Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Atasi Perompakan Nelayan, Tim KKP Terjun ke Lampung

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 24 Agustus 2016 | 12:34 WIB
Atasi Perompakan Nelayan, Tim KKP Terjun ke Lampung
Para nelayan Lampung mengadukan masalah perompakan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Jakarta, Selasa (23/8/2016). [Dok KKP]

Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hari ini, Rabu (24/8/2016),  akan terjun langsung ke Lampung untuk berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat. Hal ini menyusul laporan perompakan yang dialami oleh nelayan pantura yang terjadi di perairan Lampung.

Sebelumnya, Kantor KKP didatangi massa sekitar 500 orang pada Selasa kemarin (23/8/2016). Bukan merupakan aksi unjuk rasa, tetapi para nelayan asal Pantura itu berkumpul untuk memohon perlindungan dari perompakan di laut yang dialaminya.

Pasalnya, selama 3 bulan terakhir para nelayan yang melaut di Perairan Lampung telah dirugikan oleh para perompak yang menjarah hasil tangkapannya. Mayoritas para nelayan tersebut adalah nelayan rajungan atau kepiting. 

Atas laporan tersebut, KKP akan menindaklanjutinya dengan meninjau langsung lokasi penjarahan. Rencananya, Rabu besok Sekretaris Jenderal KKP, Sjarief Widjaja bersama Plt Dirjen Perikanan Tangkap Zulficar Mochtar akan berangkat ke Lampung dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

"Mereka memohon perlindungan kepada KKP. Jadi, besok pagi tim  akan berangkat ke Polda Lampung dan akan melakukan koordinasi dengan Lantamal Lampung. Kita nanti akan membuat tim gabungan untuk mengamankan penangkapan ikan yang dilakukan nelayan," ujar Susi saat menggelar konferensi pers di kantornya, Selasa (23/8/2016).

Saat datang ke kantor KKP, para nelayan tersebut ditemui langsung oleh Plt. Dirjen Perikanan Tangkap, Zulficar Mochtar. Mereka mengungkapkan bahwa selama 3 bulan terakhir, mereka sudah dirampok sebanyak 86 kali.

"Mereka datang dari berbagai daerah ke KKP untuk menyampaikan aspirasi. Mereka mengeluhkan bahwa mereka yg menangkap Rajungan di wilayah Lampung mengalami masalah keamanan. Sebanyak 86 kali terjadi perampokan, kepiting mereka diambil disertai penodongan," ungkap Zulficar.

Zulficar menambahkan, para nelayan tersebut mengalami kerugian hingga Rp25 juta setiap satu kali dijarah. Mereka dijarah sesaat setelah mereka menangkap rajungan.

"Sekali perampokan, mereka bisa merugi 1-2 ton atau seharga 25 jt rupiah. Modusnya adalah setelah mereka menangkap rajungan, mereka didekati kapal-kapal kecil dengan orang bertopeng dan langsung menodong mereka. Ini sudah 3 bulan terjadi. Mereka berharap KKP bisa membantu agar tindak kriminal tersebut bisa ditumpas," jelas Zulficar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ratusan Nelayan Dirampok di Tengah Laut, Susi Bentuk Tim

Ratusan Nelayan Dirampok di Tengah Laut, Susi Bentuk Tim

News | Selasa, 23 Agustus 2016 | 16:51 WIB

Dalam 3 Bulan, 86 Kali Nelayan Dirampok di Perairan Lampung

Dalam 3 Bulan, 86 Kali Nelayan Dirampok di Perairan Lampung

News | Selasa, 23 Agustus 2016 | 16:17 WIB

Nelayan Tuntut Pemberantasan Perompak

Nelayan Tuntut Pemberantasan Perompak

Foto | Selasa, 23 Agustus 2016 | 15:31 WIB

Sejumlah Nelayan Demo KKP, Tuntut Berantas Perompakan Laut

Sejumlah Nelayan Demo KKP, Tuntut Berantas Perompakan Laut

News | Selasa, 23 Agustus 2016 | 13:38 WIB

600 Nelayan Gunung Kidul Dapat Asuransi Keselamatan Kerja

600 Nelayan Gunung Kidul Dapat Asuransi Keselamatan Kerja

News | Sabtu, 20 Agustus 2016 | 07:44 WIB

Kapal Nelayan Hancur Ditabrak Tanker di Sumsel

Kapal Nelayan Hancur Ditabrak Tanker di Sumsel

News | Selasa, 09 Agustus 2016 | 05:42 WIB

Sebelas Nelayan Hilang di Perairan Pangandaran

Sebelas Nelayan Hilang di Perairan Pangandaran

News | Kamis, 04 Agustus 2016 | 09:33 WIB

Tiga Nelayan Tarakan Hilang Belum Ditemukan

Tiga Nelayan Tarakan Hilang Belum Ditemukan

News | Minggu, 24 Juli 2016 | 00:17 WIB

KKP Pastikan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Tepat Sasaran

KKP Pastikan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Tepat Sasaran

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2016 | 18:53 WIB

KKP Klaim Kapal Asing Tak Berani Lagi Curi Ikan di Indonesia

KKP Klaim Kapal Asing Tak Berani Lagi Curi Ikan di Indonesia

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 06:28 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB