Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Mentan Himbau Masyarakat Tahan Nafsu di Bulan Puasa

Dythia Novianty | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Minggu, 12 Juni 2016 | 09:26 WIB
Mentan Himbau Masyarakat Tahan Nafsu di Bulan Puasa
Kementan melalui Toko Tani Indonesia bekerja sama dengan Artha Graha, menggelar Pasar Murah, di Jakarta, Minggu (12/6/2016). [Suara.com/Dian Kusumo]

Suara.com - Kementerian Pertanian melalui Toko Tani Indonesia bekerja sama dengan Artha Graha, menggelar Pasar Murah. Langkah tersebut dilakukan guna menekan harga kebutuhan bahan pokok yang mengalami kenaikan signifikan selama bulan puasa dan menjelang Lebaran.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengaku, heran konsumsi pada bulan puasa justru meningkat bahkan naik dua kali lipat dibandingkan hari biasanya.

"Yang saya merenung, kita puasa kan pagi sampe sore menahan makan dan minum kemudian nafsu, semua ditahan. Tapi ini nafsu membelinya meningkat, kok ada anomali juga. Anomali dari minyak goreng banyak kok harga naik, ayam banyak kok naik, telur banyak, beras naik ini yang bikin heran," kata Amran saat ditemui di Jalan Ragunan Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (12/6/2016).

Ia mencontohkan, anomali tersebut berkaitan dengan rantai pasokan yang terlalu panjang membuat harga pangan menjadi tak terkendali. Hal ini disebabkan lantaran setiap distributor selalu mengambil untung besar membuat masyarakat teriak lantaran harga pangan terlalu tinggi.

"Aku contohkan, ambil contoh ada 9 distributor. Di distributor pertama ambil untung 10%, artinya kalau sampai ujung kan sudah 100%. Jelas harga di konsumen tinggi. Harusnya 20%, kalau kita potong rantai pasoknya menjadi separuh atau 3, itu untungnya 30% saja dari petani sampai ke konsumen," jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya tengah berusaha memotong rantai pasokan tersebut agar harga pangan terkendali. Ia juga menyampaikan, bahwa di bulan puasa ini, sudah sebaiknya masyarakat bisa menahan segala nafsu, bukan hanya menahan rasa lapar dan haus, melainkan menahan nafsu untuk berbelanja.

"Jadi itu maksudnya kenapa kita mau potong rantai pasokan agar harga pangan lebih murah. Kami juga minta, masyarakat dan saudaraku untuk menahan nafsu saat bulan Ramadan, bukan hanya makan dan minum tapi juga nafsu berbelanja," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Tetapkan Tiga Pejabat Kementan sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Tiga Pejabat Kementan sebagai Tersangka

News | Selasa, 09 Februari 2016 | 22:51 WIB

Kementan Perkirakan Bawang Merah Akan Surplus Tahun Ini

Kementan Perkirakan Bawang Merah Akan Surplus Tahun Ini

Bisnis | Minggu, 10 Januari 2016 | 01:20 WIB

Kementan Diminta Jangan Cuma Operasi Pasar Murah di Area Kantor

Kementan Diminta Jangan Cuma Operasi Pasar Murah di Area Kantor

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2015 | 13:29 WIB

Kementan Operasi Pasar Murah, Penjual dan Pembeli Senang

Kementan Operasi Pasar Murah, Penjual dan Pembeli Senang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2015 | 13:21 WIB

Catat Jadwal Pasar Murah di Gedung DPRD DKI Jakarta

Catat Jadwal Pasar Murah di Gedung DPRD DKI Jakarta

News | Senin, 06 Juli 2015 | 12:46 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB