Pasar Properti Indonesia di Semester I 2016 Diprediksi Masih Lesu

Adhitya Himawan Suara.Com
Kamis, 23 Juni 2016 | 13:40 WIB
Pasar Properti Indonesia di Semester I 2016 Diprediksi Masih Lesu
Perumahan sederhana di Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Konsultan properti internasional Cushman & Wakefield menyatakan properti di Indonesia masih lesu dalam semester awal 2016 yang juga dipengaruhi dengan beragam kondisi perekonomian di tingkat global.

"Semester I-2016 ini properti masih lesu walau pada tahun ini telah banyak usaha pemerintah dalam mendorong investasi di infrastruktur," kata Direktur Riset Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo dalam paparan kajian properti kuartal II-2016 di Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Menurut Arief, kelesuan itu hampir menerpa beragam aspek dalam bidang properti seperti perkantoran baik di CBD (sentrabisnis) maupun di luarnya, atau juga di pusat perbelanjaan di kawasan Jabodetabek.

Begitu juga dengan tingkat penjualan kondominium dan apartemen sewa yang melesu bersamaan dengan berkurangnya aktivitas bisnis di sektor migas-pertambangan akibat dampak global.

"Beberapa perusahaan migas dan pertambangan yang berkurang juga mengurangi jumlah ekspatriat yang ada sehingga mengurangi jumlah sewa (untuk kondominium atau apartemen sewa)," kata Arief Rahardjo.

Dia berpendapat bahwa sesuai dengan kajian Bank Dunia, pertumbuhan di Indonesia akan kembali bergairah dengan bergantung kepada tingkat konsumsi serta realisasi belanja pemerintah untuk beragam pembangunan infrastruktur secara nasional.

Sebelumnya, IPW menginginkan pelaku sektor properti mewaspadai siklus musiman yang diperkirakan juga bakal mempengaruhi masih melesunya tingkat penjualan pasar perumahan secara nasional.

"Siklus musiman berupa perayaan Lebaran, Natal, dan Tahun Baru juga untuk urusan tahun ajaran baru akan memberikan dampak pada proses pengambilan keputusan pembelian rumah," kata Ali Tranghanda.

Menurut Ali Tranghanda, pada bulan Ramadhan yang akan berlangsung sepanjang Juni 2016 yang akan disusul oleh Lebaran dinilai akan berdampak pada menurunnya minat masyarakat untuk berkonsentrasi membeli rumah.

Karena itu, ujar dia, paling tidak keputusan pembelian dilakukan setelah Lebaran bahkan beberapa bulan setelah Lebaran.

Selain itu, lanjutnya, dampak tahun ajaran baru yang dimulai pada periode Juni-Juli akan memberikan tekanan pengeluaran pada masyarakat menengah-bawah untuk lebih mengutamakan biaya sekolah anak-anak mereka dibandingkan untuk membeli rumah terlebih dahulu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI