Desmond Wira, Trader Forex dan Saham yang Merangkak Dari Bawah

Adhitya Himawan

Jum'at, 16 September 2016 | 14:47 WIB
Desmond Wira, Trader Forex dan Saham yang Merangkak Dari Bawah
Trader sukses Indonesia sekaligus pemilik Juruscuan.com, Desmond Wira. [Dok pribadi]

Kebanyakan orang hanya tergiur saat melihat seseorang sudah mencapai kesuksesan, padahal, sebelumnya, orang-orang sukses hampir selalu berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian. Tak terkecuali Desmond Wira.

Dalam dunia perdagangan forex dan saham, nama Desmond Wira sudah cukup banyak dikenal Ia adalah salah seorang figur trader Indonesia yang juga dikenal produktif menulis buku mengenai trading saham dan investasi. 

Tak hanya itu, Desmond memiliki situs Juruscuan.com yang merupakan situs interaktif asuhan lelaki yang berdomisili di Bogor tersebut. Situs tersebut menjadi sebagai wadah bagi para trader Indonesia untuk berbagi pengalaman dan belajar bagi trader pemula.

Kesuksesan Desmond tak datang begitu saja. Awal mulanya, ketertarikan Desmond kepada dunia trading forex dan saham berawal pada tahun 1997. Saat itu, dimana saat itu dirinya sedang menempuh pendidikan untuk jenjang Magister di bidang Marketing Universitas Indonesia. Kala itu, banyak mahasiswa yang berkerumun di depan sebuah komputer dan berseru-seru ramai. 

Semula Desmond mengira mereka sedang menonton pertandingan bola. Tak tahunya, kawan-kawannya tersebut ternyata sedang asyik bertrading saham. Dari situlah akhirnya ia pun tertarik untuk mencoba bertrading dan menjadi anggota Pojok Saham UI.

Namun pada zaman itu, Desmond mengalami kesulitan ketika mengawali karir tradingnya. Serba sulit sekali baginya mendapatkan materi untuk belajar trading. Buku tentang trading dari dalam negeri saja sulit didapat, apalagi dari luar negeri. Ditambah lagi, waktu itu belum internet belum mewabah seperti sekarang ini.

Beruntung, di perpustakaan kampusnya saat itu buku-buku tentang trading ternyata sudah cukup lengkap. Buku pertama yang ia baca adalah karya Martin Pring tentang Analisis Teknikal. Salinan bukunya saat itu bahkan masih disimpan oleh Desmond Wira hingga saat ini. Ia harus belajar keras dan mencatat referensi sana-sini demi mendapatkan pelajaran trading yang mumpuni.

Apalagi saat itu ia hanyalah seorang mahasiswa rantau dari Solo, Jawa Tengah. Uang sakunya pas-pasan, untuk membuka rekening saham pertamanya saja ia harus menabung dan mengencangkan ikat pinggang karena waktu itu, setoran awal minimal untuk bertrading saham adalah Rp25 juta. Setelah susah payah seperti itupun uang yang berhasil ia kumpulkan cuma Rp4 juta.

Untungnya, salah seorang kawannya berbaik hati memberikan "tumpangan" untuk bertrading menggunakan rekening sahamnya. Desmond Wira mengawali debut trading sahamnya dengan segala kerepotan seorang trader yang nebeng rekening orang.

Belum lagi teknologi di zaman itu. "Boro-boro duduk tenang sambil mantengin platform online seperti sekarang, dulu tidak ada online trading. Semua order dilakukan lewat telepon atau di galeri dengan menuliskan order di kertas kecil lalu dimasukkan ke loket sales. Jadi kadang belum sempat memasukkan order, harga sudah keburu melonjak," kisahnya yang dikutip dari keterangan tertulis yang diterima dari Seputarforex.com, Jumat (16/9/2016).

Yang paling miris adalah di tahun 1998. Keadaan berbalik 180 derajat, dari bahagia karena bonanza profit saham komoditas di tahun 1997, menjadi kerugian besar akibat krisis Asia setahun berikutnya. Pada saat itu, Desmond Wira belum menerapkan cut loss dalam tradingnya.

