Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ekonomi Global Masih Buruk, Jokowi Kumpulkan 20 Ekonom

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Kamis, 22 September 2016 | 15:09 WIB
Ekonomi Global Masih Buruk, Jokowi Kumpulkan 20 Ekonom
Presiden Joko Widodo. (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo mengumpulkan sejumlah ekonom di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/9/2016). Dalam pertemuan disertai makan siang itu Jokowi membahas mengenai kondisi ekonomi global yang masih lemah, serta harapan terhadap kebijakan amnesty pajak.

"Kondisi ekonomi dunia belum pulih, kemarin waktu pertemuan terakhir G20 di Hangzhou semuanya (negara) belum menemukan jawaban-jawaban," kata Jokowi.

‎Dalam KTT G20 di Hangzhou, Cina beberapa waktu lalu, Jokowi mengaku bertemu lembaga donor dunia seperti IMF, Bank Dunia, dan OECD. Semua lembaga donor tersebut menilai kondisi lemahnya ekonomi global tersebut masih terjadi ‎hingga tahun mendatang.

"Semuanya tetap tahun depan masih pesimis bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan naik, mereka malah menyampaikan akan ada penurunan lagi. Ini yang saya kira berita yang tidak baik," ujar dia.

‎Sementara itu, kata Jokowi, kondisi di dalam negeri sendiri harga komoditas belum membaik. Kemudian ditambah lagi dengan ketidakpastian kebijakan keuangan yang belum jelas arahnya ke mana.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menceritakan, dalam KTT G20 di Hangzhou itu negara yang masih optimis atas pertumbuhan ekonomi‎ adalah India.

"Saya kira pertemuan G20 kemarin yang masih sangat optimis Narendra Modi (Perdana Menteri India, saya ingin ambil poinnya dia. Maksud saya kalau India berani optimis, kenapa kita tidak. ‎Tetapi tetap pembenahan, dan perombakan di dalam harus kita lakukan besar-besaran, kalau tidak lakukan itu ya saya pastikan kita ditinggal," tutur dia.

‎Jokowi menyatakan optimis, karena masih banyak peluang yang bisa diraih terutama kalau ketergantungan terhadap APBN untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Namun dia ingin harus ada investasi secara besar-besaran masuk ke dalam negeri.

"Karena kita jadi incaran arus modal masuk, tetapi memang di kita masih banyak masalah, banyak kendala. Mungkin nanti dari KADIN Pak Rosan, dan HIMPI Pak Hariyadi bisa menyampaikan kendala-kendala dari pelaku usaha yang masih dirasakan‎, meskipun kami sudah berusaha untuk menyelesaikan itu," kata dia.

Jokowi menambahkan, dirinya sampai saat ini masih optimis dengan program Tax Amnesty atau pengampunan pajak. Menurut dia yang paling penting saat ini kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah sudah terlihat.

"Kemudian kepatuhan-kepatuhan dan kesadaran membayar pajak mereka ini saya lihat ada pergerakan yang sangat baik. Sampai hari paling tidak, (tax amnesty) kita sudah mencapai Rp33 triliun lebih, dan sudah mengangkut lebih dari 90.000 orang yang ikut Tax Amnesty. Dan saya tadi membaca risetnya Citibank, ditulis di sini tax amnesty bergerak cepat dan ada deklarasinya sudah Rp1.029 Triliun, ini merupakan satu dari sukses tax amnesty yang ada di dunia. Ini saya baca di judulnya saja saya sudah seneng. Dan ini strategi Indonesia yang menurut mereka sangat baik," ujar dia.

‎Para ekonom yang hadir dalam pertemuan dengan Jokowi 20 orang. Di antaranya adalah:

1. Raden Pardede (Bidang Ekonomi Makro/Fiskal/Industri)
2. Tony Prasetiantono ((Bidang Ekonomi Makro/Fiskal/Moneter)
3. Djisman Simanjuntak (Bidang Ekonomi Perdagangan Nasional)
4. Haryo Aswicahyono (Bidang Ekonomi Perdagangan Internasional/Industri)
5. Ari Kuncoro (Bidang Ekonomi Industri/Ketenagakerjaan)
6. Lukita Dinarsyah Tuwo (Bidang Perencanaan Pembangunan)
7. Elan Satriawan (Bidang Ekonomi Pembangunan/Kesehatan/Pendidikan)
8. Enny Sri Hartati (Bidang Ekonomi Pertanian/Pambangunan)
9. Iman Sugema (Bidang Ekonomi Pembangunan/Pertanian/Syariah).
10. Destry Damayanti (Ekonom Moneter/Keuangan)
11. Heriyanto Irawan (Analis Pasar)
12. Poltak Hotradero (Analis Pasar)
13. Helmi Amran (Analis Pasar)
14. Revrisond Baswir (Bidang Syariah/Akutansi/Koperasi/Korupsi)
15. Haryadi Sukamdani (Bidang Bisnis)
16. Rosan Roeslani (Bidang Bisnis)
17. Bahlil Lahadia (Bidang Bisnis)
18. Prasetyantoko
19. Kikie Boenawan (Fund Asing)
20. Hendri Saparini (Bidang Ekonomi Makro).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Terima Atlet Paralimpiade

Jokowi Terima Atlet Paralimpiade

Foto | Kamis, 22 September 2016 | 13:45 WIB

Jokowi Terima Atlet Paralympic di Istana Merdeka

Jokowi Terima Atlet Paralympic di Istana Merdeka

News | Kamis, 22 September 2016 | 11:21 WIB

Jokowi Keluarkan Izin Hutan Sosial untuk Masyarakat Miskin

Jokowi Keluarkan Izin Hutan Sosial untuk Masyarakat Miskin

News | Rabu, 21 September 2016 | 16:40 WIB

Jokowi Tolak Pembentukan Badan Siber Nasional

Jokowi Tolak Pembentukan Badan Siber Nasional

Foto | Selasa, 20 September 2016 | 21:23 WIB

Jokowi Akan Bubarkan Lembaga Tak Efektif Bentukan Era SBY

Jokowi Akan Bubarkan Lembaga Tak Efektif Bentukan Era SBY

News | Selasa, 20 September 2016 | 18:31 WIB

Jokowi Buka Rakernas Akuntansi dan Keuangan Daerah

Jokowi Buka Rakernas Akuntansi dan Keuangan Daerah

Foto | Selasa, 20 September 2016 | 14:11 WIB

Jokowi Kesal Kinerja PNS Terlalu Fokus Pada SPJ Keuangan

Jokowi Kesal Kinerja PNS Terlalu Fokus Pada SPJ Keuangan

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 12:57 WIB

Jokowi Tuntut Pengelolaan Keuangan Negara Berorientasi Hasil

Jokowi Tuntut Pengelolaan Keuangan Negara Berorientasi Hasil

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 12:49 WIB

Buka PON 2016, Jokowi Titip Pesan Ini kepada Para Atlet

Buka PON 2016, Jokowi Titip Pesan Ini kepada Para Atlet

News | Minggu, 18 September 2016 | 00:32 WIB

Amien Rais Kumpul di Rumah Rachmawati, Kritik Kepemimpinan Jokowi

Amien Rais Kumpul di Rumah Rachmawati, Kritik Kepemimpinan Jokowi

News | Sabtu, 17 September 2016 | 20:57 WIB

Terkini

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 21:41 WIB

Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029

Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 20:10 WIB

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:56 WIB

Emiten LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 107 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 107 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:49 WIB

Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik

Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:43 WIB

Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak

Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 18:36 WIB

Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:57 WIB

Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad

Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:52 WIB

Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini

Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:46 WIB

Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:30 WIB