Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Investor Taiwan Bangun Industri Ban di Kota Deltamas

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 26 Agustus 2016 | 09:06 WIB
Investor Taiwan Bangun Industri Ban di Kota Deltamas
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (25/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada pelaku industri yang makin agresif berekspansi di Indonesia, meskipun dalam situasi perekonomian global yang tengah melemah. Untuk itu, pemerintah giat menciptakan iklim investasi yang kondusif agar Indonesia jadi basis produksi untuk pasar ekspor.

Seusai melakukan pertemuan dengan Direktur Asia Pacific Resources International Holdings Ltd.’s (APRIL) Group Anderson Tanoto dan Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Tony Wenas, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan adanya ekspansi bisnis dari industri pulp dan kertas.

“Mereka melaporkan mengenai peningkatan kapasitas produksi yang akan membangun pabrik serat rayon di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau,” ujarnya. Spesifikasi produk di pabrik baru ini akan mendukung bahan baku industri tekstil.

Nilai investasi yang dilaporkan sebesarRp 10 triliun dengan target beroperasi pada tahun 2018. “Diharapkan juga dengan beroperasinya pabrik ini akan meningkatkan nilai tambah dan mengurangi subtitusi impor,” kata Airlangga. Menperin juga mengapresiasi ekspansi ini lantaran sejalan dengan kebijakan pemerintah mendorong pertumbuhan industri padat karya seperti industri tekstil.

Sebelumnya, Menperin telah menyampaikan kondisi perkembangan industri pulp dan kertas di Indonesia.Pada tahun 2015, kapasitas terpasang industri pulp dan kertas masing-masing sebesar 7,9 juta ton per tahun untuk pulp dan 12,9 juta ton per tahun untuk kertas. 

“Realisasi produksi pulp dan kertas masing-masing sebesar 6,4 juta ton pulp dan 10,4 juta ton kertas,” ungkapnya. Sementara itu, ekspor pulp dan kertas masing-masing sebesar 3,7 juta ton pulp dengan nilai sebesar 1,72 juta Dolar Amerika Serikat (AS) dan 4,26 juta ton kertas dengan nilai sebesar 3,54 juta Dolar AS.

“Indonesia merupakan salah satu produsen pulp dan kertas terkemuka di dunia. Untuk industri pulpperingkat ke-9 dan untuk industri kertas peringkat ke-6,” sebutnya.  Sedangkan, di Asia Tenggara menempati peringkat pertama untuk industri pulp dan kertas.

Sementara itu, Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar untuk pengembangan industri pulp dan kertas karena didukung potensi pasar baik di dalam negeri maupun di dunia.

Selain itu adanya keunggulan komparatif seperti masih adanya areal lahan atau hutan yang cukup luas sebagai sumber bahan baku kayu, iklim tropis yang memungkinkan tanaman dapat tumbuh lebih cepat, serta tersedianya bahan baku alternatif terutama tandan kosong kelapa sawit dan batang pisang hutan. “Juga telah dikuasainya teknologi proses dan tersedianya sumber daya manusia yang cukup banyak dengan upah yang kompetitif,” tuturnya.

Mengenai arah pengembangan industri pulp dan kertas, Panggah mengungkapkan, dilakukan melalui pendekatan klaster industri, dimana fokus pengembangan industri kertas di Pulau Jawa, sedangkan pengembangan industri pulp di luar Pulau Jawa khususnya Sumatera, Kalimantan dan Papua.

”Kami juga Mendorong pengembangan industri pulp yang terpadu dengan Hutan Tanaman Industri (HTI), terutama di arahkan ke kawasan timur Indonesia. Di samping itu juga pemberian insentif melalui tax holiday ataupun tax allowance, pemberian harga gas tertentu, serta peningkatan pemanfaatan bahan baku non kayu dan peningkatan efisiensi produksi,” paparnya.

Investasi Industri Ban

Pada hari yang sama, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan, investor asal Taiwan tengah membangun industri ban di Kota Deltamas, Cikarang, Bekasi. Hal ini diungkapkannya seusai mendampingi Menteri Perindustrian dengan Representative Taipei Economic and Trade Office (TETO) Liang Chen, Chang.

“Namanya, Maxxis. Kapasitas produksi mereka sebanyak 10 ribu sehari dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 1500 orang dan investasi sebesar 400 juta Dolar AS,” ujarnya. Untuk membangun pabrik pertamanya di Indonesia, Maxxis International ini membeli lahan seluas 35 hektar.

Proyek pabrik terbaru ban Maxxis ini menjadi pabrik ke-16 di dunia, yang akan membuat berbagai jenis ban, mulai ban sepeda motor hingga kendaraan berukuran besar.

