Ini Alasan Pemerintah Impor Jeroan Sapi

Suwarjono

Selasa, 19 Juli 2016 | 19:09 WIB
Ini Alasan Pemerintah Impor Jeroan Sapi
Harga Daging Sapi Masih Tinggi

Suara.com - Kementerian Pertanian menegaskan jeroan juga memiliki kandungan gizi dan vitamin yang dibutuhkan manusia sehingga bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup tidak akan membahayakan kesehatan.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita di Jakarta, Selasa menyatakan, beberapa kandungan gizi pada jeroan antara lain karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, B12 dan asam fosfat, zat besi, kalium , magnesium, fosfor dan zeng.

"Meskipun jeroan mengandung asam purin dan lemak tinggi sehingga bila dikonsumsi berlebihan dapat memicu timbulnya penyakit jantung, radang sendi dan lain-lain, namun tidak semua jeroan seperti jantung memliki kandungan kolesterol dan asam purin tinggi," katanya menanggapi sejumlah kritikan masyarakat terhadap rencana pemerintah untuk mengimpor jeroan sapi.

Sebelumnya pada Januari 2015 Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan jeroan adalah makanan hewan sehingga pemerintah tidak akan membuka impor terhadap produk ternak tersebut.

Namun demikian saat ini Kementerian Pertanian berencana membuka keran impor jeroan dengan alasan tingginya kebutuhan daging di masyarakat sementara harga di pasaran melambung tinggi yakni mencapai Rp120 ribu/kg.

Ketut menyatakan, impor jeroan dilakukan sebagai salah satu cara untuk membantu menurunkan harga daging sapi yang dinilai masih tinggi di pasaran. Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah meminta agar harga daging di tingkat konsumen diturunkan hingga Rp 80 ribu per kg.

"Tugas kita di Pertanian menjaga harga daging di Rp 80 ribu. Akhirnya kita mencari pilihan, artinya masyarakat diberikan pilihan selain daging segar, ada frozen dan jeroan. Kan kalau impor sapi bakalan juga sekaligus impor jeroan, karena dalam sapi bakalan, yang diolah selain kulit juga jeroan dan kita makan," kata dia.

Menurut dia, nantinya tidak semua jenis jeroan akan diizinkan masuk di dalam negeri namun hanya tiga jenis yakni jantung, paru dan hati yang masih diperlukan masyarakat Indonesia untuk aneka kuliner tradisional di tanah air.

Ketut menegaskan, tidak benar jika yang mengkonsumsi jeroan hanya masyarakat Indonesia karena terbukit negara-negara maju seperti Italia, Spanyol, Skotlandia, Yunani, Turki, bahkan Korea dan Jepang menggunakan produk ternak ini sebagai bahan makanan yang mahal.

Dia mencontohkan di Inggris jeroan dimanfaatkan sebagai campuran steak, di Jepang untuk campuran Yakitori ataupun Charasco di Brasil yakni makanan dalam bentuk saten yang ada daging, kulit dan hati.

"Bahkan Australia juga mengekspor jeroan ke Amerika Serikat dan Brasil dalam jumlah yang besar," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akhirnya, Pemerintah Impor Daging Kerbau dari India

Akhirnya, Pemerintah Impor Daging Kerbau dari India

Bisnis | Kamis, 14 Juli 2016 | 19:18 WIB

Izinkan Kementan Impor Jeroan, Ini Syarat Dari Kemendag

Izinkan Kementan Impor Jeroan, Ini Syarat Dari Kemendag

Bisnis | Kamis, 14 Juli 2016 | 17:40 WIB

Daging Sapi Rp120 Ribu, Pemerintah Buka Keran Impor Jeroan

Daging Sapi Rp120 Ribu, Pemerintah Buka Keran Impor Jeroan

Bisnis | Kamis, 14 Juli 2016 | 14:47 WIB

YLKI Kritik Impor Jeroan Sapi Merendahkan Martabat Bangsa

YLKI Kritik Impor Jeroan Sapi Merendahkan Martabat Bangsa

Bisnis | Rabu, 13 Juli 2016 | 10:37 WIB

Mentan Janji Cabut Semua Hambatan Peredaran Daging

Mentan Janji Cabut Semua Hambatan Peredaran Daging

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 09:11 WIB

Terkini

Dana IPO Superbank Rp1,4 T Masih Menganggur

Dana IPO Superbank Rp1,4 T Masih Menganggur

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 19:22 WIB

Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre

Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre

Otomotif | Sabtu, 05 September 2026 | 19:05 WIB

Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat

Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 19:05 WIB

Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera

Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera

News | Sabtu, 05 September 2026 | 19:00 WIB

Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka

Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 18:59 WIB

Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar

Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 18:56 WIB

Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta

Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 18:51 WIB

Adik Kejar Kakak Pakai Sajam di Pringsewu, Hanya Gara-gara Motor Rusak

Adik Kejar Kakak Pakai Sajam di Pringsewu, Hanya Gara-gara Motor Rusak

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 18:49 WIB

Bedak Tabur Wardah Lightening Cocok untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli

Bedak Tabur Wardah Lightening Cocok untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 18:45 WIB

Ekonomi yang Membentuk Isi Piring: Mengapa Makan Sehat Jadi Kemewahan?

Ekonomi yang Membentuk Isi Piring: Mengapa Makan Sehat Jadi Kemewahan?

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 18:45 WIB

×