Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Nilai Ekonomi Digital Diprediksi Tumbuh 11 Persen per Tahun

Adhitya Himawan

Minggu, 28 Agustus 2016 | 19:31 WIB
Nilai Ekonomi Digital Diprediksi Tumbuh 11 Persen per Tahun
Ilustrasi bisnis online. (Shutterstock)

Pemerintah Indonesia melihat era digital membawa dampak dan perubahan besar dalam perdagangan dunia di masa yang akan datang. Pada 2015, nilai ekonomi digital adalah 3,5 triliun Dolar Amerika Serikat (AS) atau 4 persen  Gross Domestic Bruto atau Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. Jumlah meningkat dua kali lipat dibanding pada 2008 yang baru mencapai 2 persen GDP Dunia.

Pertumbuhan untuk lima tahun ke depan diperkirakan sebesar 11 persen per tahun. "Perdagangan digital merupakan bagian dari revolusi digital yang akan membawa dampak yang sangat luas bagi seluruh dunia," tegas Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan Deny Kurnia usai sidang Committee on Trade and Investment (CTI) dalam keterangan tertulis, Jumat (26/8/2016).

Perdagangan digital menjadi topik hangat pada CTI dan rangkaian pertemuan Senior Officials’ Meeting (SOM) ke-3 Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Lima, Peru yang berlangsung pada 15-28 Agustus 2016.

Deny mengatakan, pada akhir 2015, sebanyak 1,8 miliar jiwa penduduk APEC telah bertransaksi online. Jumlah itu sebanding 65 persen penduduk APEC yang berjumlah 2,85 miliar jiwa. Jasa online yang mempunyai pasar sebesar 1,6 triliun Dolar AS. Jumlah ini diperkirakan akan tumbuh 13 persen per tahun sampai 2020. Sebanyak dua pertiga nilai tersebut berasal dari e-retail dan e-travel. Menurutnya, dalam era perdagangan digital para mitra dagang Indonesia akan makin menuntut pemberlakuan prinsip keterbukaan dan non-discrimination dalam lalu lintas data secara global.

Para pembuat kebijakan dituntut untuk sepenuhnya memfasilitasi transaksi perdagangan digital dengan memberikan kerangka regulasi yang paling kondusif agar tidak menghambat laju pertumbuhannya, termasuk tidak menyebabkan terjadinya "Balkanisasi” atau pengkotakan data. Catatan lembaga think tank APEC Policy Support Unit (PSU) menunjukkan terdapat 5 (lima) aspek ekonomi digital, yaitu content rights, online services, enabling technology and services, connectivity, dan user interface.

Yang menarik, menurut Deny, dalam sidang CTI, Indonesia dipandang sebagai salah satu kawasan yang sangat penting dalam peta ekonomi digital dunia. Indonesia dijuluki “ibukota Twitter” karena memiliki pengguna Twitter paling aktif di dunia. Indonesia menjadi salah satu pasar besar industri internet yang diakui dunia. Hadir juga dalam salah satu rangkaian sidang antara lain perwakilan perusahaan Google, Walmart, dan PayPal.

“Penggunaan aplikasi seperti Gojek, Doku, dan Blanja menjadi populer di Indonesia. Ini membuka peluang-peluang baru yang tidak terpikirkan sebelumnya dan menjembatani kepentingan berbagai pihak yang mencakup produsen, konsumen dan pasar. Jelas itu menunjukkan pentingnya pasar Indonesia di era perdagangan digital,” ujar Deny.

Karena itu, Deny berpandangan, perlunya aksi untuk mendorong pengembangan industri digital nasional termasuk aplikasi lokal dan sejenisnya. Pengembangan kerangka kebijakan yang terpadu dan mumpuni serta program pendidikan dan pelatihan yang terbaik untuk mencetak generasi yang cerdas memanfaatkan peluang bisnis era digital juga dibutuhkan. Diharapkan, Indonesia mampu selangkah lebih maju dari negara lain.

Pembahasan alot dalam sidang CTI terjadi guna menyamakan pandangan atas berbagai isu kerja sama yang tidak hanya menyangkut isu perdagangan digital. CTI juga membahas isu-isu lain agar siap untuk mendapatkan persetujuan Menteri dan Pemimpin Ekonomi APEC menjelang KTT APEC Economic Leaders' Meeting (AELM) di Lima, Peru pada 19-20 November 2016. Topik-topik penting lain yang dibahas termasuk Free Trade Area of the Asia Pacific (FTAAP), Enviromental Goods and Services (EGS), sektor jasa yang kompetitif. Juga dibahas Global Value Chain (GVC), internasionalisasi UMKM, harmonisasi regulasi, food markets.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Permintaan Dunia Melemah, Strategi Ekspor Nasional Diperkuat

Permintaan Dunia Melemah, Strategi Ekspor Nasional Diperkuat

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2016 | 11:50 WIB

Pemerintah Mulai Selidiki Dugaan Dumping Impor PET

Pemerintah Mulai Selidiki Dugaan Dumping Impor PET

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2016 | 11:46 WIB

Ekspor Baja Indonesia Terhindar Bea Masuk Safeguard 23 Persen

Ekspor Baja Indonesia Terhindar Bea Masuk Safeguard 23 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 11:23 WIB

Survei: Pencari Properti Online Ternyata Didominasi Perempuan

Survei: Pencari Properti Online Ternyata Didominasi Perempuan

Bisnis | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 15:34 WIB

Diduga Dumping, Produk Frit Asal Cina Diselidiki KADI

Diduga Dumping, Produk Frit Asal Cina Diselidiki KADI

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 16:55 WIB

Paket Deregulasi Ekonomi Indonesia Diapresiasi Banyak Negara

Paket Deregulasi Ekonomi Indonesia Diapresiasi Banyak Negara

Bisnis | Rabu, 10 Agustus 2016 | 13:14 WIB

Indonesia Merugi Jika Rumput Laut Tak Dianggap Pangan Organik

Indonesia Merugi Jika Rumput Laut Tak Dianggap Pangan Organik

Bisnis | Rabu, 10 Agustus 2016 | 13:08 WIB

Ekspor Ikan Indonesia Tahun Lalu Turun 21 Persen Dibanding 2014

Ekspor Ikan Indonesia Tahun Lalu Turun 21 Persen Dibanding 2014

Bisnis | Rabu, 10 Agustus 2016 | 12:53 WIB

Perdagangan Negara RCEP Tahun Lalu Capai 11,9 Triliun Dolar AS

Perdagangan Negara RCEP Tahun Lalu Capai 11,9 Triliun Dolar AS

Bisnis | Minggu, 07 Agustus 2016 | 14:11 WIB

Kemendag Tetapkan Harga Referensi Produk CPO Turun

Kemendag Tetapkan Harga Referensi Produk CPO Turun

Bisnis | Selasa, 31 Mei 2016 | 14:51 WIB

Terkini

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:00 WIB

Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek

Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 15:19 WIB

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:40 WIB

Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis

Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:26 WIB

Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya

Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:25 WIB

Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker

Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:16 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:08 WIB

Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?

Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:08 WIB

Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?

Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:02 WIB

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:50 WIB