Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Komisi VII: Beri Kesempatan Pada Menteri ESDM Archandra Tahar

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 28 Juli 2016 | 14:58 WIB
Komisi VII: Beri Kesempatan Pada Menteri ESDM Archandra Tahar
Menteri ESDM Archandra Tahar saat dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7/2016). [Antara/Widodo S Jusuf]

Presiden Joko Widodo baru saja menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru, Archandra Tahar. Ia menggantikan posisi yang sebelumnya diduduki oleh Sudirman Said.

Berbeda dengan Sudirman Said yang pernah berkiprah di PT Pertamina dan PT Pindad, sosok Archandra masih misterius bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Maklum, pria asal Sumatera Barat ini lebih banyak berkiprah di industri minyak dan gas di Amerika Serikat.

"Tentu Presiden memberikan pilihan telah melalui banyak pertimbangan. Sebagai orang baru, Archandra sangat membutuhkan dukungan dari para Eselon I untuk mengetahui kondisi internal serta persoalan migas dan minerba di Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi VII Satya Widya Yudha saat dihubungi Suara.com, Kamis (28/7/2016).

Politisi Golkar tersebut mengingat tugas Archandra sangatlah berat. Mulai dari membangun kebijakan yang berorientasi kemandirian energi secara berkelanjutan, sampai melakukan harmonisasi regulasi migas dan minerba. "Termasuk soal revisi UU Migas dan UU Minerba. Dia harus membangun kerjasama yang baik dengan legislatif, tentunya," ujar Satya.

Regulasi migas dan minerba yang harmonis sangatlah krusial. Karena faktor ini akan menentukan seberapa besar Indonesia mampu mendongkrak arus investasi yang masuk ke sektor migas, energi, maupun minerba. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri. "Regulasi harmonis ini sangat menentukan untuk perbaikan iklim investasi energi," tutup Satya.

Harus diakui, memang tidak banyak informasi yang bisa digali dari Archandra, karena dirinya lebih banyak berkiprah di luar negeri. Sebelum masuk kabinet, Archandra tercatat sebagai Direktur Asia Offshore Consulting Llc dan Presiden Petroneering Consulting Houston berdomisili di Texas, Amerika Serikat.  Ia bekerja sebagai profesional di perusahaan tersebut sejak Oktober 2013, setelah sebelumnya bekerja di Horton Wison Deepwater Inc. 

Dikutip dari beberapa publikasi, Archandra menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) dan melanjutkan S2 di Texas A&M University of America. Usai kuliah, pria berdarah Minangkabau ini merantau ke negari Paman Sam untuk bekerja di beberapa perusahaan internasional dibidang migas.

Archandra merupakan pemilik hak paten untuk teknologi McT (Multi Column TLP) Floating Platform, dan pernah diundang PT Pertamina (Persero) untuk memaparkan konsep teknologi yang dimilikinya untuk digunakan di lapangan L-Parigi.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IEA Dorong Indonesia Lakukan Reformasi Sektor Energi

IEA Dorong Indonesia Lakukan Reformasi Sektor Energi

Bisnis | Selasa, 19 Juli 2016 | 19:12 WIB

Proyek Kilang LNG Tangguh Train 3 Capai Keputusan Akhir

Proyek Kilang LNG Tangguh Train 3 Capai Keputusan Akhir

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2016 | 18:58 WIB

Pemerintah Perpanjang Kontrak Migas di Lematang

Pemerintah Perpanjang Kontrak Migas di Lematang

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 15:03 WIB

Tahun Ini Indonesia Teken 6 Proyek Migas dengan Timur Tengah

Tahun Ini Indonesia Teken 6 Proyek Migas dengan Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 13:13 WIB

Pertamina dan National Iranian Oil Resmi Teken Jual Beli LPG

Pertamina dan National Iranian Oil Resmi Teken Jual Beli LPG

Bisnis | Selasa, 31 Mei 2016 | 11:02 WIB

Terkini

Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan

Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:46 WIB

Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas

Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:37 WIB

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:32 WIB

Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK

Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:10 WIB

Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen

Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:09 WIB

Ini 5 Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula, Modal Mulai Rp10 Ribuan Saja!

Ini 5 Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula, Modal Mulai Rp10 Ribuan Saja!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:05 WIB

Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN

Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:31 WIB

Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:20 WIB

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:15 WIB

Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000

Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:07 WIB