Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kepala BKPM: Pemerintah akan All Out Kawal Investasi Sektor Baja

Adhitya Himawan

Rabu, 24 Agustus 2016 | 07:02 WIB
Kepala BKPM: Pemerintah akan All Out Kawal Investasi Sektor Baja
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong. [Dok BKPM]

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyampaikan komitmen pemerintah untuk all out mendukung kemitraan PT Krakatau Steel dan Posco dalam upaya membangun pabrik  baja berkapasitas 10 juta ton pada 2025. Dukungan tersebut disampaikan dalam acara Kick Off Meeting Government Task Force Team in Supporting Steel Industry yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Thomas menilai bahwa langkah korporasi Krakatau Steel dan Posco untuk membangun fasilitas peleburan baja (blast furnace) atau pengolahan baja terintegrasi (integrated steel mill) sangat strategis bila dilihat dari sisi makro berdampak positif pada dua hal yakni neraca perdagangan kemudian strategi industrialisasi jangka panjang.

“Hanya orang gila yang melakukan blast furnace ditengah kondisi over capacity saat ini. Cina saja over capacity ratusan juta ton per tahun. Ini menunjukkan bahwa langkah yang diambil tidak semata-mata kepentingan korporasi tapi lebih berdasarkan pada kepentingan nasional," ujarnya dalam sambutannya di Jakarta, Selasa (23/8/2016). 

Dukungan pemerintah, menurut Thomas, sangat diperlukan mengingat persaingan antara produsen baja yang sangat ketat. "Ke depan hanya integrated steel mill yang mampu bersaing. Jadi mereka yang memiliki proses produksi dari hulu hingga hilir," paparnya.

Thomas juga mengibaratkan kerjasama Krakatau Steel dan Posco sebagai bayi yang wajib dirawat dengan baik oleh pemerintah. "Ini merupakan proyek di perindustrian yang paling strategis karena kita tidak bisa melakukan industrialisasi tanpa memiliki industri hulu (upstream industry),” imbuhnya.

Seperti diketahui Kemitraan yang dilakukan antara BUMN Krakatau Steel dan Posco diharapkan dapat menambah kapasitas produksi baja nasional sebesar 10 juta ton. Rendahnya tingkat produksi baja nasional membuat defisit neraca perdagangan akibat impor baja mencapai 6,8 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). 

Deputi Bidang Kerjasama Intenasional Kementerian Koordinator Perekonomian Rizal Affandi Lukman menyampaikan kick off meeting yang dilakukan akan mengawali pertemuan koordinasi yang akan dilakukan secara berkala oleh berbagai instansi pemerintah bersama Krakatau Steel dan Posco. “Dua tujuan yang diharapkan tercapai oleh pertemuan berkala tesebut adalah pertama memastikan implementasi dari komitmen pemerintah, kemudian yang kedua adalah untuk melakukan supervise terkait proyek yang dilakukan,” jelasnya.

Sementara Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan menambahkan bahwa kemitraan Krakatau dan Posco diharapkan akan menjadi solusi bagi gap antara kebutuhan produksi baja dengan produksi nasional. “Tahun 2015, permintaan terhadap industri baja tercatat 14 juta ton sedangkan jumlah produksi nasional hanya kurang dari 9 juta ton,” paparnya.

Selain itu, Putu juga menyoroti rendahnya kontribusi industri logam terhadap Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Indonesia. “Tahun 2015 posisinya hanya 1,5%, padahal sebelum krisis angka kontribusi industri baja mencapai level 30 persen,” ungkapnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian Negara BUMN, Fajar Harry Sampurno, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Doddy Edward, Presdir PT Krakatau Steel, Sukandar  dan CEO PT Posco Indonesia Inti, Kim Jun Il.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Tahun Terakhir, Pertumbuhan Industri Tekstil 2,28 Persen

5 Tahun Terakhir, Pertumbuhan Industri Tekstil 2,28 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 12:19 WIB

Anak Usaha RNI Lebarkan Sayap Bisnis ke Afrika

Anak Usaha RNI Lebarkan Sayap Bisnis ke Afrika

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 11:02 WIB

Cegah Defisit Baja Nasional, BKPM Dukung Ekspansi Krakatau Steel

Cegah Defisit Baja Nasional, BKPM Dukung Ekspansi Krakatau Steel

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 07:26 WIB

Ini Policy Pupuk Indonesia Cegah Penyelewengan Pupuk Subsidi

Ini Policy Pupuk Indonesia Cegah Penyelewengan Pupuk Subsidi

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 10:52 WIB

Sejak 1998, Pertumbuhan Industri Non Migas Selalu Rendah

Sejak 1998, Pertumbuhan Industri Non Migas Selalu Rendah

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 08:27 WIB

11 Sektor Industri Diusulkan Dapat Diskon Harga Gas

11 Sektor Industri Diusulkan Dapat Diskon Harga Gas

Bisnis | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 15:25 WIB

Bangun Fasilitas Manufaktur Baru, OMI Investasi Rp150 Miliar

Bangun Fasilitas Manufaktur Baru, OMI Investasi Rp150 Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 15:55 WIB

Pemerintah Bangun Akademi Komunitas Industri Tekstil di Solo

Pemerintah Bangun Akademi Komunitas Industri Tekstil di Solo

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 10:22 WIB

Begini Cara BKPM Arahkan Cina Investasi di Luar Pulau Jawa

Begini Cara BKPM Arahkan Cina Investasi di Luar Pulau Jawa

Bisnis | Senin, 08 Agustus 2016 | 14:00 WIB

Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Tumbuh 6,56 Persen

Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Tumbuh 6,56 Persen

Bisnis | Senin, 01 Agustus 2016 | 23:19 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×