Perusahaan asal Taiwan itu menilai pasar Indonesia sangat berkembang untuk bisnis ban mobil dan motor. Produsen ban tersebut juga menilai terdapat keterbukaan di pasar ban Indonesia dimana hal itu memperkuat keyakinan untuk membuka pabrik produksi.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan peringkat jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan memiliki peringkat penguna sepeda motor terbanyak ketiga di unia yang disokong dengan kekayaan alam berupa karet yang merupakan bahan utama dari ban berbagai kendaraan.

Putu menambahkan, pengusaha Taiwan lainnya juga akan menjajaki kerjasama untuk pusat pelatihan tenaga kerja di sektor industri logam dan elektronika. “Mereka akan kita kenalkan dengan Pusdiklat Industri, yang akan bekerjasama untuk melatih sumber daya manusia Indenesia yang bekerja di pabrik-pabrik Taiwan sekaligus memberikan sertifikasi untuk pekerja dari Taiwan,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

RI Perkuat Kerjasama Industri dengan Selandia Baru & Vietnam

RI Perkuat Kerjasama Industri dengan Selandia Baru & Vietnam

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 07:15 WIB

Pertumbuhan Industri Logam Pada Tahun 2015 Sebesar 6,48 Persen

Pertumbuhan Industri Logam Pada Tahun 2015 Sebesar 6,48 Persen

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2016 | 11:26 WIB

Berkat PTSP, Investasi Domestik & Asing Sektor Industri Naik

Berkat PTSP, Investasi Domestik & Asing Sektor Industri Naik

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 09:21 WIB

Kepala BKPM: Pemerintah akan All Out Kawal Investasi Sektor Baja

Kepala BKPM: Pemerintah akan All Out Kawal Investasi Sektor Baja

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 07:02 WIB

5 Tahun Terakhir, Pertumbuhan Industri Tekstil 2,28 Persen

5 Tahun Terakhir, Pertumbuhan Industri Tekstil 2,28 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 12:19 WIB

Anak Usaha RNI Lebarkan Sayap Bisnis ke Afrika

Anak Usaha RNI Lebarkan Sayap Bisnis ke Afrika

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 11:02 WIB

Ini Policy Pupuk Indonesia Cegah Penyelewengan Pupuk Subsidi

Ini Policy Pupuk Indonesia Cegah Penyelewengan Pupuk Subsidi

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 10:52 WIB

Menperin Ajak Industri Manfaatkan Inovasi Lima Balai Besar

Menperin Ajak Industri Manfaatkan Inovasi Lima Balai Besar

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 09:08 WIB

Sejak 1998, Pertumbuhan Industri Non Migas Selalu Rendah

Sejak 1998, Pertumbuhan Industri Non Migas Selalu Rendah

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 08:27 WIB

Hingga Saat Ini, Terdapat 74 Kawasan Industri di Indonesia

Hingga Saat Ini, Terdapat 74 Kawasan Industri di Indonesia

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 08:05 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Meledak Rp40 Ribu, Tembus Rp2,69 Juta per Gram

Harga Emas Antam Meledak Rp40 Ribu, Tembus Rp2,69 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:53 WIB

Sandiwara Begal Sadis Way Pengubuan Berakhir di Jeruji Besi

Sandiwara Begal Sadis Way Pengubuan Berakhir di Jeruji Besi

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:53 WIB

The Manipulated: Ketika Pria Lugu Melawan Konspirasi Kejam, Penuh Aksi dan Kritik Sosial

The Manipulated: Ketika Pria Lugu Melawan Konspirasi Kejam, Penuh Aksi dan Kritik Sosial

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Perkuat Layanan Kesehatan Dasar, BRI Peduli Bangun Posyandu Matahari di Sleman

Perkuat Layanan Kesehatan Dasar, BRI Peduli Bangun Posyandu Matahari di Sleman

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:48 WIB

Gelombang "Agentic AI" Mulai Dominasi Ekonomi Digital Indonesia 2026

Gelombang "Agentic AI" Mulai Dominasi Ekonomi Digital Indonesia 2026

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Kepercayaan Publik Jadi Modal Utama MHU di Tengah Tantangan Industri Tambang

Kepercayaan Publik Jadi Modal Utama MHU di Tengah Tantangan Industri Tambang

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:46 WIB

Ironi di Lapangan Upacara: Pejabat Duduk Nyaman, Peserta Berdiri Kepanasan

Ironi di Lapangan Upacara: Pejabat Duduk Nyaman, Peserta Berdiri Kepanasan

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Posyandu Matahari Hadir di Sleman, BRI Peduli Dorong Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak

Posyandu Matahari Hadir di Sleman, BRI Peduli Dorong Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:45 WIB

BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK

BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK

Malang | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:39 WIB

10 Saksi Diperiksa, Begini Kondisi Korban Terjebak di Lantai 15 Saat Kebakaran Gedung Bapenda DKI

10 Saksi Diperiksa, Begini Kondisi Korban Terjebak di Lantai 15 Saat Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:39 WIB

×