Array

BEI Akui Brexit Jadi Salah Satu Faktor Melemahnya IHSG

Adhitya Himawan Suara.Com
Minggu, 26 Juni 2016 | 19:21 WIB
BEI Akui Brexit Jadi Salah Satu Faktor Melemahnya IHSG
Suasana perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (13/11). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai stabilitas ekonomi domestik, yang baik, menjaga kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) periode 20-24 Juni 2016 hanya melemah tipis 0,01 persen ke posisi 4.834,57 poin jika dibandingkan pekan sebelumnya.

Kepala Komunikasi Perusahaan BEI Dwi Shara Soekarno di Jakarta, Minggu (26/6/2016) mengatakan, sentimen perkembangan perekonomian dunia, khususnya Eropa terkait hasil referendum Inggris yang keluar dari Uni Eropa (Brexit) menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja IHSG.

"Meski IHSG melemah, namun hanya tipis karena daya tahan perekonomian Indonesia terhadap sentimen eksternal cukup kuat," katanya.

Meski dibayangi sentimen negatif eksternal, lanjut dia, investor asing di sepanjang periode 20-24 Juni 2016 itu masih mencatatkan beli bersih di pasar saham Indonesia senilai Rp1,44 triliun. Secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat beli bersih dengan nilai Rp8,08 triliun.

Pada periode itu, lanjut dia, nilai kapitalisasi pasar BEI di sepanjang 20-24 Juni 2016 itu juga meningkat menjadi Rp5.187,53 triliun dari Rp5,172.39 triliun di akhir pekan sebelumnya.

Vice President PT Samuel Sekuritas, Mohamad Al Fatih menambahkan bahwa pasar saham domestik sempat mengalami kepanikan setelah hasil referendum Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa.

"Sempat panik ya karena Brexit ini sesuatu yang tidak diduga. Angket-angket sebelumnya cenderungnya memerlihatkan akan tetap (bertahan di Uni Eropa). Ternyata tidak. Sesuatu yang tidak terduga itu tidak baik untuk pasar," katanya.

Ia menilai bahwa sentimen Brexit masih bisa terasa dampaknya hingga pekan depan. Apalagi, jika berdampak ke negara lain di Eropa lainnya yang juga ingin keluar dari Uni Eropa. Sekelompok orang di Perancis menyatakan ingin mendorong negaranya keluar dari Uni Eropa.

"Itu menambah ketidakpastian yang sektor keuangan tidak suka. Artinya, kalau tidak suka itu mereka jual dulu aset yang berisiko ke aset yang pasti seperti dolar AS dan emas," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI