Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.580.000
Beli Rp2.455.000
IHSG 6.041,972
LQ45 599,903
Srikehati 294,680
JII 362,104
USD/IDR 18.060

Jokowi: Masyarakat Indonesia akan Malas Jika Disubsidi

Adhitya Himawan

Sabtu, 03 September 2016 | 19:53 WIB
Jokowi: Masyarakat Indonesia akan Malas Jika Disubsidi
Presiden Jokowi saat tiba dalam lawatan di negeri Cina, Jumat (2/9/2016). [Biro Pers Istana]

Presiden Joko Widodo di hadapan warga negara Indonesia yang tinggal, belajar dan bekerja di Cina bahwa pemerintah saat ini fokus pada keterbukaan dan kompetisi.

"Kompetisi tidak bisa kita tolak. Komitmen kita keterbukaan dan kompetisi," kata Presiden saat bertemu dengan 800 masyarakat Indonesia dari berbagai kota wilayah Cina di Shanghai, Sabtu (3/9/2016).

Dalam era kompetisi saat ini, Presiden mengatakan bahwa masyarakat Indonesia harus mempersiapkan diri agar mampu bersaing dan berkompetisi.

Jokowi juga mengatakan karakter masyarakat Indonesia akan malas jika disubsidi, namun akan hidup jika dihadapkan dalam persaingan.

Presiden mencontohkan Bank BNI dan BRI di tahun 70-an yang hanya memiliki kantor pelayanan kecil karena tidak ada persaingan.

Setelah masuknya bank swasta dan asing, kata Jokowi, kedua bank BUMN ini berbenah dan justru hidup dan memiliki keuntungan yang besar dan memiliki layanan yang bagus.

Presiden juga mencontohkan Pertamina, Garuda serta perusahaan lainnya yang justru tumbuh pesat ketika ada persaingan. "Saya hafal karekter orang Indonesia," katanya.

Untuk itu, Presiden berharap para WNI tengah menimba ilmu maupun bekerja di luar negeri, jika ingin kembali dan bekerja di Indonesia harus mempersiapkan keahlian dan keterampilan dalam berbagai bidang.

"Kalau yang di sini, misalnya sudah bekerja di Alibaba. Pulang ke Indonesia buatlah Alibaba Indonesia," kata Presiden.

Jokowi juga berharap WNI yang tinggal di Cina untuk mempelajari bagaimana negara Tirai Bambu ini dapat berkembang dengan sangat cepat.

"Kenapa mereka bisa mengerjakan rel kereta api setahun sejauh 2.000 kilometer, Indonesia baru saja akan membangun kereta cepat Jakarta-Bandung sejauh 140 kilometer saja ramainya bukan main (protes)," kata Jokowi.

Presiden mengungkapkan pada saat kunjungan pertamanya (2014) masih memiliki 18.000 kilometer rel kereta api, tetapi saat sudah 21.000 kilometer.

"Bagaimana kita mengejarnya," kata Presiden.

Untuk itu, kata Jokowi, WNI yang tinggal di luar negeri dan memiliki keahlian khusus dapat kembali untuk membangun Indonesia.

Presiden juga WNI di Cina dapat menjadi tenaga pemasaran untuk meningkatkan pariwisata dalam negeri.

"Warga Indonesia di Cina mengampanyekan Indonesia patut dikunjungi," kata Jokowi.

Menurut Presiden, Indonesia adalah negara yang memiliki berbagai pesona alam sehingga layak dijadikan destinasi wisata bagi para wisatawan.

Namun, lanjutnya, jumlah wisatawannya kalah dengan Malaysia yang dikunjungi oleh 24 juta wisatawan mancanegara (wisman) dalam satu tahun, Thailand didatangi oleh 28 juta wisman, sedangkan Indonesia masih 9,8 juta wisman.

"Padahal tempat yang indah-indah di kita itu banyak sekali. Apa yang keliru, apa yang salah? Tahun 2019 harus sudah di atas 20 juta (wisman)," katanya.

Presiden juga mengungkapkan dirinya dan Presiden Cina Xi Jinping telah menandatangani kerjasama tentang pariwisata.

Kedua negara berupaya untuk mendatangkan sepuluh juta wisatawan asal Cina ke Indonesia dan upaya tersebut kini telah mulai mendatangkan hasil.

"Manado mulai bulan lalu terjadi peningkakan turisnya hingga 1.000 persen karena ada direct flight dari empat provinsi di sini (Tiongkok). Sekarang di Manado banyak bangun restoran, hotel. Banyak sekali," katanya.

