Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Pembebasan Tanah, Jokowi: Jangan Eyel-eyelan. Biar Cepat Rampung

Siswanto | Erick Tanjung | Suara.com

Jum'at, 17 Juni 2016 | 17:05 WIB
Pembebasan Tanah, Jokowi: Jangan Eyel-eyelan. Biar Cepat Rampung
Presiden Joko Widodo groundbreaking ruas tol Pemalang Batang dan Batang - Semarang di Desa Pasekaran, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (17/6/2016). [Biro Pers]
Pembebasan lahan menjadi kendala utama pembangunan infrastruktur di Indonesia. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada groundbreaking ruas tol Pemalang Batang dan Batang - Semarang di Desa Pasekaran, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (17/6/2016).
 
Menurut Presiden proyek ruas tol Pemalang - Batang dan Batang - Semarang merupakan contoh yang tepat bagaimana masalah lahan menyandera proyek hingga 20 Tahun.

"Proyek ini seharusnya sudah dimulai sejak 20 tahun yang lalu. Tapi tidak bisa diteruskan karena ada masalah pada pembebasan lahan," ujar Jokowi.

‎Jokowi mengakui kendala pembangunan oleh masalah pembebasan lahan menyebabkan negara akan sulit bergerak untuk memenangkan persaingan antar negara.

"Negara lain sudah buat tol puluhan ribu kilometer, sudah buat kereta api ribuan kilometer. Kita baru mau bikin jalan tol di Jawa saja sampai sekarang belum selesai-selesai. Tidak bisa sambung-sambung," ujar dia.

Itu sebabnya, Jokowi menginstruksikan kepada jajaran untuk mengedepankan dialog persuasif dengan masyarakat ketika melakukan proses pembebasan lahan.

"Agar setiap pembebasan lahan, masyarakat diajak bicara baik-baik, bahwa jalan ini demi kepentingan jutaan orang, bukan untuk kepentingan saya, kepentingan menteri, kepentingan bupati, kepentingan gubernur. Bukan," tutur dia.

Dia memberikan contoh manfaat dari adanya pembangunan infrastruktur, dimana harga semen di Batang per sak Rp70 ribu, tapi di Wamena harganya dapat mencapai Rp600 ribu per sak.‎

"Karena jalan dari pelabuhan ke atas nggak ada di Wamena sehingga semen dibawa pakai pesawat, jadi mahal sekali," ujar dia.
‎‎
Jokowi meminta setiap pembebasan lahan bisa dibicarakan dengan baik-baik.

"Jangan eyel-eyelan. Biar cepat rampung, cepat selesai. Nanti kembalinya itu ke masyarakat lagi. Harga-harga jadi lebih murah, karena pembangunan jalan bergantungnya karena pembebasan lahan. Tapi sekarang ini, insya Allah, lebih cepat," kata Jokowi.

"Kita semua memang harus bekerja bersama-sama karena tidak mungkin pemerintah sendiri atau rakyat sendiri juga tidak mungkin," menambahkan.

Tol ruas Pemalang-Batang dan Batang-Semarang tuntas 2018

Jokowi menambahkan mengkraknya proyek pembangunan jalan tol ruas Pemalang-Batang dan Batang-Semarang telah membuat biaya yang dikeluarkan pemerintah menjadi semakin besar.

"Inilah yang menyebabkan biaya menjadi sangat mahal sekali, karena harga tanah sudah naik beberapa kali lipat, ada 10-20 kali lipat. Semakin terlambat pembangunan jalan tol, semakin biayanya akan naik karena harga pembebasan lahan akan naik," ujar dia.

Itu sebabnya, Jokowi memutuskan untuk kembali memulai beberapa proyek yang terhenti guna mendapatkan efisiensi biaya yang harus dikeluarkan pemerintah ke depannya.

"Oleh sebab itu, alhamdulillah, ini sudah dimulai lagi meskipun di seksi I pembebasan lahannya baru selesai sekitar 12 persen, kemudian yang ke timur 95 persen dan 41 persen. Tapi ini akan berjalan terus. Inilah mengapa pembangunan kita kejar terus agar kita mendapatkan biaya yang betul-betul lebih murah dan efisien," tutur dia.

Dia juga menyinggung proyek tersebut yang sebelumnya tidak segera dikerjakan walau telah diberikan kepada investor. Itu sebabnya, pemerintah melalui Jasa Marga dan Waskita Toll Road mengambil alih proyek tersebut.

"Ini sudah diberikan kepada investor tapi tidak dikerjakan. Maka ini diambil alih oleh Jasa Marga dan Waskita Toll Road. Kalau tidak seperti itu tidak akan selesai-selesai. Insya Allah akhir 2018 sudah selesai asal pembebasan lahan juga selesai," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi: Kita Mau Bikin Tol di Jawa Saja Belum Selesai-selesai

Jokowi: Kita Mau Bikin Tol di Jawa Saja Belum Selesai-selesai

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 14:58 WIB

Jokowi: Pembebasan Lahan Jadi Masalah Utama Proyek Jalan Tol

Jokowi: Pembebasan Lahan Jadi Masalah Utama Proyek Jalan Tol

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 14:34 WIB

Jasa Marga Integrasikan Sistem Pembayaran Tol Trans Jawa

Jasa Marga Integrasikan Sistem Pembayaran Tol Trans Jawa

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 10:54 WIB

Jokowi Lakukan  'Groundbreaking'  Ruas Tol Pemalang-Batang Hari

Jokowi Lakukan 'Groundbreaking' Ruas Tol Pemalang-Batang Hari

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 10:42 WIB

Terkini

Agus Gumiwang dan Purbaya Bahas Insentif Motor dan Mobil Listrik, Ini Dampaknya

Agus Gumiwang dan Purbaya Bahas Insentif Motor dan Mobil Listrik, Ini Dampaknya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:13 WIB

Jangan Diabaikan! Ini Alasan Karyawan Harus Punya BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan

Jangan Diabaikan! Ini Alasan Karyawan Harus Punya BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:10 WIB

Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%

Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:03 WIB

Produksi Migas Capai 956 MBOEPD, Kinerja Pertamina Hulu Energi di Awal 2026 Tetap Terjaga

Produksi Migas Capai 956 MBOEPD, Kinerja Pertamina Hulu Energi di Awal 2026 Tetap Terjaga

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:58 WIB

Rupiah Keok ke Rp17.410, Subsidi Energi Jebol Rp118 Triliun

Rupiah Keok ke Rp17.410, Subsidi Energi Jebol Rp118 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:43 WIB

Potret Ketenagakerjaan RI: Pekerja Formal Menurun, Puluhan Juta Rakyat Pilih Kerja Serabutan

Potret Ketenagakerjaan RI: Pekerja Formal Menurun, Puluhan Juta Rakyat Pilih Kerja Serabutan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:31 WIB

Dorong Pemberdayaan Perempuan, Pegadaian Dukung Kartini Race 2026: Tonggak Baru Motorsport Indonesia

Dorong Pemberdayaan Perempuan, Pegadaian Dukung Kartini Race 2026: Tonggak Baru Motorsport Indonesia

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:21 WIB

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026, Industri Pengolahan Jadi Penopang

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026, Industri Pengolahan Jadi Penopang

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:17 WIB

Perkuat Kesiapan Asesmen Skala Nasional, 91 Ribu Siswa Ikuti Try Out Digital PIJAR

Perkuat Kesiapan Asesmen Skala Nasional, 91 Ribu Siswa Ikuti Try Out Digital PIJAR

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:56 WIB

3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit

3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:52 WIB