Efektifitas Pengendalian Pangan Nasional Dinilai Makin Tak Jelas

Adhitya Himawan

Minggu, 14 Agustus 2016 | 14:41 WIB
Efektifitas Pengendalian Pangan Nasional Dinilai Makin Tak Jelas
Aktivitas bongkar muat beras bulog di Pelabuhan Indonesia, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (22/11). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Ketua Forum Ekonomi Konstitusi Defiyan Cori menilai efektifitas pengendalian pangan nasional semakin tidak jelas dan terarah. Kondisi ini makin diperparah oleh kasus-kasus penindakan yang tidak proporsional.                                                                                                                                          

"Sebagaimana telah pernah dan banyak diberitakan oleh media, berbagai barang sitaan, seperti bawang merah impor ilegal, dan barang-barang pangan dan non pangan lain yg halal dan manfaat, biasanya hasil sitaan dibakar oleh aparat sebagai bentuk tindakan tegas atas pelanggaran hukum. Namun sebenarnya untuk produk-produk pangan ini bukanlah tindakan yg benar, justru hal ini adalah sesuatu yang mubazir jika hasil tanaman pangan yang masih punya manfaat dibakar. Ada baiknya produk pangan itu tidak dibakar lagi, apalagi mengingat harga, sembako khususnya, bawang merah yang sangat mahal di pasaran," kata Defiyan dalam keterangan resmi, Minggu (14/8/2016).

Defiyan menyatakan Bulog seharusnya dapat mengantisipasi tindakan hukum sebagai otoritas yang diberi kewenangan logistik dalam mengelola pasar pangan dan ketersediaan pangan masyarakat agar harganya terjangkau. Dengan mengembalikan tugas dan fungsi Bulog seperti dulu di era Orde Baru, maka Bulog tidak ditempatkan sebagai entitas bisnis,tetapi instrumen stabilisator dan dinamisator bahan pangan. Sedangkan entitas bisnis yang harus didorong melalui kebijakan affirmasi dengan prioritas alokasi dana anggaran negara bagi pengembangan Koperasi sektoral, terutama di daerah-daerah agar ekonomi masyarakat bangkit dan maju.

"Penerintah mestinya dapat memperkirakan perasaan keadilan masyarakat bagaimana mungkin konglomerat bermasalah memperoleh BLBI ratusan Trilyun lebih dengan perilaku buruk selama krisis ekonomi, sedang pengusaha UKM dan Koperasi tidak memiliki akses yang mudah dalam memperoleh permodalan dan cenderung dipersulit, padahal mereka tidak pernah melarikan dana dari tanah air. Kebijakan memudahkan para pengusaha UKM dan Koperasi ini menjadi lebih mendesak (urgent) diperhatikan oleh pemerintah untuk dapat meningkatkan kontribusi Produk Domestik Bruto, dan secara bertahap akan mampu menyehatkan ekonomi makro dalam menopang APBN," jelas Defiyan.

Terkait dengan kelangkaan pangan dan permainan distributor, maka ada data yang tidak sinkron antar kementerian dan lembaga pemerintah harus segera dibenahi. Oleh sebab itu, untuk mengatasi permasalaha data, pengelolaan dan pengendalian bahan pangan yang menguasai hajat hidup orang banyak diperlukan kebijakan pangan yang sinergis. Sebab, setelah reformasi yang telah berlangsung 18 tahun ini kelangkaan pangan dan kenaikan harga-harga pangan semakin tidak terkendali. Selain itu, Presiden perlu juga mempertimbangkan membentuk sebuah lembaga sesuai perintah UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang memiliki otoritas dalam bidang ini agar mampu bekerja efektif dan efisisen serta terkonsolidasi seperti dulu dilakukan oleh Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan (Sesdalopbang) di era pemerintahan Presiden Soeharto.

Mengacu UU Nomor 18 Tahun.2012 tersebut, pembentukan kelembagaan pangan sebetulnya sudah melewati batas tenggat waktu (selambat-lambatnya bulan Nopember 2015) yang diperintahkan. Selain itu, kelembagaan pangan diperlukan karena permasalahan yang selalu terjadi atas ekspor dan impor bahan pangan dapat segera diatasi melalui kewenangan yang dimiliki oleh lembaga yang dapat menjadi pendamping penuh Presiden dalam mengambil kebijakan strategis dan berkelanjutan untuk pengendalian pangan nasional melalui data dan pemetaan informasi yang lebih tertata, valid dan terkini (up date).