Dalam pertemuan dengan WNI yang tinggal di Cina ini, Presiden yang didampingi Ibu Iriana Jokowi serta beberapa menteri, diantaranya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menkominfo Rudiantara, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Kepala BIN Sutiyoso, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan Dubes Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Cina Sugeng Rahardjo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tenaga Kerja Indonesia Tetap Harus Dilindungi di Era MEA

Tenaga Kerja Indonesia Tetap Harus Dilindungi di Era MEA

Bisnis | Senin, 15 Agustus 2016 | 09:31 WIB

Dibanding Negara Berkembang, Infrastruktur RI Relatif Terbelakang

Dibanding Negara Berkembang, Infrastruktur RI Relatif Terbelakang

Bisnis | Rabu, 22 Juni 2016 | 14:45 WIB

Menaker Dianggap Belum Berjuang Keras Selamatkan Rita

Menaker Dianggap Belum Berjuang Keras Selamatkan Rita

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 11:09 WIB

DPR Dorong Pemerintah Beri Pembelaan Maksimal Terhadap Rita

DPR Dorong Pemerintah Beri Pembelaan Maksimal Terhadap Rita

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 10:08 WIB

Menlu Harus Habis-habiskan Selamatkan Nyawa Rita di Malaysia

Menlu Harus Habis-habiskan Selamatkan Nyawa Rita di Malaysia

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 14:49 WIB

TKW Terancam Mati, Indonesia Diingatkan Jangan Gampang Hukum Mati

TKW Terancam Mati, Indonesia Diingatkan Jangan Gampang Hukum Mati

News | Selasa, 31 Mei 2016 | 20:48 WIB

Dede Yusuf: Ratusan Rita di Luar Negeri Terancam Hukuman Mati

Dede Yusuf: Ratusan Rita di Luar Negeri Terancam Hukuman Mati

News | Selasa, 31 Mei 2016 | 20:34 WIB

Jokowi Mau Investasi Industri & Manufaktur Prefektur Aichi Naik

Jokowi Mau Investasi Industri & Manufaktur Prefektur Aichi Naik

Bisnis | Jum'at, 27 Mei 2016 | 00:01 WIB

Terkini

Sampai Kapan Pun Iran Tolak Tunduk ke Amerika, Selat Hormuz Tetap Ditutup

Sampai Kapan Pun Iran Tolak Tunduk ke Amerika, Selat Hormuz Tetap Ditutup

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:09 WIB

Appi: Saya Masih Tetap Kader Partai Golkar

Appi: Saya Masih Tetap Kader Partai Golkar

Sulsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:05 WIB

Final Piala Dunia 2026: Foto Lionel Messi Mandikan Lamine Yamal Kembali Viral

Final Piala Dunia 2026: Foto Lionel Messi Mandikan Lamine Yamal Kembali Viral

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:04 WIB

Jembatan KA Matraman Aman, Tak Ada Kerusakan Struktur Usai Truk Molen Tersangkut

Jembatan KA Matraman Aman, Tak Ada Kerusakan Struktur Usai Truk Molen Tersangkut

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:03 WIB

Rayakan Anniversary 10 Tahun, Proyek Spesial Stranger Things Bakal Hadir

Rayakan Anniversary 10 Tahun, Proyek Spesial Stranger Things Bakal Hadir

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:02 WIB

Kontribusi Nyata BRI, Setorkan Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026

Kontribusi Nyata BRI, Setorkan Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:01 WIB

Kisahkan Dunia Bedah Kosmetik, Serial Plastic Beauty Tayang September 2026

Kisahkan Dunia Bedah Kosmetik, Serial Plastic Beauty Tayang September 2026

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:00 WIB

Denny Sumargo Cerita Perjuangan Bangun Burger Bangor, Kini Rayakan 7 Tahun dengan Bangor Fest Vol. 4

Denny Sumargo Cerita Perjuangan Bangun Burger Bangor, Kini Rayakan 7 Tahun dengan Bangor Fest Vol. 4

Entertainment | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:56 WIB

KDKMP Didesak Evaluasi, YLBHI Soroti Peran Agrinas Pangan Nusantara

KDKMP Didesak Evaluasi, YLBHI Soroti Peran Agrinas Pangan Nusantara

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:56 WIB

Dituding Jadi Ani-Ani Eks Jampidsus Febrie, Yuenchi Arwindi Buka Suara

Dituding Jadi Ani-Ani Eks Jampidsus Febrie, Yuenchi Arwindi Buka Suara

Video | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:54 WIB

×