RI Perkuat Kerjasama Industri dengan Selandia Baru & Vietnam

Adhitya Himawan

Jum'at, 26 Agustus 2016 | 07:15 WIB
RI Perkuat Kerjasama Industri dengan Selandia Baru & Vietnam
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (25/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Indonesia dan Selandia Baru berkomitmen untuk terus meningkatkan kerjasama dan investasi di sektor industri. Kesepakatan itu muncul dalam pertemuan antara Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto dengan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Trevor Matheson.

“Kami membahas perkembangan hubungan bilateral dan meningkatkan perdagangan kedua negara, termasuk mengenai kerjasama dan investasi di sektor industri,” kata Airlangga seusai pertemuan dengan Trevor di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (25/8/2016).

Menperin mengharapkan, total perdagangan kedua negara dapat naik dua kali lipat dalam lima tahun ke depan seiring dengan peningkatan kerjasama industri. Sementara, tren perdagangan Indonesia-Selandia Baru selama periode 2011-2015 sebesar 0,97 persen dengan total perdagangan pada 2015 mencapai 1,07 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). 

“Untuk itu, kami meminta kepada Pemerintah Selandia Baru agar bisa menurunkan bea masuk produk dari Indonesia,” tegas Menperin. Pasalnya, dua produk ekspor Indonesia, yakni herbisida dan insektisida dikenakan tarif sebesar lima persen sesuai skema kesepakatan ASEAN-Australia New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA). 

“Kami minta di nol persen kan untuk dua produk tersebut, agar produk Indonesia lebih berdaya saing,” ujarnya. Sedangkan, lanjut Airlangga, permintaan Selandia Baru adalah jaminan pasokan bahan baku susu asal Indonesia untuk pengembangan kapasitas produksi industri pengolahannya. 

Berdasarkan data statistik pada tahun 2015, nilai ekspor Indonesia ke Selandia Baru sebesar 436,25 juta Dolar AS. Sedangkan, impor Indonesia dari Selandia Baru mencapai 637 juta Dolar AS.

Sejauh ini, investasi Selandia Baru terus melesat. Jika pada 2013 penanaman modal dari negara Kiwi itu hanya USD 446 ribu dengan 11 proyek, maka pada 2014 melonjak menjadi USD 17,5 juta dengan 6 proyek. Sementara hingga pertengahan tahun 2015, investasi Selandia Baru tercatat 14 juta Dolar AS yang tersebar di 6 proyek.  Sektor-sektor yang mendominasi, diantaranya industri makanan dan minuman, kimia, serta infrastruktur.

“Mereka juga punya industri geothermal dan jasa. Ke depannya, kami harapkan investasi yang masuk dari mereka adalah industri pengolahan produk pertanian dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi pengolahan susu,” papar Airlangga.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Industri Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Harjanto mengatakan, terdapat dua negara ASEAN yang mengekspor herbisida dan insektisida ke Selandia Baru, yakni Indonesia dan Malaysia. Kedua produk itu digunakan untuk menggarap pertanian di Selandia Baru.

“Produk herbisida dan insektisida dari indonesia masih dikenai bea masuk, sementara produk sejenis dari Malaysia bebas bea masuk. Untuk itu, kami berupaya menjalin kesepakatan lagi dengan Selandia Baru agar produk herbisida dan insektisida kita bisa nol persen juga sehingga sama daya saingnya dengan Malaysia melalui liberalisasi pasar,” paparnya.

Kerjasama dengan Vietnam

Pada hari yang sama, Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam Nguyen Cam Tu yang membawa delegasi VEAM Corp di Kementerian Perindustrian. VEAM Corp merupakan BUMN di bawah Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam yang bergerak di bidang manufaktur, permesian dan alat pertanian, truk dan bis, serta komponen.

Dalam kesempatan tersebut, Menperin Airlangga Indonesia membuka peluang kerja sama industri dengan Vietnam, khususnya pada pengembangan teknologi. “Hal ini didukung oleh fasilitas riset di sektor agro dan permesinan yang dimiliki balai-balai di bawah Kementerian Perindustrian,” ujarnya.

Untuk itu, kerja sama ke depannya untuk kedua negara akan difokuskan pada industri permesinan yang berbasis di sektor pertanian. Alasannya, beberapa perusahaan di Indonesia sudah menguasai teknologi baik pra panen dan pasca panen.

“Indonesia juga menguasai teknologi pengolahan agrikultur untuk produk-produk seperti kakao, CPO, karet dan hortikultura. Di Indonesia ada Asosiasi Alat Mesin Pertanian Indonesia (ALSINTANI) yang memiliki sebanyak 30 anggota,” tuturnya.

