Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

5 Tahun Terakhir, Pertumbuhan Industri Tekstil 2,28 Persen

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 23 Agustus 2016 | 12:19 WIB
5 Tahun Terakhir, Pertumbuhan Industri Tekstil 2,28 Persen
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika membuka secara resmi Diklat Operator Mesin Industri Garmen dengan sistem 3 in 1 di BDI Jakarta, Senin (22/8/2016). [Dok Kementerian Perindustrian]

Sebanyak 300 siswa mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) operator mesin industri garmen di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta. Program yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian ini menerapkan sistem three in one (3 in 1), yakni pelatihan, sertifikasi dan penempatan.

”Saya mengapresiasi program diklat berbasis 3 in 1  ini karena merupakan salah satu pendidikan vokasi berbasis kompetensi untuk menyiapkan tenaga kerja ahli di sektor industri,” tegas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika membuka secara resmi Diklat Operator Mesin Industri Garmen dengan sistem 3 in 1 di BDI Jakarta, Senin (22/8/2016).

Pada kesempatan tersebut, Menperin didampingi Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat, Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Haris Munandar, serta Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri Mujiyono. Turut hadir Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas Rahma Iryanti, serta Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin.

Dalam laporannya, Sekjen menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan selama 21 hari, mulai tanggal 22 Agustus – 11 September 2016 dengan diikuti sebanyak tiga angkatan secara paralel, yakni angkatan 35, 36 dan 37 yang berasal dari berbagai Kabupaten/Kota di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Lampung.

“Kurikulum pelatihan meliputi pengenalan mesin jahit high speed, pengoperasian mesin garmen, membuat pola dasar, pengetahuan quality control dan K3, pelatihan menjahit, kewirausahaan, motivasi, dan kepemimpinan,” papar Syarif.

Sementara itu, menurut Airlangga, pelaksanaan diklat ini sebagai upaya memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri yang terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan kinerja sektor padat karya tersebut. “Lulusan nantinya tidak saja pada tingkat operator, tetapi juga diharapkan untuk tingkat ahli yang setara dengan pendidikan Diploma 1 sampai Diploma 4,” ujarnya.

Hal ini tercermin dari data permintaan tenaga kerja tingkat ahli dari lulusan Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung yang dimiliki Kemenperin. Setiap tahun, permintaan dari industri mencapai 500 orang, sementara STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang per tahun.

Oleh karena itu, lanjut Menperin, pihaknya telah menyelenggarakan program pendidikan Diploma 1 dan Diploma 2 bidang tekstil di Surabaya dan Semarang sejak tahun 2012. Kegiatan ini menggandeng STTT Bandung, PT. APAC Inti Corpora, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) serta perusahaan tekstil di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pada tahun 2015, Pusdiklat Industri Kemenperin bekerjasama dengan API dan pemerintah daerah kota Solo membuka Akademi Komunitas Industri TPT untuk program Diploma 2 di Solo Techno Park yang seluruh lulusannya telah ditempatkan di perusahaan. “Langkah-langkah ini sebagai upaya strategis kami untuk memenuhi permintaan atas tenaga kerja tingkat ahli di sektor industri TPT,” tutur Airlangga.

Menperin juga menyatakan, pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi ini sangat diperlukan untuk penyiapan tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing terutama dalam pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang telah berjalan.

“Kami berpesan kepada seluruh peserta agar terus belajar dengan baik, disiplin dan bertanggung jawab. Setelah penempatan kerja nanti juga terus meningkatkan kompetensi, disiplin, kejujuran dan etos kerja serta menunjukkan profesionalitas dalam bekerja,” paparnya.

Setelah mendapatkan pengalaman bekerja yang cukup, Menperin berharap ke depannya, para lulusan diklat ini dapat membuat kelompok usaha bersama untuk pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di sektor tekstil, dengan menerima pesanan dari perusahaan-perusahaan TPT yang telah berkembang. “Saya meminta kepada BDI Jakarta dan Pusdiklat Industri dapat segera memfasilitasi pengembangan wirausaha industri tersebut,” tegasnya.