"Langkah taktis dan strategis inilah yang harus segera diambil oleh pemerintah untuk menyelamatkan krisis pangan pada jangka pendek dan secara bertahap dalam jangka panjang menjadi pemasok pangan asia dan bahkan dunia," tutup Defiyan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Daging Sapi Masih Mahal, Pemerintah Dinilai Gagal

Harga Daging Sapi Masih Mahal, Pemerintah Dinilai Gagal

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 13:51 WIB

Polri Akui Ada Kendala Dalam Penindakan Penimbunan Pangan

Polri Akui Ada Kendala Dalam Penindakan Penimbunan Pangan

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 14:54 WIB

Hari Ini Satgas Pangan Polri Mulai Lakukan Operasi Pasar

Hari Ini Satgas Pangan Polri Mulai Lakukan Operasi Pasar

Bisnis | Selasa, 21 Juni 2016 | 09:25 WIB

Diduga Ada Penimbunan Bahan Pangan, PAN Minta Polri Razia Harga

Diduga Ada Penimbunan Bahan Pangan, PAN Minta Polri Razia Harga

Bisnis | Sabtu, 18 Juni 2016 | 18:17 WIB

BI Akui Sumber Inflasi Akibat Harga Komponen Pangan Bergejolak

BI Akui Sumber Inflasi Akibat Harga Komponen Pangan Bergejolak

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 10:04 WIB

Rapat Dua Jam, Ini yang Dibahas Menko Darmin dan Menteri Ekonomi

Rapat Dua Jam, Ini yang Dibahas Menko Darmin dan Menteri Ekonomi

Bisnis | Rabu, 15 Juni 2016 | 14:16 WIB

Bahas Soal Pangan, Menko Darmin Panggil Sejumlah Menteri Ekonomi

Bahas Soal Pangan, Menko Darmin Panggil Sejumlah Menteri Ekonomi

Bisnis | Rabu, 15 Juni 2016 | 10:59 WIB

Jakarta Jadi Penyebab Harga Pangan Naik di Seluruh Indonesia

Jakarta Jadi Penyebab Harga Pangan Naik di Seluruh Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juni 2016 | 13:41 WIB

Kadin Siap Bantu Pemerintah Stabilkan Harga Pangan

Kadin Siap Bantu Pemerintah Stabilkan Harga Pangan

Bisnis | Selasa, 14 Juni 2016 | 11:58 WIB

Satgas Bareskrim Polri Siap Tindak Spekulan Harga Pangan

Satgas Bareskrim Polri Siap Tindak Spekulan Harga Pangan

News | Sabtu, 11 Juni 2016 | 11:34 WIB

Terkini

BRI Private dan BRI Prioritas Tawarkan Privilege Pendidikan Anak di Sequoia School

BRI Private dan BRI Prioritas Tawarkan Privilege Pendidikan Anak di Sequoia School

Sumbar | Jum'at, 06 November 2026 | 16:20 WIB

BRI Private dan Prioritas Perluas Privilege Nasabah Lewat Fasilitas Pendidikan di Sequoia School

BRI Private dan Prioritas Perluas Privilege Nasabah Lewat Fasilitas Pendidikan di Sequoia School

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 16:19 WIB

Nasib Insentif Mobil Hybrid Belum Jelas, Masih Dibahas Antar Kementerian

Nasib Insentif Mobil Hybrid Belum Jelas, Masih Dibahas Antar Kementerian

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 16:16 WIB

Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School

Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Jebakan Politik Belas Kasihan: Mengapa Orang Mudah Menangisi Pejabat?

Jebakan Politik Belas Kasihan: Mengapa Orang Mudah Menangisi Pejabat?

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Mengapa Penurunan Populasi Siamang Bisa Ancam Regenerasi Hutan Sumatra?

Mengapa Penurunan Populasi Siamang Bisa Ancam Regenerasi Hutan Sumatra?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Terkenal Tanpa Karya: Ketika Sensasi Lebih Laku daripada Prestasi

Terkenal Tanpa Karya: Ketika Sensasi Lebih Laku daripada Prestasi

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Gianni Infantino Punya Penantang dari Jepang, Eks Presiden JFA Siap Berebut Kursi FIFA

Gianni Infantino Punya Penantang dari Jepang, Eks Presiden JFA Siap Berebut Kursi FIFA

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 16:14 WIB

Cegah Karhutla Berulang, Pemerintah Prioritaskan Pembasahan Lahan Gambut di 4 Provinsi

Cegah Karhutla Berulang, Pemerintah Prioritaskan Pembasahan Lahan Gambut di 4 Provinsi

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 16:11 WIB

BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas

BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 16:11 WIB

×