IPW Peringatkan Tanpa Bank Tanah, Program Sejuta Rumah akan Gagal

Adhitya Himawan

Minggu, 07 Agustus 2016 | 13:37 WIB
IPW Peringatkan Tanpa Bank Tanah, Program Sejuta Rumah akan Gagal
Perumahan sederhana yang dibangun pengembang yang tergabung dalam Apernas. [apernas.org]

Saat ini seakan-akan pemerintah membiarkan pasar perumahan untuk menengah bawah diserahkan pada mekanisme pasar. Alih-alih menyediakan rumah rakyat, malah hal ini akan menjadi bom waktu ketika harga tanah sudah semakin tinggi dan tidak dapat lagi dikembangkan rumah murah. Indonesia Property Watch (IPW) kembali mengingatkan bahwa akan sangat baik bila urusan perumahan rakyat sebagai public housing menjadi tanggung jawab pemerintah dan dibangun oleh pemerintah.

"Karena jika public housing diserahkan sepenuhnya kepada swasta, harga akan semakin naik dan semakin tidak terjangkau masyarakat," kata CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dalam keterangan resmi, Jumat (5/8/2016).

Program sejuta rumah yang sedang bergulir pun terancam gagal karena diperkirakan para pengembang swasta yang membantu membangun rumah murah pada saatnya akan mengalami kesulitan dalam menyiapkan lahan karena harga tanah sudah semakin tinggi. "Dalam 2 sampai 3 tahun ke depan, program sejuta rumah tidak akan sustain," ujar Ali.

Faktor yang paling strategis dalam masalah ini adalah ketersediaan lahan yang layak untuk dibangun perumahan murah. Ketika lahan dijadikan obyek komersial, maka tentunya harga akan terus naik dan pemerintah saat ini gagal dalam hal pengendalian harga tanah khususnya untuk rumah murah. “Masyarakat yang masih membutuhkan rumah sangat banyak, namun bila tanah semakin tinggi tanpa ada yang dapat mengendalikannya, maka tidak ada yang dapat membangun rumah murah lagi, “ terang Ali.  Konsep bank tanah diusulkan IPW untuk segera dibahas mengingat pentingnya instrumen ini untuk mengendalikan harga tanah dan memberikan jaminan ketersediaan lahan untuk pembangunan rumah murah.

Bank tanah ini dapat dikelola oleh sebuah badan otonomi perumahan nasional sehingga pemerintah dapat bertindak sebagai master developer yang menentukan arah pembangun rumah secara nasional. Lucunya saat ini yang menjadi penentu arah pengembangan perumahan nasional relatif adalah pengembang swasta. Pemerintah diharapkan serius untuk segera membentuk bank tanah sekaligus badan otonomi tersebut, jangan sampai terlambat karena hal ini sangat mendesak. Dengan badan ini pemerintah dapat mengatur wilayah-wilayah mana saja yang kekurangan pasokan rumah murah dan tidak mengandalkan swasta.

Namun demikian sebelum itu penataan tata ruang dengan peruntukan untuk perumahan menengah bawah di masing-masing wilayah Pemda harus segera ditetapkan sehingga pengadaan bank tanah pun dapat semakin efektif. Saat ini banyak tanah-tanah yang seharusnya dapat dibangun rumah murah sudah terlalu tinggi harga tanahnya, yang seharusnya dapat ‘diamankan’ pemerintah sejak dini. “Tanah-tanah yang saat ini dilewati oleh LRT, MRT, kereta api, sudah banyak yang terlambat untuk diamankan pemerintah dan dikuasai swasta. Jika sejak dini pemerintah sudah dapat mengamankan tanah tersebut, maka ketersediaan lahan untuk pembangunan rumah sederhana seharusnya tidak menjadi masalah,” jelas Ali.

Tanah-tanah tersebut yang kemudian menjadi bagian dari bank tanah yang akan dikelola dan direncanakan oleh Badan Otonomi Perumahan bekerja sama dengan pemda. "Bank tanah sebenarnya sudah diakui banyak pihak menjadi instrumen pengendali harga, karenanya keseriusan pemerintah dalam hal ini harus dibuktikan dengan jelas dan nyata,"tutup Ali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IPW Akui Indikator Kredit Macet Perumahan Makin Bertambah

IPW Akui Indikator Kredit Macet Perumahan Makin Bertambah

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 01:36 WIB

IPW Kembali Dorong Usulan DP 0 Persen untuk Beli Rumah

IPW Kembali Dorong Usulan DP 0 Persen untuk Beli Rumah

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 01:14 WIB

IPW: Tax Amnesty Harus Disertai Insentif Bagi Industri Properti

IPW: Tax Amnesty Harus Disertai Insentif Bagi Industri Properti

Bisnis | Sabtu, 23 Juli 2016 | 12:17 WIB

Pemangkasan Izin Rumah Subsidi Bikin REI Gembira

Pemangkasan Izin Rumah Subsidi Bikin REI Gembira

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2016 | 19:47 WIB

IPW Prediksi Sektor Properti di Semester II 2016 Berpotensi Naik

IPW Prediksi Sektor Properti di Semester II 2016 Berpotensi Naik

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2016 | 19:32 WIB

Penjualan Properti Jabodetabek-Banten Q2 2016 Turun 48,82 Persen

Penjualan Properti Jabodetabek-Banten Q2 2016 Turun 48,82 Persen

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2016 | 17:32 WIB

Tax Amnesty Bikin Kapitalisasi Pasar Konstruksi Rp2000 Triliun

Tax Amnesty Bikin Kapitalisasi Pasar Konstruksi Rp2000 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 20:13 WIB

Ini Dampak Buruk Tax Amnesty Bagi Industri Properti Versi IPW

Ini Dampak Buruk Tax Amnesty Bagi Industri Properti Versi IPW

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 19:09 WIB

IPW Prediksi 60 Persen Dana Repatriasi Incar Sektor Properti

IPW Prediksi 60 Persen Dana Repatriasi Incar Sektor Properti

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 18:34 WIB

BTN Gandeng ITB Dukung Program Sejuta Rumah

BTN Gandeng ITB Dukung Program Sejuta Rumah

Bisnis | Rabu, 13 Juli 2016 | 13:19 WIB

Terkini

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:12 WIB

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 08:09 WIB

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:06 WIB

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 07:28 WIB

×