Di sela pembukaan diklat ini, Menperin juga menyaksikan penandatanganan MoU antara Kapusdiklat Industri dengan pemimpin perusahaan garmen, di antaranya PT Handsome, PT Crevis Tex Jaya, dan PT Young Won Indonesia. Setelah itu, Menperin melanjutkan kegiatannya dengan meninjau laboratorium uji helm SNI di Balai Besar Kimia dan Kemasan, Jakarta.

Kinerja ekspor industri TPT

Pada kesempatan yang sama, Dirjen IKTA mengatakan, kinerja ekspor industri TPTnasional selama lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 2,28 persen dengan nilai ekspor pada tahun 2015 mencapai 12,28 miliar Dolar Amerika Serikat (AS).

Kinerja ini masih lebih baik jika dibandingkan kinerja ekspor nasional sekitar 4,69 persen dan ekspor non migas sebesar 8,92 persen. “Hal ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras pemerintah bersama seluruh pelaku industri TPT dalam negeri untuk bisa tetap bertahan menghadapi persaingan global yang semakin tajam,” ujar Sigit.

Menurutnya, prospek pertumbuhan industri TPT nasional semakin baik pada masa mendatang karena permintaan pasar di dalam negeri yang terus melonjak serta meningkatnya konsumsi dunia. Apalagi, pangsa pasar industri tekstil Indonesia hanya dua persen dari pasar tekstil dunia, sehingga membuka peluang besar untuk memperluas pasar industri TPT nasional di pasar dunia.

“Peluang pasar ekspor tersebut terbuka bagi industri TPT nasional yang mampu menghasilkan produk dengan kualitas tinggi, desain yang up to date dan kemampuan pasok yang cepat,” tutur Sigit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Usaha RNI Lebarkan Sayap Bisnis ke Afrika

Anak Usaha RNI Lebarkan Sayap Bisnis ke Afrika

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 11:02 WIB

Ini Policy Pupuk Indonesia Cegah Penyelewengan Pupuk Subsidi

Ini Policy Pupuk Indonesia Cegah Penyelewengan Pupuk Subsidi

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 10:52 WIB

Menperin Ajak Industri Manfaatkan Inovasi Lima Balai Besar

Menperin Ajak Industri Manfaatkan Inovasi Lima Balai Besar

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 09:08 WIB

Sejak 1998, Pertumbuhan Industri Non Migas Selalu Rendah

Sejak 1998, Pertumbuhan Industri Non Migas Selalu Rendah

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 08:27 WIB

Hingga Saat Ini, Terdapat 74 Kawasan Industri di Indonesia

Hingga Saat Ini, Terdapat 74 Kawasan Industri di Indonesia

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 08:05 WIB

Indonesia Produsen Pulp & Kertas Terbesar ke-9 di Dunia

Indonesia Produsen Pulp & Kertas Terbesar ke-9 di Dunia

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 07:58 WIB

Pertumbuhan Industri Tahun 2017 Ditargetkan 5,4 Persen

Pertumbuhan Industri Tahun 2017 Ditargetkan 5,4 Persen

Bisnis | Rabu, 17 Agustus 2016 | 07:17 WIB

Harga Gas 3,8 Dolar AS, Pajak Industri Naik Rp77 Triliun

Harga Gas 3,8 Dolar AS, Pajak Industri Naik Rp77 Triliun

Bisnis | Selasa, 16 Agustus 2016 | 06:30 WIB

11 Sektor Industri Diusulkan Dapat Diskon Harga Gas

11 Sektor Industri Diusulkan Dapat Diskon Harga Gas

Bisnis | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 15:25 WIB

Menperin Minta BUMN Tetap Gandeng IKM

Menperin Minta BUMN Tetap Gandeng IKM

Bisnis | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 10:28 WIB

Terkini

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:00 WIB

Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek

Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 15:19 WIB

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:40 WIB

Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis

Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:26 WIB

Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya

Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:25 WIB

Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker

Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:16 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:08 WIB

Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?

Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:08 WIB

Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?

Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:02 WIB

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:50 WIB