Array

Penjualan Properti Jabodetabek-Banten Q2 2016 Turun 48,82 Persen

Adhitya Himawan Suara.Com
Kamis, 21 Juli 2016 | 17:32 WIB
Penjualan Properti Jabodetabek-Banten Q2 2016 Turun 48,82 Persen
Komplek perumahan sederhana di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/7/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Berdasarkan riset yang dilakukan Indonesia Property Watch (IPW) terhadap proyek-proyek perumahan di wilayah studi Jabodebek-Banten, diperlihatkan nilai penjualan di Q2-2016 masih mengalami tekanan dan kembali menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Nilai penjualan di Q2-2016 menunjukkan penurunan sebesar 13,3 persen (qtq) dibandingkan triwulan sebelumnya menjadi sebesar Rp 1.081.697.363.173.

"Nilai ini lebih rendah 49,82 persen (yoy) dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya," kata Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda dalam keterangan resmi, Kamis (21/7/2016).

Pertumbuhan tertinggi secara triwulanan berada di wilayah Bekasi 45,0 persen diikuti Depok, Tangerang, dan Serang, masing-masing sebesar 12,3 persen, 11,9 persen, dan 8,6 persen. Sedangkan penurunan penjualan terbesar terjadi di wilayah Cilegon, Jakarta, dan Bogor, masing-masing turun 69,1 persen, 65,6 persen, dan 42,8 persen. Meskipun pertumbuhan nilai penjualan wilayah Bekasi lebih tinggi dibandingkan wilayah lain, namun dari besarnya nilai penjualan masih lebih rendah dibandingkan wilayah Bogor yang berkontribusi 22,7 persen dari total nilai penjualan yang ada, sedangkan Bekasi mewakili 22,2 persen dari total penjualan.

Sesuai dengan prediksi IPW awal tahun lalu bahwa penjualan rumah segmen menengah masih terus mendominasi pasar perumahan primer di Jabodebek-Banten, menyusul data hasil riset yang menunjukkan bahwa sebagian besar rumah di segmen menengah dengan harga Rp 300 juta – 1 miliar mewakili 67,5 persen dari total penjualan, dibandingkan dengan segmen bawah < Rp 300 jutaan sebesar 15,1 persen dan segmen menengah atas >Rp 1 miliar sebesar 17,5 persen. "Penguatan di segmen menengah baik dari ukuran tipe dan harga jual diperkirakan masih akan terus menguat di sepanjang semester II/2016 termasuk sedikit peningkatan di segmen menengah atas," ujar Ali.

IPW menilai pergerakan pasar yang terjadi di Q2-2016 meskipun masih menunjukkan angka penurunan, namun lebih dikarenakan faktor musiman Lebaran dan akhir liburan serta tahun ajaran baru. Karenanya potensi peningkatan di semester II/2016 diperkirakan akan terjadi, menyusul pengamatan yang dilakukan di lapangan dengan optimisme dari para pelaku pasar dan pergerakan tipis yang telah terjadi di beberapa wilayah.

"Beberapa langkah pemerintah untuk mendongrak penjualan mulai dikeluarkan termasuk menekan BI Rate sampai 6,5 persen memang masih belum berdampak. Namun dampak psikologis semua elemen dan kebijakan termasuk tax amnesty, sedikit banyak akan memberikan dorongan bagi penguatan pasar perumahan di semester II/2016," tutup Ali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI