Industri Plastik dan Karet Hilir Prospektif di Indonesia

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 21 September 2016 | 13:48 WIB
Industri Plastik dan Karet Hilir Prospektif di Indonesia
Ilustrasi petani karet. (Shutterstock)

Prospek industri plastik dan karet hilir di Indonesia cukup potensial untuk dikembangkan karena merupakan sektor vital dengan ruang lingkup hulu, antara, hingga hilir yang dibutuhkan banyak industri lain dan memiliki variasi produk beragam.

”Potensi pengembangan industri ini terlihat dari konsumsi yang tinggi dan aplikasi yang luas untuk sektor industri lain seperti industri kemasan untuk makanan dan kosmetik, elektronik, otomotif, serta sektor lainnya,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Pembukaan Pameran Produk IndustriPlastik dan Karet Hilir di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Oleh karena itu, Kemenperin fokus melakukan pengembangan industri plastik dan karet hilir sebagai sektor prioritas pada tahun 2015-2019 berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN). ”Kami terus berupaya meningkatkan daya saing industri ini melalui berbagai kebijakan strategis, khususnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan perdagangan bebas dunia,” tutur Airlangga.

Menperin mengungkapkan, jumlah industri plastik hingga saat ini mencapai 925 perusahaan dengan memproduksi berbagai macam produk plastik yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 37.327 orang dan memiliki total produksi sebesar 4,68 juta ton.

“Permintaan produk plastik nasional mencapai 4,6 juta ton dan meningkat sebesar lima persen dalam lima tahun terakhir,” ujarnya. Dalam kondisi tersebut, untuk memacu pengembangan industri plastik dalam negeri, Kementerian Perindustrian terus berupaya mengurangi ketergantungan bahan baku impor serta mendorong peningkatan kualitas, kuantitas maupun spesifikasi produk yang dihasilkan.

“Dalam menghadapi kendala pemenuhan bahan baku dan persaingan menghadapi MEA, salah satu langkahnya adalah pemberian fasilitasi melalui bea masuk ditanggung pemerintah(BMDTP),” kata Airlangga.

Dukungan lain dari Kemenperin, yakni melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), fasilitasi promosi dan investasi, penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), tata niaga impor, penguatan research and development (R&D) serta kebijakan lain yang mendukung peningkatan daya saing.

“Kami juga mendorong agar pelaku industri plastik nasional mampu bersinergi dan terintegrasi melalui kerjasama antar stakeholders sehingga produk plastik dalam negeri bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu bersaing di pasar internasional,” paparnya.

Sementara itu, Airlangga menyampaikan, peluang besar untuk pengembangan industri karet hilir di dalam negeri karena Indonesia merupakan salah satu negara utama penghasil karet alam dengan produksimelebihi 3 juta ton per tahun.

“Apalagi, produksi karet alam nasional masih dapat ditingkatkan mengingat potensi lahan yang ada mencapai 3,5 juta hektar serta didukung oleh program-program penelitian dan pengembangan yang dilakukan baik oleh Pemerintah, institusi pendidikan maupun pihak swasta,” tuturnya.

Namun demikian, konsumsi karet alam domestik untuk memproduksi barang-barang bernilai tambah tinggi hanya sekitar 20 persen dari total produksi nasional. “Tingkat konsumsi domestik ini masih jauh dibawah Malaysia, China dan India yang menyerap lebih dari 40 persen hasil produksinya,” ungkap Airlangga.

Mengenai hal tersebut, kata Menperin, Pemerintah telah memandang bahwa langkah-langkah untuk peningkatan konsumsi karet alam dalam negeri perlu segera dilakukan sehingga meningkatkan nilai tambah potensi sumber daya alam nasional.

Terlebih lagi, lanjutnya, dengan adanya kebijakan Pemerintah dalam pembangunan tol laut dinilai menjadi peluang besar bagi industri karet untuk menunjang kebutuhan pembangunan pelabuhan  seperti rubber dock fender,rubber floating fender, dan rubber bumper. “Pemerintah akan membangun 24 pelabuhan, diantaranyadeep sea port(pelabuhan laut dalam) Kuala Tanjung, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makasar dan Sorong,dimana empat pelabuhan diantaranya sudah berjalan,” kata Airlangga.

Peningkatan konsumsi karet

Pada kesempatan yang sama, Direktur Industri Kimia Hilir Kemenperin Teddy C Sianturi mengatakan, upaya peningkatan konsumsi karet alam dalam negeri perlu didukung dengan kemampuan industri nasional dalam menyerap karet alam. “Konsumsi karet alam yang saat ini sebesar 580 ribu ton per tahun masih berpotensi untuk ditingkatkan,” ujarnya.

Upaya yang perlu dilakukan, antara lain melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi eskpor barang karet sertamenciptakan cabang-cabang industri baru seperti industri ban pesawat dan vulkanisir pesawat terbang yang berpotensi menyerap karet alam dan menghasilkan devisa nasional.

“Kami juga telah melakukan dengan penguatan struktur industri barang-barang karet, pemberian insentif untuk industri berteknologi tinggi maupun industri berorientasi ekspor, serta pengembangan kawasan industri,” paparnya.

Ditambahkan Teddy, program peningkatan konsumsi karet alam dalam negeri perlu diiringi dengansustainability dan pengembangan industri existing. “Salah satunya adalah industri ban, sebagai industri yang menyerap 45 persen atau sekitar 270 ribu ton dari total konsumsi karet alam dalam negeri,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, produk ban merupakan salah satu komoditi andalan ekspor dengan 70 persen total produksi diperuntukkan bagi pasar ekspor dan nilai ekspor mencapai 1,5 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) per tahun. “Ban merupakan produk yang pangsanya ditentukan oleh mekanisme pasar. Variasi model, ukuran, dan teknologi yang diterapkan menentukan brand image di masyarakat,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menperin Cari Cara Dongkrak Industri Perikanan Nasional

Menperin Cari Cara Dongkrak Industri Perikanan Nasional

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 14:01 WIB

Menperin: MEA Momentum Meningkatkan Kerjasama Kekuatan ASEAN

Menperin: MEA Momentum Meningkatkan Kerjasama Kekuatan ASEAN

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 13:50 WIB

Menteri Airlangga Promosikan Kawasan Industri ke Investor AS

Menteri Airlangga Promosikan Kawasan Industri ke Investor AS

Bisnis | Sabtu, 17 September 2016 | 14:12 WIB

Menperin Yakin Indonesia Bisa Jadi Negara Industri Maju

Menperin Yakin Indonesia Bisa Jadi Negara Industri Maju

Bisnis | Sabtu, 17 September 2016 | 14:02 WIB

Menperin: Industri Baja Serap 350 Ribu Tenaga Kerja

Menperin: Industri Baja Serap 350 Ribu Tenaga Kerja

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:42 WIB

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan 20 Ribu Pengusaha Kecil Baru

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan 20 Ribu Pengusaha Kecil Baru

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:34 WIB

Kemenperin Bidik Pertumbuhan Industri Agro 7,7 Persen

Kemenperin Bidik Pertumbuhan Industri Agro 7,7 Persen

Bisnis | Senin, 12 September 2016 | 10:50 WIB

Industri Gasifikasi Batubara Jepang Diajak Investasi di Indonesia

Industri Gasifikasi Batubara Jepang Diajak Investasi di Indonesia

Bisnis | Senin, 12 September 2016 | 09:43 WIB

Industri Serat Optik Pertama di ASEAN Beroperasi di Karawang

Industri Serat Optik Pertama di ASEAN Beroperasi di Karawang

Bisnis | Jum'at, 09 September 2016 | 14:54 WIB

Kemenperin Sinkronisasi Roadmap Industri Hulu-Hilir

Kemenperin Sinkronisasi Roadmap Industri Hulu-Hilir

Bisnis | Jum'at, 09 September 2016 | 14:48 WIB

Terkini

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

×