Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

TNI AL Tegaskan Tembak Kapal, Bukan Nelayan Cina

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 21 Juni 2016 | 11:52 WIB
TNI AL Tegaskan Tembak Kapal, Bukan Nelayan Cina
TNI Angkatan Laut (TNI AL) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menenggelamkan 35 kapal ikan asing secara serentak di lima tempat, Rabu (20/5). [TNI AL/Puspen TNI]

TNI Angkatan Laut membantah jika pihaknya disebut-sebut telah menembak salah satu nelayan kapal asing ilegal yang ditangkap di perairan Zona Ekonomi Eksklusif atau ZEE di Natuna.

Hal ini menyusul adanya protes keras Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying yang mengatakan satu nelayan mengalami luka tembak saat pengejaran yang dilakukan oleh TNI AL.

"Nggak ada tertembak. Kalau dikatakan ada yang tertembak itu omong kosong, nggak ada yang tertembak. Kami melayangkan tembakkan bukan ke ABK, tapi kearah depan kapal dan badan kapal. Karena kapal Cina ini tidak mau berhenti," kata Panglima Armada Barat  Laksamana Muda Achmad Taufiqoerochman saat menggelar konferensi pers di Mako Koarmabar, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016).

Ia pun mengaku, tembakan peringatan tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Lantaran, kapal asing asal Cina ini hendak melarikan diri lantaran telah tertangkap basah memasuki perairan ZEE Indonesia tanpa izin.

"Kami sudah meminta mereka melalui pengeras suara untuk berhenti tapi tidak dihiraukan. Kita melepaskan tembakan sesuai prosedur, karena kita berdaulat hukum internasional dan termasuk hukum Indonesia karena mereka (kapal Cina) berada di perairan Indonesia," katanya.

Pihaknya pun menegaskan, tidak ada yang terlukan saat pengejaran. Hingga saat ini, tujuh ABK dalam keadaan sehat dan tidak ada yang terluka. Posisi para ABK saat ini berada di Sabang Mawang untuk menjalani pemerikasaan.

Seperti diketahui, pada Jumat 17 Juni 2016, TNI AL berhasil menangkap kapal asing ilegal asal Cina yang memasuki kawasan ZEE Indonesia. Kapal-kapal asing ini diduga tengah melakukan praktil illegal fishing. Dalam proses investigasi, TNI AL telah menemukan barang bukti dua ton ikan. Proses penyelidikan hingga saat ini masih terus dilakukan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TNI-AL Tembak Kapal Pencuri Ikan Asal Cina di Natuna

TNI-AL Tembak Kapal Pencuri Ikan Asal Cina di Natuna

Bisnis | Selasa, 21 Juni 2016 | 11:17 WIB

Polres Bogor Tangkap 31 WNA Penipu Online Asal Cina

Polres Bogor Tangkap 31 WNA Penipu Online Asal Cina

News | Selasa, 21 Juni 2016 | 06:36 WIB

Menlu Bantah Ada ABK Cina Tertembak

Menlu Bantah Ada ABK Cina Tertembak

News | Senin, 20 Juni 2016 | 19:50 WIB

Cina Tuding TNI Tembak Nelayannya

Cina Tuding TNI Tembak Nelayannya

News | Senin, 20 Juni 2016 | 06:48 WIB

9 Kapal Pencuri Ikan Filipina Ditangkap di Perbatasan RI-Filipina

9 Kapal Pencuri Ikan Filipina Ditangkap di Perbatasan RI-Filipina

Bisnis | Sabtu, 18 Juni 2016 | 14:22 WIB

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Pencuri Ikan Cina

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Pencuri Ikan Cina

Bisnis | Sabtu, 18 Juni 2016 | 13:37 WIB

Bahas Laut Cina Selatan, Jokowi Panggil Luhut dan Ryamizard

Bahas Laut Cina Selatan, Jokowi Panggil Luhut dan Ryamizard

News | Senin, 13 Juni 2016 | 15:09 WIB

Ini Strategi Wuling Pasarkan Pesaing Toyota Avanza

Ini Strategi Wuling Pasarkan Pesaing Toyota Avanza

Otomotif | Senin, 13 Juni 2016 | 11:07 WIB

Ledakan Bom di Bandara Internasional Cina

Ledakan Bom di Bandara Internasional Cina

News | Minggu, 12 Juni 2016 | 17:16 WIB

Terobsesi Foto Selfie, Ponsel Ini Bisa Jadi Pilihan

Terobsesi Foto Selfie, Ponsel Ini Bisa Jadi Pilihan

Tekno | Minggu, 12 Juni 2016 | 11:34 WIB

Terkini

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 22:11 WIB

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 20:05 WIB

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:52 WIB

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:47 WIB

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:44 WIB

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:37 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:36 WIB

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:00 WIB

DJP Tunggu Restu Purbaya soal Kebijakan Pajak E-commerce

DJP Tunggu Restu Purbaya soal Kebijakan Pajak E-commerce

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 18:58 WIB