Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Ingin Hidup Tenang? Yuk, Atur Keuangan dengan 4 Cara Ini

Ririn Indriani

Jum'at, 10 Juni 2016 | 18:32 WIB
Ingin Hidup Tenang? Yuk, Atur Keuangan dengan 4 Cara Ini
Ilustrasi. (Mister GC/Freedigitalphotos)

Suara.com - “Besar pasak daripada tiang.” Peribahasa ini dapat menggambarkan ketika kita memiliki pengeluaran yang lebih besar ketimbang pendapatan yang kita peroleh. Jika hal ini terus menerus terjadi, tentunya dapat membuat hidup kita terjerat dalam lilitan utang.

Keinginan manusia yang tanpa batas, terkadang membuat sebagian besar orang nekat untuk mendapatkannya, termasuk mengambil utang demi memenuhi keinginan tersebut.

Berutang boleh saja, asalkan utang tersebut dapat kita atur dan sesuaikan dengan kemampuan kita untuk melunasinya.

Menunggak cicilan, uang habis untuk membayar bunga, didatangi debt collector atau masuk dalam blacklist bank merupakan akibat jika kita tidak mampu mengatur keuangan dengan baik. Walaupun kelihatannya mudah, mengatur keuangan agar dapat hidup sesuai dengan penghasilan menjadi sulit pada dalam pelaksanaannya.

Meski hal tersebut memang sulit, bukan berarti tidak ada cara untuk mengatasinya. Dengan melakukan tiga langkah berikut, maka kita akan terbebas dari lilitan utang.

1. Membuat Anggaran
Membuat anggaran akan memudahkan kita untuk mengetahui berapa besar uang yang jadi pemasukan dan pengeluaran dalam sebulan. Anggaran ini sebaiknya kita bagi ke dalam beberapa pos, misalnya pos untuk pengeluaran rutin, pos tabungan atau investasi, dan pos membayar cicilan utang.

Dalam perencanaan keuangan, porsi utang sebaiknya tidak melebihi 30 persen dari pendapatan kita sebab jika lebih dari itu, uang kita bisa habis hanya untuk membayar utang saja.

2. Berhenti Iri
Melihat tetangga atau teman mempunyai mobil baru atau melihat teman memiliki handphone canggih keluaran terakhir, membuat kita terkadang ikut membelinya, karena tidak ingin ketinggalan tren. Sikap iri seperti ini sangat merugikan sekali bagi keuangan kita.

Ketika membeli hanya karena melihat orang lain memilikinya, sebenarnya kita sedang membuang uang untuk hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Apalagi hal ini bisa semakin parah bila kita tidak mampu membeli barang tersebut kemudian memaksakannya dengan menggunakan kredit hanya karena menutupi gengsi.

Keadaan seperti ini dapat memperketat lilitan utang yang sulit untuk dilepaskan. Namun sebaliknya, dengan memiliki sikap untuk berpuas pada yang ada, akan membuat kita merasa bahagia.
Kebahagiaan seseorang bukan hanya terletak pada jumlah uang atau harta benda yang dimilikinya, tetapi juga hidup dengan tenang tanpa beban utang pun merupakan kebahagiaan.

3. Hindari Utang yang Tidak Perlu
Pinjaman uang yang kita lakukan akan menimbulkan bunga yang harus dibayar. Oleh karena itu, apabila tidak benar-benar membutuhkannya, maka janganlah berutang. Walaupun seringkali terpikir untuk mengambil utang, yang perlu dipikirkan matang adalah utang tersebut untuk memenuhi kebutuhan kita dan bukan memenuhi keinginan.

Kartu kredit merupakan alat yang seringkali membuat seseorang terjebak dalam utang, karena kemudahannya. Berbelanja dengan kartu kredit biasanya akan menjadi lebih banyak dibanding jika berbelanja secara tunai, karena besarnya godaan untuk membeli barang yang sebenarnya tidak perlu.

Tinggal gesek kartu kredit, maka timbul utang yang jika tidak dibayar sampai tanggal jatuh tempo, utang Anda semakin besar, karena bunga yang harus dibayarkan.
 
4. Menabung
Sisihkan penghasilan sebagai tabungan. Agar mendapatkan manfaatnya, bersikaplah disiplin dalam menabung paling tidak menyisihkan 10 persen dari pengahasilan. Jangan karena keinginan untuk membeli barang yang tidak perlu, maka kita mengambil tabungan.

Memiliki tabungan sangat penting sebagai dana cadangan jika ada kebutuhan khusus yang memerlukan uang. Dengan memiliki tabungan, kita tidak perlu berutang jika ada keperluan mendadak.

Tabungan juga berfungsi sebagai dana untuk membeli sesuatu. Daripada berutang yang akan membuat harga barang lebih mahal, menabung dapat mencegahnya.

Selain menabung, Anda juga dapat mengalokasikan kelebihan dana Anda ke bentuk investasi seperti emas atau reksa dana. Emas sifatnya mudah dijual, sehingga jika sewaktu-waktu butuh dana, Anda dapat menjual simpanan emas.

Sedangkan reksa dana, termasuk produk keuangan yang juga cukup likuid, karena dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Selain itu investasi reksa dana dapat pula dimulai dengan dana yang relatif rendah yakni sebesar Rp100 ribu.

Hidup sesuai penghasilan merupakan langkah tepat jika Anda tidak mau terus-menerus dipusingkan oleh utang. Hasilnya, hidup akan semakin tenang dan bahagia.


Published by

















Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

3 Hal Ini Bikin Anda Jatuh Hati Untuk Berinvestasi Emas

3 Hal Ini Bikin Anda Jatuh Hati Untuk Berinvestasi Emas

Bisnis | Kamis, 02 Juni 2016 | 09:03 WIB

Tertarik Usaha Franchise? Ikuti 3 Kiat Ini Untuk Memulainya

Tertarik Usaha Franchise? Ikuti 3 Kiat Ini Untuk Memulainya

Bisnis | Rabu, 01 Juni 2016 | 10:27 WIB

Mengapa Kita Harus Berinvestasi?

Mengapa Kita Harus Berinvestasi?

Bisnis | Selasa, 31 Mei 2016 | 09:00 WIB

Terkini

Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta

Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:15 WIB

4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir

4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya

Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus

Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Jawa Tengah | Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:57 WIB

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

×