Menperin menjelaskan, industri alat mesin pertanian (alsintan) di Indonesia telah memiliki kemampuan memproduksi traktor tangan, traktor kecil hingga sedang, pompa irigasi, mesin bajak yang digunkanan untuk tahap pra panen. “Sedangkan untuk pascapanen seperti mesin pengerin. Namun baru 35 persen produk alsintan di Indonesia yang di produksi oleh perusahaan dalam negeri,” ungkapnya.

Kemenperin mencatat, industri alsintan Indonesia tumbuh 261 persen pada tahun 2015 dengan nilai 26,6 juta Dolar AS. Tujuan ekspor utamanya ke Nigeria, Malaysia, Amerika Serikat, Filipina, Venezuela and Timor Leste. Di sisi lain, Indonesia mengimpor untuk produk-produk alsintan sebesar 45,3 juta pada tahun 2015.

Menperin mengharapkan peningkatan neraca perdagangan kedua negara, dari 6 miliar Dolar AS pada tahun 2015 menjadi 10 miliar Dolar AS pada tahun 2018. “Indonesia dan Vietnam punya kemiripan industri dan kemiripan pangsa ekspor, jadi sebaiknya saling melengkapi. Ekspor Indonesia ke Vietnam diantaranya produk  kimia, permesinan, spare part, komponen elektrik, dan komponen mesin. Sedangkan impor dari Vietnam, antara lain tekstil, beras, alas kaki dan karet untuk kebutuhan industri,” paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Panasonic Gobel Indonesia Buka Kantor Cabang di Jayapura

Panasonic Gobel Indonesia Buka Kantor Cabang di Jayapura

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2016 | 11:36 WIB

Pertumbuhan Industri Logam Pada Tahun 2015 Sebesar 6,48 Persen

Pertumbuhan Industri Logam Pada Tahun 2015 Sebesar 6,48 Persen

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2016 | 11:26 WIB

Kualitas Infrastruktur di Indonesia Masih Rendah

Kualitas Infrastruktur di Indonesia Masih Rendah

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2016 | 09:39 WIB

Proyek Reklamasi Harus Buat Jakarta Jadi Kota Perdagangan Maritim

Proyek Reklamasi Harus Buat Jakarta Jadi Kota Perdagangan Maritim

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2016 | 06:35 WIB

Airfast Buka Rute Penerbangan Baubau-Wakatobi-Kendari

Airfast Buka Rute Penerbangan Baubau-Wakatobi-Kendari

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2016 | 06:27 WIB

Buka Rute Penerbangan Baru, CEO AirAsia Temui Jokowi di Istana

Buka Rute Penerbangan Baru, CEO AirAsia Temui Jokowi di Istana

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:24 WIB

OJK Luncurkan Buku Literasi Keuangan Buat Mahasiswa

OJK Luncurkan Buku Literasi Keuangan Buat Mahasiswa

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 10:50 WIB

Berkat PTSP, Investasi Domestik & Asing Sektor Industri Naik

Berkat PTSP, Investasi Domestik & Asing Sektor Industri Naik

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 09:21 WIB

Indeks Keuangan Inklusif Indonesia Baru 36 Persen di 2014

Indeks Keuangan Inklusif Indonesia Baru 36 Persen di 2014

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 07:12 WIB

Kepala BKPM: Pemerintah akan All Out Kawal Investasi Sektor Baja

Kepala BKPM: Pemerintah akan All Out Kawal Investasi Sektor Baja

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 07:02 WIB

Terkini

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:12 WIB

Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik

Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:00 WIB

Laba Operasi Toyota Melonjak 34 Persen Berkat Mobil Hybrid dan Efisiensi

Laba Operasi Toyota Melonjak 34 Persen Berkat Mobil Hybrid dan Efisiensi

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 10:54 WIB

Tak Punya Uang Lagi, WN Malaysia Bersenjata Rampok Warga di Batu Ampar Batam

Tak Punya Uang Lagi, WN Malaysia Bersenjata Rampok Warga di Batu Ampar Batam

Batam | Sabtu, 07 November 2026 | 10:54 WIB

Panik Kepergok Mesum di Bahu Jalan Tol, Guru Ponpes di Banten Nekat Tabrak 2 Polisi!

Panik Kepergok Mesum di Bahu Jalan Tol, Guru Ponpes di Banten Nekat Tabrak 2 Polisi!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:51 WIB

Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 10:50 WIB

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

Anak dengan Down Syndrome dan Keluarga Ikuti Jalan Bersama, Serukan Pentingnya Lingkungan Inklusif

Anak dengan Down Syndrome dan Keluarga Ikuti Jalan Bersama, Serukan Pentingnya Lingkungan Inklusif

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji

Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji

Bali | Sabtu, 07 November 2026 | 10:32 WIB

Instansi Apa Saja yang Buka CPNS 2026? Ini Pernyataan Terbaru Pemerintah

Instansi Apa Saja yang Buka CPNS 2026? Ini Pernyataan Terbaru Pemerintah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:31 WIB

×