Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pembebasan Tanah, Jokowi: Jangan Eyel-eyelan. Biar Cepat Rampung

Siswanto, Erick Tanjung

Jum'at, 17 Juni 2016 | 17:05 WIB
Pembebasan Tanah, Jokowi: Jangan Eyel-eyelan. Biar Cepat Rampung
Presiden Joko Widodo groundbreaking ruas tol Pemalang Batang dan Batang - Semarang di Desa Pasekaran, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (17/6/2016). [Biro Pers]
Pembebasan lahan menjadi kendala utama pembangunan infrastruktur di Indonesia. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada groundbreaking ruas tol Pemalang Batang dan Batang - Semarang di Desa Pasekaran, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (17/6/2016).
 
Menurut Presiden proyek ruas tol Pemalang - Batang dan Batang - Semarang merupakan contoh yang tepat bagaimana masalah lahan menyandera proyek hingga 20 Tahun.

"Proyek ini seharusnya sudah dimulai sejak 20 tahun yang lalu. Tapi tidak bisa diteruskan karena ada masalah pada pembebasan lahan," ujar Jokowi.

‎Jokowi mengakui kendala pembangunan oleh masalah pembebasan lahan menyebabkan negara akan sulit bergerak untuk memenangkan persaingan antar negara.

"Negara lain sudah buat tol puluhan ribu kilometer, sudah buat kereta api ribuan kilometer. Kita baru mau bikin jalan tol di Jawa saja sampai sekarang belum selesai-selesai. Tidak bisa sambung-sambung," ujar dia.

Itu sebabnya, Jokowi menginstruksikan kepada jajaran untuk mengedepankan dialog persuasif dengan masyarakat ketika melakukan proses pembebasan lahan.

"Agar setiap pembebasan lahan, masyarakat diajak bicara baik-baik, bahwa jalan ini demi kepentingan jutaan orang, bukan untuk kepentingan saya, kepentingan menteri, kepentingan bupati, kepentingan gubernur. Bukan," tutur dia.

Dia memberikan contoh manfaat dari adanya pembangunan infrastruktur, dimana harga semen di Batang per sak Rp70 ribu, tapi di Wamena harganya dapat mencapai Rp600 ribu per sak.‎

"Karena jalan dari pelabuhan ke atas nggak ada di Wamena sehingga semen dibawa pakai pesawat, jadi mahal sekali," ujar dia.
‎‎
Jokowi meminta setiap pembebasan lahan bisa dibicarakan dengan baik-baik.

"Jangan eyel-eyelan. Biar cepat rampung, cepat selesai. Nanti kembalinya itu ke masyarakat lagi. Harga-harga jadi lebih murah, karena pembangunan jalan bergantungnya karena pembebasan lahan. Tapi sekarang ini, insya Allah, lebih cepat," kata Jokowi.

"Kita semua memang harus bekerja bersama-sama karena tidak mungkin pemerintah sendiri atau rakyat sendiri juga tidak mungkin," menambahkan.

Tol ruas Pemalang-Batang dan Batang-Semarang tuntas 2018

Jokowi menambahkan mengkraknya proyek pembangunan jalan tol ruas Pemalang-Batang dan Batang-Semarang telah membuat biaya yang dikeluarkan pemerintah menjadi semakin besar.

"Inilah yang menyebabkan biaya menjadi sangat mahal sekali, karena harga tanah sudah naik beberapa kali lipat, ada 10-20 kali lipat. Semakin terlambat pembangunan jalan tol, semakin biayanya akan naik karena harga pembebasan lahan akan naik," ujar dia.

Itu sebabnya, Jokowi memutuskan untuk kembali memulai beberapa proyek yang terhenti guna mendapatkan efisiensi biaya yang harus dikeluarkan pemerintah ke depannya.

"Oleh sebab itu, alhamdulillah, ini sudah dimulai lagi meskipun di seksi I pembebasan lahannya baru selesai sekitar 12 persen, kemudian yang ke timur 95 persen dan 41 persen. Tapi ini akan berjalan terus. Inilah mengapa pembangunan kita kejar terus agar kita mendapatkan biaya yang betul-betul lebih murah dan efisien," tutur dia.

Dia juga menyinggung proyek tersebut yang sebelumnya tidak segera dikerjakan walau telah diberikan kepada investor. Itu sebabnya, pemerintah melalui Jasa Marga dan Waskita Toll Road mengambil alih proyek tersebut.

"Ini sudah diberikan kepada investor tapi tidak dikerjakan. Maka ini diambil alih oleh Jasa Marga dan Waskita Toll Road. Kalau tidak seperti itu tidak akan selesai-selesai. Insya Allah akhir 2018 sudah selesai asal pembebasan lahan juga selesai," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi: Kita Mau Bikin Tol di Jawa Saja Belum Selesai-selesai

Jokowi: Kita Mau Bikin Tol di Jawa Saja Belum Selesai-selesai

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 14:58 WIB

Jokowi: Pembebasan Lahan Jadi Masalah Utama Proyek Jalan Tol

Jokowi: Pembebasan Lahan Jadi Masalah Utama Proyek Jalan Tol

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 14:34 WIB

Jasa Marga Integrasikan Sistem Pembayaran Tol Trans Jawa

Jasa Marga Integrasikan Sistem Pembayaran Tol Trans Jawa

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 10:54 WIB

Jokowi Lakukan  'Groundbreaking'  Ruas Tol Pemalang-Batang Hari

Jokowi Lakukan 'Groundbreaking' Ruas Tol Pemalang-Batang Hari

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 10:42 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×