Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

GE Dorong Teknologi Digital untuk Dongkrak Kinerja Industri Migas

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 25 Mei 2016 | 02:00 WIB
GE Dorong Teknologi Digital untuk Dongkrak Kinerja Industri Migas
Kilang RU (Unit Pengolahan) V Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (14/4). [Antara]

Dengan harga minyak dan gas (migas) yang berada pada titik terendah selama 20 tahun terakhir dan kebutuhan efisiensi di sektor migas yang melonjak, GE mendorong penggunaan solusi digital demi kelangsungan perkembangan industri energi.

Industri migas sedang berada pada kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Visal Leng, Asia Pacific General Manager, GE Oil & Gas dalam keterangan tertulis, Selasa (24/5/2016). “Kondisi ini sangat berat bagi semua pihak, namun GE tidak gentar dan bersedia menghadapi tantangan tersebut. Kami bahkan memiliki solusi komprehensif untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan di masa sulit ini agar mereka tetap menjadi yang terdepan.”

Visal Leng, yang juga merupakan salah satu pembicara pada Konferensi dan Pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-40, melanjutkan, “Di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, industri migas terus berevolusi karena merosotnya harga minyak dunia secara drastis dan mencapai titik terendah dalam 20 tahun terakhir. Kondisi ini memberi tekanan margin perusahaan-perusahaan migas secara signifikan sehingga memaksa operator untuk mengkaji ulang kapasitasnya, sedangan para investor harus mengkaji ulang strategi mereka. Hal ini juga mengakibatkan iklim usaha yang semakin tidak menentu.”

Terkait hal ini, Iwan Chandra, President Director, GE Oil & Gas Indonesia, berkata bahwa berbagai perusahaan migas perlu segera mengatasi masalah downtime dan biaya operasional serta efisiensi operasional sekaligus kehandalan perangkat dalam menghadapi iklim usaha yang tidak menentu saat ini. "Menghadapi tantangan-tantangan ini tentunya membutuhkan fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi,” jelas Iwan. 

“Kebutuhan energi terus meningkat pesat. Digitalisasi ekosistem energi dari hulu ke hilir akan menjadi sangat penting dalam membantu memenuhi kebutuhan energi tersebut sehingga dapat membuka berbagai peluang yang ada. Mengingat kondisi iklim usaha saat ini, menjadi sangatlah penting untuk berinovasi dan mencari solusi yang biayanya lebih efisien untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Disinilah kolaborasi berperan sangat penting. Kerja sama adalah inti dari GE dimana kemitraan dan kolaborasi industri sangat krusial untuk mempercepat perkembangan teknologi, menyederhanakan spesifikasi dan mengembangkan solusi bagi para pelanggan. Kami dapat menciptakan solusi dan teknologi baru melalui GE Store – sebuah forum global untuk saling berbagi ilmu, teknologi dan prasarana, melalui pengetahuan yang terkumpul dari tim global yang terdiri atas 300.000 karyawan, termasuk 50.000 tenaga ahli,” kata Iwan.

GE memperkokoh kepemimpinannya di sektor Industrial Internet di mana mesin-mesin, analisis big data dan sumber daya manusia saling terhubung di berbagai sektor penting seperti migas misalnya. Dengan memadukan teknologi digital dengan keahlian utama di sektor industri lainnya seperti aviasi, energi, kesehatan dan transportasi, GE memanfaatkan data untuk membantu pelanggan mengambil keputusan lebih cepat serta membuat kegiatan operasional serta beragam perangkat mereka bekerja seproduktif dan seefisien mungkin.

“Tantangan besar yang dihadapi operator adalah downtime dan penurunan produksi yang akan berdampak sangat besar. Misalnya, untuk setiap minggu sebuah sumur minyak berhenti beroperasi, kerugian yang harus ditanggung sebuah operator dapat mencapai US$3 juta per minggu. Contoh lain, misalnya bagi fasilitas LNG berkapasitas menengah, rata-rata biaya downtime per tahun yang tidak terduga dapat mencapai US$150 juta. Menimbang besarnya industri migas di Indonesia, total kerugian akibat downtime ini sangatlah mengejutkan. Disinilah penggunaan teknologi digital berperan untuk mengurangi atau meniadakan biaya-biaya yang tidak diperlukan tersebut,” tambah Iwan Chandra.

