Jokowi Kesal Kinerja PNS Terlalu Fokus Pada SPJ Keuangan

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Selasa, 20 September 2016 | 12:57 WIB
Jokowi Kesal Kinerja PNS Terlalu Fokus Pada SPJ Keuangan
Presiden Jokowi membuka rapat kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/9/2016). [Dok Biro Setpres]
Presiden Joko Widodo marah melihat kinerja aparatur Pemerintahan yang lebih banyak fokus menyiapkan hal-hal teknis di balik meja, yaituSurat Pertanggungjawaban (SPJ)‎ terkait laporan keuangan. Hal itu disampaikan oleh Jokowi dalam membuka rapat kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2016 di Istana Negara, Selasa (20/9/2016).
 
"Saya pesan kepada Ibu Menteri Keuangan, Pak Menko Perekonomian, kita ini juga jangan terlalu bertele-tele rezim akuntansi kita. Ini mohon maaf, karena saya melihat sekarang ini hampir 70 persen mungkin 60 - 70 persen birokrasi kita ini setiap hari ngurusnya SPJ," kata Jokowi.
 
‎Mantan Gubernur DKI ini menceritakan, ia sempat mengecek aparatur Pemerintahan yang bekerja hingga malam untuk mengerjakan SPJ. Menurutnya pengerjaan laporan SPJ yang rumit itu menjadi kontraproduktif.
 
"Kalau lembur sampai malam saya tanya ini apa yang dikerjakan, SPJ Pak. ‎Maaf, kalau orientasi kita ke situ menurut saya keliru. Semua orang akan meminta meja, semua orang akan minta kursi untuk apa? untuk tulis-menulis menyiapkan SPJ. Saya nggak ngerti SPJ itu isinya apa, tapi biasanya kalau saya lihat di meja-meja itu ngurusin kuitansi dan mengurusi gambar, foto-foto," ujar dia.
 
Jokowi memberikan contoh, banyak guru dan kepala sekolah jadi tidak fokus pada kegiatan belajar mengajar karena mengurus SPJ. Kemudian di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga terganggu kinerjanya di lapangan karena menyelesaikan laporan SPJ.
 
‎"Saya lihat di sekolah-sekolah itu SPJ, saya lihat di ruangan guru kuitansi-kuitansi SPJ itu pasti. Lalu coba lihat di PU, mohon maaf harusnya PU itu konsentrasi 80 persen mengontrol jalan. Mengontrol irigasi yang rusak, mengecek jalan yang berlubang. Tapi coba lihat sekarang, karena orang takut semua yang namanya SPJ," tutur dia. 
 
Selain itu, kata Jokowi, pola kerja juga berubah di Kementerian Pertanian. Dulu petugas pertanian lapangan (PPL) tersebar ke berbagai daerah untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada petani, namun sekarang petugas lapangan lebih banyak menghabiskan waktunya mengurus SPJ.

"Coba di pertanian, dulu setiap pagi PPL berjalan di pematang sawah, bercengkrama dengan petani, memberikan bimbingan kepada petani. Sekarang lihat di dinas pertanian, Kementerian Pertanian semuanya duduk manis di meja di ruangan ber-AC ngurusi SPJ," ungkap dia.
 
Hal itu menurut Jokowi berpengaruh terhadap perkembangan negara. Maka dari itu, Jokowi memerintahkan agar semua Kementerian dan lembaga negara, serta kepala daerah untuk segera memikirkan solusinya.

"Kita harus pikirkan bagaimana menyiapkan laporan yang simpel tetapi orientasinya hasil, gampang dicek, gampang dikontrol, gampang diperiksa. Bukan laporan yang tebal-tebal, energi kita jangan habis di SPJ," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Tuntut Pengelolaan Keuangan Negara Berorientasi Hasil

Jokowi Tuntut Pengelolaan Keuangan Negara Berorientasi Hasil

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 12:49 WIB

Buka PON 2016, Jokowi Titip Pesan Ini kepada Para Atlet

Buka PON 2016, Jokowi Titip Pesan Ini kepada Para Atlet

News | Minggu, 18 September 2016 | 00:32 WIB

Amien Rais Kumpul di Rumah Rachmawati, Kritik Kepemimpinan Jokowi

Amien Rais Kumpul di Rumah Rachmawati, Kritik Kepemimpinan Jokowi

News | Sabtu, 17 September 2016 | 20:57 WIB

Kinerja Pansel Pejabat Lembaga Dinilai Makin Memprihatinkan

Kinerja Pansel Pejabat Lembaga Dinilai Makin Memprihatinkan

News | Sabtu, 17 September 2016 | 12:30 WIB

Empat Menko Bahas RKAKL 2017

Empat Menko Bahas RKAKL 2017

Foto | Rabu, 14 September 2016 | 16:54 WIB

12 Pahlawan Nasional Ditetapkan Jokowi Jadi Gambar Uang Rupiah

12 Pahlawan Nasional Ditetapkan Jokowi Jadi Gambar Uang Rupiah

Bisnis | Rabu, 14 September 2016 | 14:48 WIB

Johan Budi Tegaskan Jokowi Belum Bersikap Soal Arcandra

Johan Budi Tegaskan Jokowi Belum Bersikap Soal Arcandra

News | Rabu, 14 September 2016 | 14:36 WIB

Golkar Jaga Momentum Tingginya Kepercayaan Rakyat Kepada Jokowi

Golkar Jaga Momentum Tingginya Kepercayaan Rakyat Kepada Jokowi

News | Rabu, 14 September 2016 | 11:57 WIB

Penduduk Usia Produktif Indonesia 2040 Diprediksi 195 Juta Orang

Penduduk Usia Produktif Indonesia 2040 Diprediksi 195 Juta Orang

Bisnis | Rabu, 14 September 2016 | 07:31 WIB

Jokowi: UU Pemilu Baru Tak Boleh Ada Kepentingan Jangka Pendek

Jokowi: UU Pemilu Baru Tak Boleh Ada Kepentingan Jangka Pendek

News | Rabu, 14 September 2016 | 07:26 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×