Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Kopi Luwak Bali Tembus Pasar Eropa

Ririn Indriani

Minggu, 28 Agustus 2016 | 10:16 WIB
Kopi Luwak Bali Tembus Pasar Eropa
Ilustrasi kopi luwak. (Shutterstock)

Suara.com - Produksi kopi luwak Bali berhasil menembus pasaran ekspor ke negara-negara di kawasan Eropa dan telah memiliki agen pemasaran resmi berkantor pusat di Polandia.

"Produk kopi luwak yang diolah dari kopi arabika yang tumbuh di kawasan wisata Kintamani Kabupaten Bangli itu memiliki keunggulan yang diakui konsumen mancanegara, di antaranya cita rasa yang khas," kata seorang eksportir kopi luwak dari Kabupaten Bangli Raka Santhi Armini, Minggu (28/8/2016).

Ia mengatakan, sejak awal Agustus lalu mata dagangan kopi luwak telah diserap pasar Eropa dengan standar uji laboratorium telah lulus okratoksin sesuai yang dituntut konsumen dan pembeli.

"Ekspor perdana setelah penandatanganan dengan mitra kerja, kami telah mengapalkan 50 kg kopi luwak ke pasaran Eropa," ujar Raka Santhi Armini pula.

Dia menjelaskan, lulus uji standar mutu okratoksin itu menandakan bahwa kopi luwak yang diekspor telah terbebas dari kandungan jamur.

Pasaran negara-negara di kawasan Eropa terhadap produk kopi sangat selektif dan ketat, sehingga harus sesuai dengan standar mutu yang harus dibuktikan dengan uji laboratorium.

Karena itu proses pengiriman produk kopi ke negara tujuan juga menjadi hal yang harus mendapat perhatian, selain menyangkut pengepakan maupun pengurusan dokumen kelengkapan.

Raka Santhi Armini menambahkan, ekspor kopi luwak dari Bali selama ini sebenarnya telah menembus sejumlah negara, setelah sukses mengadakan pameran di Korea dan sejumlah negara di kawasan Asia lainnya, mengingat budaya minum kopi di negara bersangkutan sangat bagus.

Kopi luwak Bali merupakan jenis mata dagangan baru di pasaran ekspor, namun di kawasan Eropa telah memiliki pemasaran resmi dari penjualan kopi luwak produksi Bali dengan nama Eclate Kopi, ujar Raka Santhi pula.

Kelangsungan ekspor kopi luwak untuk memenuhi permintaan pasaran luar negeri, menurut Raka Santhi, kontinuitasnya terjamin secara maksimal karena pihaknya merupakan produsennya.

Bahkan, pola proses produksi kopi luwak yang dilakukan menjadi percontohan dan mendapat pengakuan dari Kementerian Perindustrian dengan mengedepankan standar mutu hasil.

Menurutnya, untuk menghasilkan poduksi kopi luwak yang baik memang ditentukan dari hulu hingga hilir, dan dilakukan dengan mengandangkan luwak (musang) yang menjadi media bagi proses produksi kopi.

"Dari proses pengandangan luwak tersebut, kami bisa atur jenis makanan yang dikonsumsi luwak, sehingga produksi dalam bentuk kopi luwak nantinya memang memenuhi standar mutu yang diharapkan," katanya lagi.

Perusahaan itu kini memiliki 187 ekor luwak untuk memproduksi 200 kg kopi gelondongan merah per hari, 80 persen di antaranya siap dikonsumsi. Produksi kopi luwak itu dilakukan sejak Juni lalu.

Selain itu, kopi arabika kintamani yang berada di daerah berhawa sejuk itu telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) sejak 2014, karena memiliki beberapa keunggulan.(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

RI Kejar Dagang Thailand Tembus US$20 Miliar, Mendag: "Hambatan Harus Dihapus!"

RI Kejar Dagang Thailand Tembus US$20 Miliar, Mendag: "Hambatan Harus Dihapus!"

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Prabowo Pamer Diminta Jadi Brand Ambassador Kopi: Biar Dapat Suplai Terus!

Prabowo Pamer Diminta Jadi Brand Ambassador Kopi: Biar Dapat Suplai Terus!

Video | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:15 WIB

RI Kejar Perjanjian Dagang dengan AS, Budi Santoso: Jangan Sampai Pasar Ekspor Hilang

RI Kejar Perjanjian Dagang dengan AS, Budi Santoso: Jangan Sampai Pasar Ekspor Hilang

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:56 WIB

Bahlil Rem Ekspor Batu Bara, Ekonomi Daerah Terancam Tak Lagi Membara

Bahlil Rem Ekspor Batu Bara, Ekonomi Daerah Terancam Tak Lagi Membara

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:50 WIB

RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni

RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut

Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:18 WIB

RI Cuan dari Nikel dan Batu Bara, Ekspornya Melonjak pada Juni 2026

RI Cuan dari Nikel dan Batu Bara, Ekspornya Melonjak pada Juni 2026

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 13:59 WIB

Pemerintah Luruskan Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang, Produk Ikutan Tak Dilarang

Pemerintah Luruskan Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang, Produk Ikutan Tak Dilarang

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:28 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Terkini

Satu Kalimat Bisa Bikin Pasar Goyang, Alasan Presiden Prabowo Perlu Pidato Pakai Teks

Satu Kalimat Bisa Bikin Pasar Goyang, Alasan Presiden Prabowo Perlu Pidato Pakai Teks

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Candu Solusi Instan: Pemberdayaan UMKM atau Kegagalan Cipta Lapangan Kerja?

Candu Solusi Instan: Pemberdayaan UMKM atau Kegagalan Cipta Lapangan Kerja?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Kesan Singkat Berkendara Isuzu Traga AC yang Kini Dilengkapi Fitur Isuzu Link

Kesan Singkat Berkendara Isuzu Traga AC yang Kini Dilengkapi Fitur Isuzu Link

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:51 WIB

Di Mana Beli Bendera Merah Putih Ukuran Besar? Ini Rekomendasi Tempat dan Kisaran Harganya

Di Mana Beli Bendera Merah Putih Ukuran Besar? Ini Rekomendasi Tempat dan Kisaran Harganya

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:45 WIB

4 Shio Beruntung Hari Ini 6 Agustus 2026, Terhindar dari Kesepian dan Kesulitan

4 Shio Beruntung Hari Ini 6 Agustus 2026, Terhindar dari Kesepian dan Kesulitan

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:42 WIB

12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik

12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:22 WIB

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

×