Selain downtime, efisiensi produksi juga dapat ditingkatkan melalui solusi digital. Sebagaimana kita ketahui, rata-rata tingkat oil recovery dunia adalah 35%. Jika penggunaan Industrial Internet dapat meningkatkan tingkat recovery hingga 1% saja, maka hal ini dapat menambah produksi minyak 80 miliar barel atau setara dengan produksi minyak global selama kurang lebih tiga tahun.

Solusi Industrial Internet bagi industri migas sebenarnya telah cukup banyak diterapkan. Beragam solusi baru akan semakin cepat diimplementasikan di masa mendatang berkat adanya Predix, yaitu sistem operasi berbasis cloud bagi Industrial Internet. Predix tidak hanya mampu mendorong adaptasi solusi Industrial Internet yang aman dan efisien namun dengan menarik upaya-upaya pengembang pihak ketiga, teknologi ini juga mampu melahirkan ekonomi industrial-app sebagai akselerator.

Dengan menggunakan Predix, operator produksi dapat memiliki gambaran lengkap terhadap sumur-sumur minyak mereka, meningkatkan operasional dengan adanya visibilitas kinerja dan tersedianya informasi analitis bagaimana cara untuk mengoptimalkan produksi dan menghemat biaya. Sementara itu, operator dapat meningkatkan manajemen resiko dan mampu membuat keputusan lebih cepat terkait keamanan dengan menggunakan informasi analitis untuk memprediksi masalah-masalah yang mungkin akan muncul sehingga sumber-sumber daya dapat diprioritaskan dengan lebih efisien. Untuk fasilitas-fasilitas migas lainnya seperti kilang LNG, Predix dapat membantu menjaga kinerjanya melalui sistem monitoring dan diagnosa canggih.

Solusi digital Predix adalah komponen penting yang akan dipamerkan GE pada Konferensi dan Pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-40. Selain menjangkau para pemain industri migas, GE juga akan berbagi pengetahuannya di sektor migas dengan mengundang lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Trisakti.

GE sendiri adalah perusahaan industrial digital dunia, mengubah industri dengan mesin dan solusi software-defined yang terhubung, responsif dan prediktif. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

RI-Rusia Perluas Kerja Sama Energi: Dari Minyak Mentah, Kilang Tuban, hingga Pembangkit Nuklir

RI-Rusia Perluas Kerja Sama Energi: Dari Minyak Mentah, Kilang Tuban, hingga Pembangkit Nuklir

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:51 WIB

AI Agents Kini Bisa Kelola Keuangan hingga HR Perusahaan Tanpa Campur Tangan Manual

AI Agents Kini Bisa Kelola Keuangan hingga HR Perusahaan Tanpa Campur Tangan Manual

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:52 WIB

XLSMART Latih 25 Ribu Siswa Jadi Talenta Digital, Fokus pada Kreator Konten dan Skill Teknologi

XLSMART Latih 25 Ribu Siswa Jadi Talenta Digital, Fokus pada Kreator Konten dan Skill Teknologi

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:25 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Teknologi Baru untuk Bunda! Risiko Alergi Anak Kini Bisa Dicek Lewat HP

Teknologi Baru untuk Bunda! Risiko Alergi Anak Kini Bisa Dicek Lewat HP

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:52 WIB

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:33 WIB

VIDA Luncurkan ID FraudShield, Teknologi AI untuk Deteksi Penipuan Identitas dan Deepfake

VIDA Luncurkan ID FraudShield, Teknologi AI untuk Deteksi Penipuan Identitas dan Deepfake

Tekno | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:06 WIB

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:31 WIB

Adu Inovasi Negara Berkembang! BRICS Industrial Innovation Contest 2026 Resmi Dimulai

Adu Inovasi Negara Berkembang! BRICS Industrial Innovation Contest 2026 Resmi Dimulai

Tekno | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:05 WIB

Ini Dia Autothermix, Alat Pemusnah Sampah Tanpa Bahan Bakar Fosil

Ini Dia Autothermix, Alat Pemusnah Sampah Tanpa Bahan Bakar Fosil

Foto | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:25 WIB

Terkini

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB