Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

PGN Raih Laba Bersih Rp2 Triliun di Semester I 2016

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 31 Agustus 2016 | 17:12 WIB
PGN Raih Laba Bersih Rp2 Triliun di Semester I 2016
Kantor Pusat PGN di Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Kinerja PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) tetap baik di tengah harga minyak dunia yang mengalami penurunan signifikan serta nilai tukar rupiah yang berfluktuasi.

Sepanjang semester I-2016, PGN membukukan pendapatan bersih sebesar 1,44 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). Jumlah ini naik sebesar 23 juta Dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,42 miliar Dolar AS.

Peningkatan pendapatan emiten berkode PGAS tersebut terutama diperoleh dari hasil kontribusi beroperasinya pipa transmisi gas bumi Kalija I, yang dioperasikan PT Kalimantan Jawa Gas.

Laba operasi pada Semester I-2016 sebesar 262 juta Dolar AS. Sementara laba bersih sebesar 152 juta Dolar AS atau Rp 2 triliun (kurs rata-rata di semester I-2016 Rp13.424).

Adapun EBITDA sebesar 431 juta Dolar AS, naik sebesar 14 juta Dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 417 juta Dolar AS.

"Kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup, di Jakarta, Rabu (31/8/2016).

Selama periode Januari-Juni 2016, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 1.613  juta kaki kubik per hari (MMSCFD), naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1.554 MMSCFD. Rinciannya, sepanjang Semester I 2016 volume gas distribusi sebesar 796 MMSCFD, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 790 MMSCFD dan volume transmisi gas bumi sebesar 816 MMSCFD, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 763 MMSCFD.

Heri mengatakan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Meskipun kondisi perekonomian mengalami perlambatan, PGN tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

Heri mengungkapkan, PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Pada semester I-2016 infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 186 km dan saat ini mencapai lebih dari 7.212 km atau setara dengan 76 persen pipa gas bumi hilir nasional.

Sejumlah proyek yang telah diselesaikan PGN dengan tepat waktu seperti proyek pipa gas Kalisogo-Waru, Jawa Timur sepanjang 30 km.

Kemudian PGN juga menyelesaikan proyek di ruas Jetis-Ploso di wilayah Mojokerto sampai Jombang sepanjang 27 km. Juga proyek ruas Kejayan-Purwosari di Pasuruan sepanjang 15 km.

Selain di Jawa Timur, PGN juga menyelesaikan proyek infrastruktur pipa gas bumi sepanjang 18,3 km di Batam. Proyek pipa gas yang berada di kawasan bisnis Batam ini akan menyalurkan gas bumi ke wilayah Nagoya, Lubuk Baja, dan Jodoh di Batam.

"PGN  terus berkomitmen membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional, walau di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik dan turunnya harga minyak mentah dunia," tutup Heri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PLN Teken Kontrak EPC PLTGU Muara Karang

PLN Teken Kontrak EPC PLTGU Muara Karang

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2016 | 16:12 WIB

Lippo Karawaci Jual 15 Persen Saham Siloam Pada CVC Capital

Lippo Karawaci Jual 15 Persen Saham Siloam Pada CVC Capital

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2016 | 11:17 WIB

Kembangkan Bisnis, Jasa Marga akan Rights Issue Rp1,8 Triliun

Kembangkan Bisnis, Jasa Marga akan Rights Issue Rp1,8 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 19:21 WIB

Penjualan Bijih Nikel Antam Capai 644.125 Wet Metric Ton

Penjualan Bijih Nikel Antam Capai 644.125 Wet Metric Ton

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 14:04 WIB

Jaringan Listrik PLN Akhirnya Masuk di Pulau Enggano

Jaringan Listrik PLN Akhirnya Masuk di Pulau Enggano

Bisnis | Minggu, 28 Agustus 2016 | 19:09 WIB

PLN Bangun Infrastruktur Listrik di Natuna

PLN Bangun Infrastruktur Listrik di Natuna

Bisnis | Minggu, 28 Agustus 2016 | 19:03 WIB

Wow, Laba Bersih Pertamina Naik 221 Persen di Semester I 2016

Wow, Laba Bersih Pertamina Naik 221 Persen di Semester I 2016

Bisnis | Minggu, 28 Agustus 2016 | 18:56 WIB

Dampak Finansial Pertamina Semester I 2016 1,08 Miliar Dolar AS

Dampak Finansial Pertamina Semester I 2016 1,08 Miliar Dolar AS

Bisnis | Minggu, 28 Agustus 2016 | 18:22 WIB

Produksi Migas Pertamina hingga Juli Capai 640 Ribu BOEPD

Produksi Migas Pertamina hingga Juli Capai 640 Ribu BOEPD

Bisnis | Minggu, 28 Agustus 2016 | 17:59 WIB

Serikat Pekerja PGN Tolak Holding BUMN Migas

Serikat Pekerja PGN Tolak Holding BUMN Migas

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 13:31 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB