Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Anak Usaha RNI Lebarkan Sayap Bisnis ke Afrika

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 23 Agustus 2016 | 11:02 WIB
Anak Usaha RNI Lebarkan Sayap Bisnis ke Afrika
Kantor pusat PT Phapros Tbk. [phapros.co.id]

Di era perdagangan bebas seperti saat ini, setiap perusahaan nasional dituntut harus bisa bersaing dengan perusahaan asing agar perekonomian dalam negeri bisa tetap tumbuh. Salah satunya adalah dengan melakukan ekspor.

PT Phapros, Tbk, anak usaha dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak di sektor farmasi dan alat kesehatan akan memperlebar sayap bisnisnya hingga ke wilayah Afrika. Adapun sebelumnya di tahun 2014, Phapros telah lebih dulu melakukan ekspor ke Kamboja dengan nilai mencapai lebih dari 100 Ribu Dolar Amerika Serikat (AS).

“Kami akan melakukan ekspor ke Nigeria. Negara tersebut kami bidik karena Nigeria adalah negara dengan perekonomian terbesar di Afrika Barat. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, pada 2015 lalu, PDB Nigeria mencapai 1,09 triliun Dolar AS dengan peningkatan 2,7 persen. Selain ekonomi yang baik, ukuran pasar yang besar juga menjadi kekuatan dari pasar Nigeria. Jumlah populasi Nigeria mencapai 58,8 persen dari total populasi di Afrika Barat. Hal ini menjadikan Nigeria menjadi pasar terbesar di Afrika Barat,” ujar Direktur Utama PT Phapros, Tbk Barokah Sri Utami (Emmy) dalam keterangan tertulis, Senin (22/8/2016).

Potensi Nigeria juga terlihat dari hasil Trade Expo Indonesia 2015, di mana mayoritas buyer datang dari Nigeria. Untuk menggenjot ekspor ke pasar Afrika Barat itu pun, perusahaan farmasi yang suda lebih dari 60 tahun berdiri ini menjajaki kerjasama dengan salah satu perusahaan farmasi Nigeria bernama Yes Pharma International, Ltd.

“Pada misi dagang ke Afrika yang digagas Kementerian Perdagangan lalu, kami juga sudah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Yes Pharma International, Ltd dengan total nilai ekspor lebih dari 1,4 juta Dolar AS,” tambah Emmy.

Adapun produk yang diekspor dengan total nilai tersebut berupa 10 jenis obat resep dokter. Saat ini, Phapros juga sudah melakukan kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada dalam rangka memasarkan produk INA Shunt – inovasi alat kesehatan yang berguna untuk mengalirkan cairan berlebih pada kepala penderita hidrosefalus.

PT Phapros, Tbk adalah perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia yang didirikan sejak 21 Juni 1954. Dengan komposisi saham sebesar 56.57 persen dimiliki oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sedangkan sisanya dimiliki oleh publik. Sebagai perusahaan yang sangat berkomitmen tinggi terhadap standar kualitas, Phapros telah mendapatkan sertifikasi CPOB sejak tahun 1990 serta sertifikat ISO 9001 pada 1999 (yang telah ditingkatkan menjadi Sertifikat ISO 9001 versi 2008), Sertifikat ISO 14001 pada 2001 (yang telah ditingkatkan menjadi ISO 14001:2004), Sertifikat OHSAS 18001:2007 pada 2010, dan Sertifikat ISO 17025dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk Laboratorium Kalibrasi.

Saat ini Phapros memproduksi lebih dari 250 item obat, diantaranya adalah obat hasil pengembangan sendiri dan salah satu produk unggulan Phapros yang menjadi pemimpin pasar di katagorinya adalah Antimo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Laba Bersih PT Pembangunan Perumahan Naik 121 Persen

Laba Bersih PT Pembangunan Perumahan Naik 121 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 09:49 WIB

Ini Policy Pupuk Indonesia Cegah Penyelewengan Pupuk Subsidi

Ini Policy Pupuk Indonesia Cegah Penyelewengan Pupuk Subsidi

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 10:52 WIB

Penjualan Bersih Indofood Sukses Makmur Naik 4,4 Persen

Penjualan Bersih Indofood Sukses Makmur Naik 4,4 Persen

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 10:07 WIB

Nilai Kontrak LRT Buat Adhi Karya Capai Rp20 Triliun

Nilai Kontrak LRT Buat Adhi Karya Capai Rp20 Triliun

Bisnis | Kamis, 18 Agustus 2016 | 09:08 WIB

Pendapatan Tiga Pilar Sejahtera Food Naik 14 Persen di Q2 2016

Pendapatan Tiga Pilar Sejahtera Food Naik 14 Persen di Q2 2016

Bisnis | Senin, 15 Agustus 2016 | 08:25 WIB

Penjualan Lonsum di Semester I 2016 Turun 20,5 Persen

Penjualan Lonsum di Semester I 2016 Turun 20,5 Persen

Bisnis | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 17:17 WIB

IPO Perdana, Harga Saham Waskita Dibanderol Rp400-500 per Lembar

IPO Perdana, Harga Saham Waskita Dibanderol Rp400-500 per Lembar

Bisnis | Rabu, 10 Agustus 2016 | 16:44 WIB

Semester I 2016, Pendapatan Astra Agro Lestari Turun 12,1 Persen

Semester I 2016, Pendapatan Astra Agro Lestari Turun 12,1 Persen

Bisnis | Rabu, 03 Agustus 2016 | 22:44 WIB

Garuda Indonesia Rugi 63,2 Juta Dolar AS di Semester I 2016

Garuda Indonesia Rugi 63,2 Juta Dolar AS di Semester I 2016

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 00:06 WIB

Laba Bersih PT AKR Corporindo Tbk Turun di Semester I 2016

Laba Bersih PT AKR Corporindo Tbk Turun di Semester I 2016

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 03:58 WIB

Terkini

Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak

Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:50 WIB

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:10 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:28 WIB

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:23 WIB

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:17 WIB

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:06 WIB