Walau begitu, selalu ada suka dibalik duka. Meski masa-masa suram bisa sewaktu-waktu datang, Desmond Wira tetap menjalani dunia trading ini dengan enjoy. Sudah menjadi cita-citanya untuk tidak terus-terusan menjadi pegawai dan bekerja sendiri. Waktu yang fleksibel membuatnya menjadikan trading sebagai hobi sekaligus pekerjaan. Sehingga, ia tidak merasa terbebani dengan konsekuensi pekerjaannya tersebut.

Desmond Wira memutuskan untuk trading for living setelah hasil dari trading sahamnya sudah konsisten setelah ia bertrading secara rutin. Jadi, sejak tahun 1997 hingga sekarang, perlu waktu hampir dua dekade bagi seorang Desmond Wira untuk memantapkan diri menjadikan trading sebagai mata pencaharian utama setelah mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya.

Dunia trading saham sebetulnya melenceng dari latar belakang pendidikan Desmond Wira. Gelar sarjana diraih dari bidang Arsitektur sedangkan S2 bidang marketing. Aktivitas tradingnya pun sempat terhenti setelah lulus S2 pada tahun 2000 karena ia harus bekerja di sebuah perusahaan. Meski demikian, Desmond Wira mengaku tak pernah berhenti belajar trading dengan cara membaca berbagai buku.

Sampai pada tahun 2007, akhirnya Desmond memutuskan untuk kembali bertrading, dan kali ini, secara lebih total dan bahkan berani menjadi full time trader dan penulis hingga sekarang.

Desmond mengakui bahwa dirinya memang lebih menekuni trading saham dibanding trading forex meskipun sebenarnya ia melakoni trading di kedua sektor tersebut.  Alasan pertama, karena dunia saham lebih "nyantai" yang maksudnya adalah jam kerjanya lebih teratur.  Jam buka pasar saham Indonesia yang sama dengan jam kerja dan hari kerja perkantoran pada umumnya, membuat penulis buku Jurus Cuan Online Forex Trading ini bisa mengatur jadwal kerjanya secara lebih efektif dan efisien.

"Kalau sudah malam capek, ya. Kita butuh istirahat. Saya juga nggak suka mantengin monitor siang-malam, hehehe," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana

Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:05 WIB

Awalnya Jualan Burger, Kisah Insaf Putra Menjemput Mimpi di YouTube

Awalnya Jualan Burger, Kisah Insaf Putra Menjemput Mimpi di YouTube

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 01:30 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Dari Kios Sederhana ke Kairo: Kisah Ayah di Makassar Kuliahkan Anak ke Mesir Lewat Usaha Warung

Dari Kios Sederhana ke Kairo: Kisah Ayah di Makassar Kuliahkan Anak ke Mesir Lewat Usaha Warung

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:40 WIB

Tak Kenal Menyerah, Ibu Anastasya Buktikan Setiap Perjuangan Layak Ditemani

Tak Kenal Menyerah, Ibu Anastasya Buktikan Setiap Perjuangan Layak Ditemani

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:00 WIB

Dari 2.000 Meter ke 30 Hektare: Kisah Rosita dan Hutan Organik yang Tumbuh dari Keteguhan

Dari 2.000 Meter ke 30 Hektare: Kisah Rosita dan Hutan Organik yang Tumbuh dari Keteguhan

Lifestyle | Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:46 WIB

Cerita Perempuan di Dunia Riset, Membuktikan Karier dan Keluarga Bisa Sejalan

Cerita Perempuan di Dunia Riset, Membuktikan Karier dan Keluarga Bisa Sejalan

Lifestyle | Jum'at, 23 Januari 2026 | 19:30 WIB

Warren Buffett: Anak Ajaib dari Omaha yang Mengubah Dunia Investasi

Warren Buffett: Anak Ajaib dari Omaha yang Mengubah Dunia Investasi

Your Say | Sabtu, 27 Desember 2025 | 07:35 WIB

Ketika Mimpi Tak Punya Batas: Kisah Inspiratif dari Para Siswa dan Alumni SLB N Cilacap

Ketika Mimpi Tak Punya Batas: Kisah Inspiratif dari Para Siswa dan Alumni SLB N Cilacap

Lifestyle | Kamis, 04 Desember 2025 | 20:37 WIB

Perjalanan Inspiratif Samuel Christ: Bikin Finansial Jadi Mudah Dipahami Anak Muda

Perjalanan Inspiratif Samuel Christ: Bikin Finansial Jadi Mudah Dipahami Anak Muda

Lifestyle | Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×