yang kuat, perawatan yang lebih simple, irit bahan bakar dan emisi gas buang yang rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Ketika Raksasa Tumbang: 10 Kejutan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia

Ketika Raksasa Tumbang: 10 Kejutan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:24 WIB

Wolfsburg Resmi Degradasi dari Bundesliga setelah 28 Tahun

Wolfsburg Resmi Degradasi dari Bundesliga setelah 28 Tahun

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 05:56 WIB

Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!

Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 06:15 WIB

Florian Wirtz Tolak Beban Status Favorit Timnas Jerman di Piala Dunia 2026, Panggung Tebus Dosa

Florian Wirtz Tolak Beban Status Favorit Timnas Jerman di Piala Dunia 2026, Panggung Tebus Dosa

Bola | Senin, 25 Mei 2026 | 14:14 WIB

Manuel Neuer Dipastikan Jadi Kiper Utama Jerman di Piala Dunia 2026

Manuel Neuer Dipastikan Jadi Kiper Utama Jerman di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:29 WIB

Alasan Manuel Neuer Comeback ke Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026

Alasan Manuel Neuer Comeback ke Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:38 WIB

Bunda Corla Curhat Kehilangan Pekerjaan di Jerman Usai Ketahuan Liburan saat Izin Sakit

Bunda Corla Curhat Kehilangan Pekerjaan di Jerman Usai Ketahuan Liburan saat Izin Sakit

Entertainment | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:48 WIB

Lennart Karl, Bocah Ajaib Bayern Munich yang Diprediksi Jadi Bintang Piala Dunia 2026

Lennart Karl, Bocah Ajaib Bayern Munich yang Diprediksi Jadi Bintang Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:47 WIB

Daftar Pemain Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026, Manuel Neuer Kembali!

Daftar Pemain Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026, Manuel Neuer Kembali!

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:26 WIB

Terkini

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB