Pelajar Indonesia Menggeliatkan Industri Properti di Australia

Adhitya Himawan

Jum'at, 15 Juli 2016 | 10:33 WIB
Pelajar Indonesia Menggeliatkan Industri Properti di Australia
Ilustrasi properti di luar negeri. [Pixabay]

Sektor pendidikan merupakan faktor penting sebagai pendorong industri properti di Australia. Sejak tahun 1980an, kota-kota di Benua Kanguru ini sudah mulai diserbu oleh warga Jepang, lalu disusul oleh warga kaya Cina. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Orang Indonesia ternyata cukup banyak yang memutuskan untuk membeli properti di Australia. Bahkan menurut Property Affordability Sentiment Index Survey 2015 yang dilakukan Rumah.com bersama lembaga riset Added Value Saffron Hill, Australia merupakan salah satu negara yang diincar oleh para investor properti Indonesia, selain Singapura, Malaysia, Amerika Selatan dan Kanada pada tahun 2016.

“Pendidikan memang menjadi salah satu pendorong industri properti dan jenis hunian yang menjadi incaran konsumen maupun investor adalah apartemen. Setiap tahun, ada ribuan mahasiswa baru yang membutuhkan tempat tinggal, dan ini adalah pasar yang menarik. Selain karena keterbatasan lahan dan harga yang relatif lebih bagus, apartemen menyediakan banyak fasilitasi pendukung dengan akses terjangkau, seperti kolam renang, pusat belanja atau area studi yang nyaman di lingkungan sekitar,” kata Wasudewan, Country Manager Rumah.com, dalam keterangan resmi, Kamis (14/7/2016).

Ia juga menambahkan, Property Affordability Sentiment Index Survey 2015 mengungkapkan bahwa 21% investor properti Indonesia memilih investasi di luar negeri untuk alasan rencana pendidikan anak. Dengan beragam kemudahan dan fasilitas pendidikan kelas global, alasan para investor membidik Australia pun kian menguat.

Faktor Pendidikan

“Di Australia, terdapat sekitar 16.000 pelajar Indonesia yang menuntut ilmu,” kata Aimee Sukesna, Head of Marketing and Public Relations dari lembaga pendidikan Uni Sadhu Guna (www.unisadhuguna.org)yang memfasilitasi para pelajar Indonesia untuk siap melanjutkan pendidikan ke kampus-kampus kelas dunia, termasuk Australia.

Sepanjang tahun 2015, tercatat sekitar 645.000 pelajar internasional di Australia dan berkontribusi sekitar 19 Miliar AUD kepada ekonomi negeri Kanguru tersebut. Pendidikan merupakan salah satu industri penting bagi Australia setelah bijih besi serta batu bara, dan bersaing ketat dengan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Selandia Baru, Kanada dan Jerman.

Menurut Aimee, harga sewa hunian yang tinggi di Australia menjadi stimulus tingginya investor properti yang datang dari para pelajar asing. “Misalnya, untuk biaya sewa mingguan di area Melbourne dan Sydney mencapai 300 sampai dengan 600 AUD. Sementara di Perth sedikit lebih rendah, mulai dari 150 – 300 AUD per minggu. Pada akhirnya orang tua lebih memilih untuk menyicil unit apartemen dan rumah sebagai penginapan anak-anaknya,” jelas Aimee.

“Beberapa orang tua bahkan ada yang melakukan transaksi pembelian sekitar 5 tahun sebelum tahun ajaran dimulai, sehingga keuntungan (return of investment) yang di dapat bisa menjadi uang pangkal atau bahkan menutup biaya total perkuliahan,” tambahnya.

Keuntungan berinvestasi properti di sana memang tidak dapat dipandang sebelah mata. Dalam tiga tahun masa pendidikan, keuntungan yang didapat bisa mencapai 100 persen atau lebih, demikian tutur Aimee.

Ditambah lagi, mulai bulan Juli 2016, pemerintah Australia melonggarkan kebijakan pelajar asing yang ingin mendapatkan visa pelajar di negeri Kanguru tersebut. Kebijakan tersebut akan semakin mendongkrak pasar properti Australia, khususnya di Melbourne dan Sydney.

Beberapa kemudahan regulasi ini mencakup 10 tahun visa pelajar percobaan, aplikasi visa dalam bahasa Mandarin dan proses pengajuan visa yang lebih sederhana. Dengan regulasi yang semakin mudah tersebut, jumlah pelajar asing akan semakin banyak berdatangan untuk menuntut ilmu pendidikan di Australia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BTN Gandeng ITB Dukung Program Sejuta Rumah

BTN Gandeng ITB Dukung Program Sejuta Rumah

Bisnis | Rabu, 13 Juli 2016 | 13:19 WIB

Summarecon akan Kembangkan Kota Mandiri di Bandung & Karawang

Summarecon akan Kembangkan Kota Mandiri di Bandung & Karawang

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 10:20 WIB

Ternyata Orang Indonesia Lebih Sering Cari Rumah Pada Hari Kamis

Ternyata Orang Indonesia Lebih Sering Cari Rumah Pada Hari Kamis

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 11:41 WIB

Tren Digital Pencarian Properti Masyarakat Indonesia

Tren Digital Pencarian Properti Masyarakat Indonesia

Bisnis | Jum'at, 24 Juni 2016 | 10:14 WIB

Pengusaha Klaim Bisnis Properti Tetap Bagus Meski Ekonomi Melemah

Pengusaha Klaim Bisnis Properti Tetap Bagus Meski Ekonomi Melemah

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 18:15 WIB

Ruko Lebih Favorit Ketimbang Apartemen, Ini Jawabannya

Ruko Lebih Favorit Ketimbang Apartemen, Ini Jawabannya

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 17:10 WIB

Kamis Jadi Hari Paling Favorit Cari Rumah

Kamis Jadi Hari Paling Favorit Cari Rumah

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 16:46 WIB

Pasar Properti Indonesia di Semester I 2016 Diprediksi Masih Lesu

Pasar Properti Indonesia di Semester I 2016 Diprediksi Masih Lesu

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 13:40 WIB

Paramount Land akan Luncurkan 10 Jenis Produk Properti

Paramount Land akan Luncurkan 10 Jenis Produk Properti

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 07:41 WIB

REI: Sektor Properti Mempengaruhi 174 Industri Lain

REI: Sektor Properti Mempengaruhi 174 Industri Lain

Bisnis | Rabu, 22 Juni 2016 | 13:37 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×