Buruh Tolak Kenaikan Harga Rokok Rp50 Ribu per Bungkus

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 22 Agustus 2016 | 09:45 WIB
Buruh Tolak Kenaikan Harga Rokok Rp50 Ribu per Bungkus
Presiden KSPI Said Iqbal. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Para buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan harga rokok hingga Rp50 ribu per bungkus.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, sedikitnya ada lima alasan yang membuat kaum buruh menolak rencana tersebut. Pertama, mahalnya harga rokok akan menurunkan daya beli masyarakat untuk membeli rokok.

"Yang mengakibatkan industri rokok akan menurunkan jumlah produksi rokok dan berujung ancaman phk besar-besaran," kata Iqbal melalui pesan singkatnya, Senin (22/8/2016).

Ditambah lagi, lanjut Iqbal, 80 persen pekerja di industri rokok adalah outsourcing yg sudah puluhan tahun bekerja dan rentan PHK. Ia pun mengaku kaum buruh ini setuju jika pertimbangan kesehatan menjadi prioritas.

Namun, setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah harus komperhensif dan juga harus mempertimbangkan ketenagakerjaan.

"Kedua, Ditengah perlambatan pertumbuhan ekonomi,bertambahnya lebih 800 ribu orang miskin,dan naiknya angka pengangguran menaikan harga cukai rokok akan menambah angka pengangguran baru yg akan menimpa 4,7 juta buruh industri rokok dan 1,2 juta petani tembakau," katanya.

Ia pun mempertanyakan kesiapan pemerintah jika nantinya penerapan kebijakan ini akan menimbulkan PHK dan pengangguran.

"Apakah pemerintah sudah menyiapkan lapangan kerja yg baru dan kebijakan diversifikasi baru buat petani tembakau,pemerintah jangan hanya mau enaknya dan gampangnya saja mendapat dana tambahan," tegasnya.

Ketiga, buruh tidak percaya bahwa kenaikan cukai rokok ini akan digunakan oleh pemerintah untuk meningkatkan anggaran kesehatan. Buktinya dari dulu KSPI mengusulkan agar dana cukai rokok digunakan untuk meningkatkan anggaran dan memperluas jumlah peserta JKN-KIS peserta PBI BPJS Kesehatan untuk orang miskin termasuk buruh penerima upah minimum, tapi tidak pernah disetujui.

"Jangan-jangan kebijakan menaikan harga rokok(dana cukai rokok ratusan triliun) hanyalah akal-akalan untuk menutupi kegagalan implementasi tax amnesty demi menambal defisit apbn,tapi dipakai alasan demi kesehatan rakyat padahal pola kapitalis," katanya.

Keempat, mahalnya harga rokok legal tidak akan berhasil menekan konsumsi perokok karena akan memunculkan rokok selundupan dan rokok illegal yg dijual murah krn kita tahu pengawasan pemerintah lemah dan "mental koruptor birokrat" yg masih kuat.

Kelima, menaikan harga rokok berarti"pemerintah menghisap darah rakyat kecil"demi menaikan pendaptan triliunan cukai rokok krn mereka jml perokok terbesar.

"Oleh karena KSPI berpendapat bukan menaikan harga rokok tapi memperkuat pendidikan dan kampanye tentang bahayanya merokok terutama dikalangan generasi muda serta menaikan sebesar-besarnya pajak penghasilan para pengusaha industri rokok krn mereka adalah orang terkaya no 1 dan 2 (die) indonesia dg upah buruh murah dan mempekerjakan 80 persen buruh outsourcing," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Angka Kenaikan Wajar Harga Rokok Versi MPSI

Ini Angka Kenaikan Wajar Harga Rokok Versi MPSI

News | Senin, 22 Agustus 2016 | 00:19 WIB

Pendapatan Cukai Naik 100 Persen Kalau Harga Rokok Rp50 Ribu

Pendapatan Cukai Naik 100 Persen Kalau Harga Rokok Rp50 Ribu

Bisnis | Minggu, 21 Agustus 2016 | 12:52 WIB

Sandiaga Minta Pemerintah Kaji Ulang Kenaikan Harga Rokok

Sandiaga Minta Pemerintah Kaji Ulang Kenaikan Harga Rokok

Bisnis | Minggu, 21 Agustus 2016 | 09:20 WIB

Sebungkus Rokok Rp50 Ribu, Derby Sedih Sekaligus Senang

Sebungkus Rokok Rp50 Ribu, Derby Sedih Sekaligus Senang

Entertainment | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 19:46 WIB

Buruh Kasar Cina Digaji Setara Bos Harus Ditelusuri

Buruh Kasar Cina Digaji Setara Bos Harus Ditelusuri

News | Rabu, 03 Agustus 2016 | 19:00 WIB

Tolak Pilih Ahok di Pilkada DKI, Ini Alasan Buruh

Tolak Pilih Ahok di Pilkada DKI, Ini Alasan Buruh

News | Selasa, 02 Agustus 2016 | 14:28 WIB

Buruh di 5 Kota Akan Turun ke Jalan untuk Dukung Rizal Ramli

Buruh di 5 Kota Akan Turun ke Jalan untuk Dukung Rizal Ramli

News | Selasa, 02 Agustus 2016 | 14:12 WIB

Indonesia Dituding Kecolongan Masuknya Pekerja Cina

Indonesia Dituding Kecolongan Masuknya Pekerja Cina

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 12:40 WIB

Terkini

Prabowo Siapkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun via DNKK, Apa Syaratnya?

Prabowo Siapkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun via DNKK, Apa Syaratnya?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:52 WIB

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Jawa Tengah | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

×